Hondurasgate Ungkap Intervensi AS Ubah Pemerintahan Amerika Latin

- Investigasi Diario Red mengungkap dugaan keterlibatan AS, Argentina, Honduras, dan Israel dalam upaya mengganti pemerintahan di Amerika Latin melalui jaringan korup yang melibatkan mantan Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez.
- Rekaman menunjukkan Hernandez mengaku dibebaskan berkat lobi Israel serta meminta bantuan finansial dari politikus Honduras, sementara Argentina disebut akan mendukung proyek melawan pengaruh kiri di kawasan tersebut.
- Pemerintah Meksiko dan Kolombia menolak dampak kampanye disinformasi terkait Hondurasgate, menyebut rekaman itu sebagai bagian dari gerakan ekstrem kanan yang diduga dibiayai hasil penjualan narkoba.
Jakarta, IDN Times - Investigasi dari media digital Diario Red, menunjukkan adanya keterlibatan Amerika Serikat (AS) untuk mengubah pemerintahan di Amerika Latin. AS diketahui bekerja sama dengan Argentina, Honduras, dan Israel untuk menjalankan misinya.
“Dalam rekaman tersebut AS di bawah Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu membangun jaringan korup untuk menjadikan mantan Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez sebagai operator utama dalam intervensi oposisi sayap kanan,” tuturnya, dikutip dari The Tico Times, Senin (11/5/2026).
Pada Desember 2025, Trump memutuskan untuk membebaskan Hernandez. Padahal, mantan presiden Honduras itu diketahui sudah divonis hukuman atas keterlibatan dalam penyelundupan narkoba ke AS.
1. Pembebasan Hernandez atas lobi dari Israel
Dalam rekaman tersebut, Hernandez diduga sudah berbicara dengan Presiden Honduras, Nasry Asfura dan beberapa politikus Honduras lainnya. Ia menyebut pembebasannya berkat bantuan lobi dari Israel.
“PM Israel akan membantu kami. Kami sangat berterima kasih padanya. Mereka sudah melakukan banyak hal untuk ini. Faktanya, mereka melakukan semua untuk pembebasan saya dan negosiasi,” tutur dalam media tersebut.
Dilansir Latin American Post, rekaman tersebut juga diduga menunjukkan Hernandez meminta Asfura untuk membiayai sewa apartemennya di AS senilai 150 ribu dolar AS (Rp1,8 miliar). Ia pun menyebut Asfura berutang kemenangan dalam pemilihan umum.
2. Sebut Argentina akan ikut membantu melawan Meksiko dan Kolombia
Hernandez diduga juga mengatakan akan ada perlawanan kepada Meksiko dan Kolombia. Dalam dialognya dengan Wakil Presiden Honduras, Antonieta Mejia, ia menyebut Presiden Argentina, Javier Milei akan berkontrobusi sebesar 350 ribu dolar (Rp6 miliar) dalam proyek untuk menghapus kanker kiri di Amerika Latin.
Menanggapi rekaman audio ini, Presiden Parlemen Honduras, Tomas Zambrano menyebut bahwa rekaman tersebut palsu. Menurutnya, rekaman tersebut dibuat-buat oleh pemerintahan kiri internasional lewat media yang mendukungnya dan media sosial.
3. Presiden Meksiko dan Kolombia sebut langkah pencemaran tidak akan berdampak

Menanggapi rekaman tersebut, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum menampik dampak kampanye disinformasi dalam Hondurasgate. Menurutnya, kampanye itu tidak akan berdampak terhadap respons publik.
“Ini cukup jelas bahwa Hernandez yang sempat ditahan di AS dan dibawa ke AS atas kasus penyelundupan narkoba kemudian dibebaskan. Meskipun sebenarnya tidak dapat dipahami sepenuhnya dan kemudian rekaman suara itu muncul,” katanya, dikutip dari The Latin Times.
Sementara itu, Presiden Kolombia, Gustavo Petro menyebut bahwa rekaman tersebut adalah bagaimana jaringan ekstrem kanan itu bergerak. Menurutnya, uang yang digunakannya berasal dari penjualan kokain dan Israel.



















