Ukraina Berencana Terjunkan Kapal Penyapu Ranjau ke Selat Hormuz

- Ukraina siap menerjunkan empat kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz guna membantu Inggris dan Prancis menjaga keamanan jalur maritim di Timur Tengah.
- Presiden Volodymyr Zelenskyy menghadiri pertemuan internasional membahas keamanan Selat Hormuz, menekankan pentingnya jalur tersebut bagi perdagangan global seperti Laut Hitam sebelumnya.
- Pemerintah Ukraina mendukung penuh gencatan senjata antara AS dan Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz demi stabilitas diplomasi dan rantai pasokan global.
Jakarta, IDN Times - Ukraina mengungkapkan kesiapan untuk menerjunkan kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz. Langkah ini untuk membantu Inggris dan Prancis yang sudah lebih dahulu menerjunkan kapal ke Timur Tengah.
“Kami siap untuk menawarkan apapun. Terdapat empat kapal penyapu ranjau Ukraina di Portsmouth. Mereka tidak dapat dikirimkan ke Ukraina karena mereka terkendala Konvensi Montreux” terangnya, dikutip dari United24, Rabu (22/4/2026).
Sebelumnya, Ukraina sudah menawarkan penerjunan pakar maritim ke Timur Tengah. Tawaran itu untuk membantu Amerika Serikat (AS) membuka kembali blokade Selat Hormuz.
1. Kapal perang bantuan ke Ukraina bisa diterjunkan ke Timur Tengah
Keempat kapal penyapu ranjau Ukraina tersebut adalah Chernihiv dan Cherkasy yang rencananya akan dikirimkan dari Inggris. Selain itu terdapat dua kapal perang tipe Alkmaar, Mariupol dan Melitopol yang disediakan oleh Belanda dan Belgia.
Selain bersedia mengirimkan kapal perang tersebut, Ukraina juga menawarkan sejumlah operasi maritim di Selat Hormuz. Kiev bersedia menggunakan drone permukaan dan sistem penangkal drone untuk melindungi kapal komersial dari ancaman serangan di Timur Tengah
2. Zelenskyy ikut dalam pertemuan bahas Selat Hormuz
Pekan lalu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy ikut dalam pertemuan untuk membahas keamanan di Selat Hormuz. Menurutnya, pertemuan ini penting karena Selat Hormuz adalah jalur penting di dunia.
“Hari ini, saya akan ikut dalam pertemuan di Selat Hormuz. Banyak dari pemimpin yang berkoordinasi untuk mengamankan Selat Hormuz. Dunia tahu bahwa selat itu penting dan ini sama seperti yang kita alami di Laut Hitam pada 2022 dan 2023. Saat itu, Rusia berniat memblokir akses kita di Laut Hitam,” katanya, dikutip dari Ukrinform.
3. Ukraina dukung perdamaian di Timur Tengah untuk keamanan global
Pada awal April, Ukraina menyampaikan dukungan penuh pada kesepakatan pembukaan Selat Hormuz. Kiev mendukung tercapainya persetujuan gencatan senjata antara AS dan Iran.
“Keputusan gencatan senjata ini penting untuk membuka ruang diplomasi. Ukraina mendukung penuh perdamaian untuk kelanjutan diplomasi yang dapat melindungi rantai pasokan logistik global dan stabilitas pasar,” terang Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi.


















