Senat Kanada Setuju Mengganti Bait Lagu Kebangsaan Berjender Netral

Kanada, IDN Times - Kesetaraan jender menjadi tema utama belakangan ini. Gerakan #MeToo dan #Time'sUp di Hollywood, pelonggaran bagi wanita di Arab Saudi untuk menyetir dan menonton pertandingan sepak bola di stadion, serta berbagai gerakan lainnya membuat dunia semakin maju dan inklusif.
Dan Kanada kini melangkah maju. Mereka membuat lagu kebangsaan menjadi sebuah lagu dengan status jender netral setelah melalui usaha yang panjang.
1. Dukungan Perdana Menteri Justin Trudeau

Lagu kebangsaan Kanada, yaitu 'O Canada' semula mempunyai lirik: 'O Canada! / Our home and native land! / True patriot love in all thy sons command.
Kata thy sons yang berarti anak-anak laki-laki inilah yang dipersoalkan oleh pejuang kesetaraan jender sejak tahun 1980-an, demikian dilansir dari Washington Post.
Setelah menemui kegagalan berulang, seorang anggota senat dari kubu Liberal Kanada, bernama Mauril Belanger, kembali mengajukan RUU perubahan dua kata ini tahun 2016. Perubahan konstelasi politik dengan terpilihnya Perdana Menteri Justin Trudeau juga memuluskan jalannya RUU ini.
2. Sudah 11 RUU yang sudah ditolak selama ini

Dan setelah melewati debat panjang selama hampir dua tahun akhirnya senat negara tersebut sepakat menyetujui RUU tersebut awal bulan Februari ini dan mengubah kalimat "all thy sons command" menjadi "in all of us command", yang artinya kira-kira "cinta patriot sejati dalam perintah anak-anak laki-lakimu" menjadi "cinta patriot sejati dalam perintah kita semua".
Sayangnya penggagas RUU ini tidak dapat menikmati hasilnya karena meninggal dua tahun lalu. Catatan The Telegraph menyebutkan bahwa selama ini sudah terdapat 11 RUU yang diajukan untuk mengubah hal ini, namun selalu mendapatkan penolakan.
3. Harus mendapatkan persetujuan dari gubernur jenderal Kanada

Pertentangan terbesar tentunya berasal dari kalangan konservatif yang tidak menghendaki perubahan atas lagu kebangsaan yang sudah berumur hampir satu abad ini. Namun pendukung perubahan ini tentunya memiliki argumentasi tersendiri.
Seperti Senator Frances Lankin yang menyatakan bahwa dengan perubahan lagu kebangsaan ini, sebuah hal penting yang telah terjadi di negaranya. Sehingga menjadikannya sebagai negara inklusif bagi semua orang.
Rancangan undang-undang ini kita harus mendapatkan persetujuan dari gubernur jenderal negara tersebut sebelum akhirnya dijadikan undang-undang. Diperkirakan tidak akan ada penolakan dari kantor gubernur jenderal sehingga bisa segara diundangkan.



















