Turki Kirim 360 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Lebanon

- Pemerintah Turki mengirim 360 ton bantuan kemanusiaan ke Lebanon untuk membantu para pengungsi akibat serangan Israel, dan bantuan tersebut telah tiba di pelabuhan Beirut.
- Serangan Israel sejak awal Maret 2026 menewaskan lebih dari dua ribu orang, melukai ribuan lainnya, serta memaksa lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi.
- Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata sepuluh hari berkat mediasi Amerika Serikat, dengan Presiden Donald Trump menyerukan semua pihak menghormati kesepakatan tersebut.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Turki telah mengirim 360 ton bantuan kemanusiaan untuk warga Lebanon yang sedang mengungsi karena terdampak serangan Israel. Semua bantuan tersebut sudah sampai di pelabuhan Beirut pada Senin (20/4/2026) untuk segera disalurkan ke para pengungsi. Penerimaan bantuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat Turki dan Lebanon.
“Turki akan selalu mendukung Lebanon dan rakyatnya yang bersahabat. Turki secara konsisten mendukung Lebanon melalui lembaga-lembaga resmi dan organisasi-organisasi non-pemerintahnya,” kata Duta Besar Turki untuk Lebanon, Murat Lutem, yang turut hadir dalam acara penerimaan bantuan di pelabuhan Beirut, seperti dilansir Anadolu Agency.
1. Menteri Pembangunan Lebanon berterima kasih ke Turki

Berkat bantuan ini, Menteri Pembangunan Lebanon, Fadi Makki, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Turki. Makki mengatakan semua bantuan yang diberikan Turki dan negara-negara sahabat lainnya sudah banyak membantu warga Lebanon yang terdampak serangan Israel.
“Dukungan Turki datang pada saat yang krusial dan mencerminkan solidaritas tulus dengan Lebanon dalam menghadapi tantangan saat ini. Dukungan ini tidak hanya terbatas pada aspek kemanusiaan, tetapi juga mencakup sikap politik yang mendukung Lebanon dalam mengutuk serangan Israel,” kata Makki.
“Upaya-upaya ini, bersama dengan dukungan dari negara-negara sahabat, akan membantu para pengungsi kembali ke desa mereka dengan bermartabat,” lanjutnya.
2. Serangan Israel di Lebanon sudah menewaskan ribuan orang

Sebagai informasi, Israel mulai menyerang Lebanon pada 2 Maret 2026 lalu. Serangan tersebut bertujuan untuk membasmi Hizbullah yang sudah membantu Iran berperang melawan Israel dan Amerika Serikat.
Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 2.294 orang. Sementara itu, 7.544 orang lainnya mengalami luka-luka. Di sisi lain, lebih dari 1,2 juta orang di Lebanon juga terpaksa mengungsi ke tempat aman untuk menghindari serangan Israel.
Serangan Israel ke Lebanon ini sudah dikecam oleh banyak pihak, terutama oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB menilai serangan tersebut mengganggu upaya perdamaian di Kawasan Timur Tengah dan gencatan senjata antara AS dan Iran.
3. Israel sudah menyepakati gencatan senjata dengan Lebanon

Namun, Lebanon kini bisa sedikit bernapas lega. Sebab, Israel sudah menyetujui gencatan senjata dengan Lebanon selama sepuluh hari. Kesepakatan itu diraih berkait mediasi dari AS.
Oleh karena itu, Presiden AS, Donald Trump, mengingatkan Hizbullah untuk menghormati gencatan senjata dengan Israel. Mereka tidak boleh melakukan serangan kepada Israel selama gencatan senjata berlangsung. Aturan tersebut juga berlaku bagi Israel.
“Saya harap Hizbullah bertindak dengan baik dan benar selama periode penting ini. Ini akan menjadi momen yang luar biasa bagi mereka jika mereka melakukannya. Tidak ada lagi pembunuhan karena pada akhirnya harus ada perdamaian!” kata Trump dalam unggahan di Truth Social dilansir Al Jazeera.


















