Kerusuhan Penjara di Sri Lanka, 23 Orang Tewas

- Kerusuhan besar antar-geng di Penjara Negombo, Sri Lanka, menewaskan 23 orang termasuk enam sipir dan melukai lebih dari 100 napi akibat bentrokan bersenjata yang berlangsung dua hari.
- Menteri Hukum Sri Lanka, Harshana Nayakkara, menyebut insiden ini mengejutkan dan berjanji memisahkan geng rival agar kejadian serupa tidak terulang di penjara tersebut.
- Pihak penjara memastikan tidak ada napi asing terdampak, sementara militer dikerahkan dengan drone untuk memantau situasi dan keluarga napi menunggu kabar di luar penjara.
Jakarta, IDN Times - Kerusuhan penjara antar-geng penyelundup narkoba terjadi di Penjara Negombo, Sri Lanka pada Senin (6/7/2026). Insiden ini diketahui menjadi kerusuhan penjara terbesar dan mematikan di Sri Lanka selama beberapa tahun terakhir.
Insiden serupa pernah terjadi di Sri Lanka pada Desember 2020. Kerusuhan tersebut menyebabkan 11 narapidana (napi) tewas dan 117 lainnya terluka di tengah maraknya penyebaran wabah COVID-19 sehingga memaksa pemerintah membebaskan ratusan napi.
1. Sebabkan 23 orang tewas dan 100 orang terluka
Insiden kekerasan ini menyebabkan 23 orang tewas, termasuk 6 di antaranya sipir penjara. Selain itu, lebih dari 100 orang terluka dalam kerusuhan ini dan mayoritas dari korban terdampak luka tembak, terpotong, dan lebam.
Dilansir TRT World, ratusan korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Negombo, bagian utara Kolombia untuk menjalani perawatan medis dan korban luka parah dilarikan ke RS Nasional Kolombo. Sementara, insiden kerusuhan ini berlangsung pada Minggu sore dan berlanjut pada Senin pagi.
Sementara, warga lokal mengaku mendengar suara tembakan dari penjara. Menurut data dari otoritas setempat, penjara di Sri Lanka sudah menampung 41.250 napi yang mana empat kali lebih banyak dari kapasitas maksimumnya.
2. Menteri Hukum Sri Lanka terkejut dengan insiden kerusuhan ini
Menteri Hukum Sri Lanka, Harshana Nayakkara mengatakan bahwa insiden ini mengejutkan. Ia menyatakan, otoritas akan berupaya memisahkan geng rival di sel tahanan yang berbeda dalam penjara tersebut.
“Insiden ini mengejutkan dan menyedihkan. Entah mereka napi atau pihak kriminal tersembunyi, ini tidak relevan bagi kami saat ini. Manusia tewas dan ini sesuatu yang tidak seharusnya terjadi,” paparnya, dikutip dari The Guardian.
3. Tidak ada warga asing yang terdampak
Juru Bicara Penjara Negombo, Chaminda Gajanayake mengatakan bahwa tidak ada napi asing yang terdampak kerusuhan ini. Pernyataan ini mengenai penahanan perempuan Inggris yang menyelundupkan ganja pada tahun lalu.
Hingga kini, sejumlah kerabat napi sudah berkumpul di luar penjara untuk mencari tahu keadaan keluarganya. Militer Sri Lanka juga sudah menerjunkan personel Angkatan Udara dan drone untuk memantau area sekitar penjara.





















