"Kemungkinan untuk menerapkan rencana ini dalam dua hari merupakan indikasi lain dari pendekatan itikad baik Iran. Kami telah menyatakan bahwa jika tuntutan Iran dipenuhi, maka keamanan di Selat Hormuz dapat dipulihkan dan proses negosiasi dapat dilanjutkan dalam waktu singkat," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin (2/11/2026), seperti dilansir The New Arab.
Iran Bersedia Buka Selat Hormuz dalam 2 Hari, Tapi Ada Syaratnya!

- Iran menyatakan siap membuka Selat Hormuz dalam dua hari jika Amerika Serikat memenuhi seluruh tuntutannya, sebagai bagian dari upaya memulihkan keamanan dan melanjutkan negosiasi.
- Negosiasi tidak langsung Iran-AS masih berlangsung melalui Qatar sebagai mediator. Pertemuan di Doha disebut intens, tetapi belum menghasilkan kesepakatan konkret.
- Syarat utama Iran mencakup pembukaan blokade AS terhadap seluruh pelabuhannya; sebagai imbalan, Teheran bersedia membuka Selat Hormuz dan membahas program nuklir.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran mengatakan bersedia membuka Selat Hormuz dalam 2 hari ke depan. Namun, syaratnya, Amerika Serikat (AS) harus mematuhi terlebih dahulu semua syarat yang sudah diberikan. Jika Washington bersedia mematuhi semua syarat tersebut, maka Selat Hormuz akan langsung dibuka dalam jangka waktu yang sudah ditentukan.
1. Negosiasi dengan AS sedang berlangsung

ilustrasi negosiasi (pexels.com/Monstera Production) Baghaei menambahkan, negosiasi antara Iran dan AS saat ini juga sedang berlangsung. Negosiasi ini masih dilakukan secara tidak langsung dengan cara bertukar pesan lewat mediator. Pekan lalu, delegasi Iran sudah bertemu dengan delegasi Qatar yang berperan sebagai mediator di Doha untuk mendorong proses negosiasi dengan AS.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan, proses diskusi dengan Qatar soal negosiasi dengan AS berjalan intens. Kendati demikian, tidak ada hasil konkret yang dicapai dari hasil pertemuan tersebut. Meski demikian, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, meminta untuk terus berkomunikasi dengan Qatar agar proses negosiasi dengan AS dapat terus berjalan. “Kita akan mencoba menyelesaikan masalah ini dengan dialog,” ujar Pezeshkian dilansir Jerusalem Post.
2. Iran sebelumnya menawarkan pembukaan Selat Hormuz dalam tujuh hari

potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/European Space Agency) Pada 8 Oktober lalu, Iran juga pernah menawarkan pembukaan Selat Hormuz ke AS. Ketika itu, Araghchi menyebut Teheran bersedia membuka perairan itu dalam jangka waktu 7 hari jika AS menyetujui proposal perdamaian terbaru yang mereka berikan. Sayangnya, Presiden AS, Donald Trump, menolak proposal tersebut. Sebab, setelah dilakukan peninjauan, proposal itu hanya menguntungkan Iran saja.
Iran sendiri mengajukan proposal soal Selat Hormuz ke AS pada hari ke-3 sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dihelat di New York, yakni pada 24 September lalu. Sama seperti sebelumnya, Iran mengajukan proposal tersebut lewat Qatar yang berperan sebagai mediator.
3. Iran meminta AS untuk membuka blokade semua pelabuhannya

ilustrasi pelabuhan (pexels.com/Wolfgang Weiser) Dalam proposal tersebut, Iran mengajukan pembukaan Selat Hormuz ke AS dengan sejumlah syarat. Ketika itu, Araghchi menjelaskan, upaya tersebut akan memakan waktu selama kurang lebih 4 sampai 5 hari. Setelah itu, baru Iran akan membuka Selat Hormuz pada hari ke-6 atau ke-7.
Sebagai gantinya, AS harus membuka blokade terhadap semua pelabuhan milik Iran. Setelah itu, Teheran juga bersedia melanjutkan negosiasi dengan Washington terkait program nuklir mereka. “Jangka waktu tujuh hari akan dimulai segera setelah Amerika Serikat menerima rencana ini,” kata Araghchi dilansir Al Jazeera.





















