Viral Penumpang Pria KRL Ngamuk Diduga Pelecehan, Begini Kronologinya

- Sebuah video viral menunjukkan kericuhan di KRL Jakarta Kota–Bogor, saat seorang pria marah dan menuduh penumpang lain melakukan pelecehan seksual.
- KAI Commuter menjelaskan insiden bermula ketika salah satu penumpang merasa area sensitifnya tersentuh, memicu cekcok hingga petugas menurunkan keduanya di Stasiun Pasar Minggu.
- Setelah dimediasi petugas, kedua pihak mengakui terjadi kesalahpahaman dan sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan sambil meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.
Jakarta, IDN Times - Sebuah video yang memperlihatkan kericuhan antarpenumpang di gerbong KRL jalur Jakarta Kota- Bogor viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, nampak seorang pria mengenakan hodie biru emosi dan menarik seorang pria bermasker saat kereta berhenti. Dalam narasi yang beredar, diduga pria tersebut mengalami pelecehan seksual.
"Eh turun loe, turun...," seru pria itu, dengan nada suara tinggi sambil menarik pria bermasker.
Suasana di kereta semakin tidak kondusif, membuat petugas keamanan dari KAI Commuter turun tangan berusaha melerai dan menurunkan mereka dari kereta.
1. Diduga mengalami pelecehan saat di dalam kereta

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menerangkan kegaduhan antar-pengguna yang terjadi di perjalanan Commuter Line No. 1388 relasi Jakarta Kota-Bogor terjadi pada Kamis malam, 23 April 2026, sekitar pukul 19.05 WIB.
"Kejadian bermula saat salah seorang pengguna pada perjalanan Commuter Line tersebut diduga melakukan pelecehan kepada pengguna lainnya," ucapnya saat dikonfirmasi IDN Times, Jumat (24/4/2026).
2. Penumpang merasa area sensitifnya disentuh

Leza menjelaskan saat di perjalanan, salah satu pengguna merasa area sensitifnya tersentuh, sehingga memicu cekcok dan perkelahian antar kedua pengguna KRL tersebut.
“Karena menimbulkan kegaduhan dan mengganggu kenyamanan pengguna lainnya, petugas pengamanan KRL di atas kereta segera menangani, dengan menurunkan keduanya untuk dibawa ke Pos Pengamanan Stasiun Pasar Minggu,” jelasnya.
3. Terjadi kesalahpahaman di dalam kereta

Usai dimintai keterangan dan dilakukan mediasi oleh petugas, kedua pengguna KRL tersebut menyatakan terjadi kesalahpahaman, dan sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.
"Keduanya menyadari adanya kesalahpahaman posisi saat berada di dalam Commuter Line. Kedua pengguna tersebut juga menyampaikan permohonan maaf, karena telah membuat kegaduhan dan ketidaknyamanan bagi pengguna Commuter Line lainnya," ujarnya.


















