Spanyol Akan Bantu Pertahanan Siprus, Tolak Perang Dukung AS

- Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menilai perang Amerika Serikat di Iran sebagai tindakan ilegal dan memperingatkan dampaknya terhadap stabilitas serta keamanan global.
- Spanyol mengirim kapal perang Cristobal Colon ke Siprus untuk misi pertahanan bersama Uni Eropa, menegaskan sikap menolak keterlibatan dalam perang di Iran.
- Sanchez memastikan ekonomi Spanyol tetap kuat meski berisiko politik dengan AS, sementara ketergantungan energi pada impor minyak dan gas dari AS terus meningkat.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez mengatakan bahwa perang Amerika Serikat (AS) di Iran adalah tindakan ilegal dan kesalahan besar yang harus dibayar. Namun, ia mengaku tetap menghormati pemerintah dan warga AS.
“Kami sudah membayar harga dari perang ini berupa kenaikan harga minyak dan gas. Selain itu, jumlah korban, rasa sakit, dan penderitaan di kawasan Timur Tengah akan berlanjut serta memicu instabilitas bertahun-tahun,” tuturnya, dilansir dari DPA International, Sabtu (7/3/2026).
Sanchez memperingatkan akan ancaman keamanan dan terorisme imbas perang di Timur Tengah. Tak hanya itu, akan ada gelombang migrasi dari Timur Tengah akibat instabilitas.
1. Spanyol kirimkan kapal perang untuk perlindungan Siprus
Sanchez menyampaikan bahwa Spanyol akan ikut misi pertahanan dan penyelamatan di Siprus. Aksi ini sebagai bagian dari solidaritas dengan negara-negara Eropa lainnya.
“Dengan ini, kami menyatakan tidak untuk perang di Iran. Kami mau mendukung dan membantu negara anggota Uni Eropa (UE) lainnya yang ikut terdampak konflik ini,” ungkapnya dalam KTT Spanyol-Portugal di Huelva, dikutip dari EFE.
Pemimpin sayap kiri itu menyebut kapal perang Cristobal Colon akan tiba di Siprus dalam beberapa hari ke depan. Pengiriman kapal itu sebagai upaya pencegahan dan keamanan bersama UE.
2. Sanchez tidak mengkhawatirkan pembalasan Trump
Sanchez mengaku tidak terlalu khawatir dengan pembalasan dari Presiden AS, Donald Trump soal posisi Spanyol. Ia memastikan bahwa ekonomi Spanyol dalam kondisi yang baik saat ini.
“Setelah pandemik dan perang di Ukraina, pemerintah Spanyol terbukti memiliki kapabilitas dalam mengatasi krisis dan menunggu evaluasi situasi terkini sembari berkomunikasi dengan agen sosial mengenai dampak perang dan menekannya serta mengompensasi sektor terdampak,” katanya.
3. Spanyol tingkatkan impor minyak dan gas alam dari AS
Beberapa tahun terakhir, Spanyol semakin tergantung dengan AS, terutama untuk suplai energi. Pada 2022, Spanyol sudah mengimpor gas alam dari AS sebesar 29 persen dari total pasokan usai pecahnya perang Rusia-Ukraina.
Dilansir El Mundo, AS juga menjadi salah satu pemasok utama minyak mentah ke Spanyol pada 2025. AS sudah menyuplai 15,2 persen dari total impor minyak Spanyol. Angka ini membuat AS semakin berpengaruh pada keamanan energi Spanyol.



















