Otoritas Thailand Ungkap Jaringan Pembuat Bumbu Penyedap Palsu

- Otoritas Thailand berhasil membongkar jaringan pembuat dan distributor bumbu penyedap palsu di Bangkok setelah penyelidikan tiga bulan yang melibatkan CIB dan FDA.
- Petugas menangkap kurir serta menggerebek rumah produksi ilegal di Soi Sakae Ngam 50, menemukan ribuan kemasan bumbu tiruan yang dibuat tanpa standar keamanan pangan.
- Dalam operasi ini disita lebih dari 24 ribu kemasan produk palsu dan tujuh tersangka ditahan, sementara pemerintah menyerukan kewaspadaan masyarakat terhadap peredaran bumbu ilegal.
Jakarta, IDN Times - Biro Investigasi Pusat (CIB) Thailand bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) secara resmi mengumumkan keberhasilan mereka mengungkap jaringan pembuat monosodium glutamat (MSG) dan bumbu penyedap palsu di Bangkok, pada Jumat (17/4/2026). Pengumuman ini merupakan hasil dari penyelidikan selama tiga bulan untuk menghentikan peredaran produk makanan ilegal yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Operasi ini berhasil memutus jaringan distribusi antarprovinsi setelah petugas memeriksa beberapa lokasi yang diduga sebagai pabrik dan gudang penyimpanan. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menyita ribuan bungkus bumbu palsu dan alat produksi dengan nilai total hampir 2 juta baht (Rp1,07 miliar).
1. Polisi lacak dan tangkap kurir bumbu palsu antarprovinsi
Penyelidikan ini bermula dari temuan bumbu penyedap mencurigakan yang beredar di Provinsi Chaiyaphum. Kasus ini kemudian ditelusuri hingga ke pusat distribusi di Bangkok untuk memutus rantai penjualannya.
"Operasi ini bermula dari penangkapan pedagang kecil di Provinsi Chaiyaphum. Tim lalu melacak jalur pengirimannya selama tiga bulan sampai menemukan pabrik ilegal di distrik Bang Khun Thian," kata Wakil Inspektur Divisi Pemberantasan Kejahatan Ekonomi 1, Polisi Letnan Kolonel Wiwattanachai Kluenkaew, dilansir National Thailand.
Pada 25 Maret 2026, petugas menghentikan sebuah truk di stasiun pengisian bahan bakar daerah Sam Khok, Provinsi Pathum Thani. Petugas menangkap sopir bernama Uthit yang membawa ribuan bungkus produk palsu untuk dijual ke pasar. Para pelaku diketahui memakai kendaraan logistik untuk menyembunyikan bumbu palsu di antara barang lain agar lolos dari pemeriksaan petugas.
"Petugas memantau pergerakan truk boks yang mencurigakan saat keluar dari kawasan padat. Kami lalu melakukan penangkapan di lokasi yang aman agar semua barang bukti bisa disita dan tidak dihilangkan oleh pelaku," kata Letnan Kolonel Wiwattanachai Kluenkaew.
Penangkapan kurir ini kemudian membuka jalan bagi petugas untuk mendatangi lokasi pabrik pembuat bumbu palsu yang berada di kawasan permukiman warga.
2. Polisi geledah pabrik ilegal dan ungkap modus distribusi
Setelah menangkap kurir, petugas gabungan memeriksa sebuah rumah di Soi Sakae Ngam 50 yang dijadikan fasilitas produksi tanpa izin. Di lokasi tersebut, petugas menangkap tersangka bernama Kriangkrai beserta tiga pekerja yang sedang membuat bumbu merek palsu, seperti Ros Dee, dalam kondisi yang tidak higienis.
"Saya sudah memproduksi barang palsu ini secara ilegal selama lebih dari dua tahun. Setiap hari kami memproduksi seribu lima ratus bungkus untuk pelanggan tetap," kata Kriangkrai, dilansir Bangkok Post.
Proses pembuatan bumbu ini tidak mengikuti standar keamanan pangan. Mereka memakai bahan baku di bawah standar, bahan kimia yang komposisinya tidak diketahui, serta menggunakan kemasan tiruan yang sangat mirip dengan aslinya agar pembeli tertipu.
Untuk mendistribusikan produknya, pelaku menggunakan jasa pengiriman swasta atau mengatur titik temu di pinggir jalan pada jam-jam tertentu guna menghindari pengawasan petugas.
"Bumbu yang sudah dikemas biasanya diserahkan di jalanan atau dikirim lewat jasa pengiriman pribadi, lalu dijual bebas di pasar Bang Khae dan distrik Nong Khaem," kata Kriangkrai.
3. Total barang bukti mencapai lebih dari 24 ribu kemasan
Total barang bukti yang disita dalam operasi ini mencapai lebih dari 24 ribu kemasan, di antaranya 4.804 bungkus MSG palsu dan 1.532 bungkus bumbu penyedap palsu. Tujuh tersangka kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli bumbu penyedap. Barang palsu yang diproduksi di tempat tanpa izin sering kali mengandung bahan berbahaya yang berisiko bagi kesehatan," kata pejabat senior FDA Thailand.
Para tersangka dikenakan berbagai pasal berlapis dari Undang-Undang Makanan dan Undang-Undang Merek Dagang. Mereka didakwa memproduksi makanan palsu, menggunakan label yang menyesatkan, dan melanggar hak kekayaan intelektual yang merugikan produsen resmi.
Pemerintah Thailand menegaskan tindakan ini dilakukan untuk membersihkan pasar dari produk ilegal dan menjaga standar keamanan pangan nasional. Pihak berwenang juga memberikan imbauan kepada para konsumen sebagai langkah pencegahan.
"Konsumen disarankan untuk memeriksa nomor registrasi makanan, keterangan pada label, dan memastikan kredibilitas toko tempat membeli agar bumbu yang dikonsumsi dipastikan aman dan legal," kata perwakilan FDA.



![[WANSUS] Gowes Bareng Panglima Kolinlamil hingga Obrolan Ancaman di Laut](https://image.idntimes.com/post/20260419/upload_d3375d593d262d981dc6324fc717fc57_7542bfb9-89c1-480d-a28c-942b5e87773d.jpg)












