Virgin Galactic Dekati Kesiapan Antar Turis ke Luar Angkasa

California, IDN Times – Wisata luar angkasa adalah salah satu ceruk bisnis baru yang sangat menantang dan sangat ambisius. Ketika bumi masih memberikan banyak keajaiban alam dan membuat mata terpukau ketika melihat keajaiban tersebut, ada banyak orang yang membangun mimpi untuk bisa jalan-jalan jauh dari bumi.
Dari banyak mimpi agar bisa pergi jalan-jalan ke luar angkasa, perusahaan-perusahaan swasta hadir untuk mewujudkan mimpi tersebut. SpaceX, Blue Origin, Virgin Galactic dan perusahaan swasta lainnya. Penelitian dan pengembangan teknologi canggih luar angkasa dipelajari agar mampu menjawab mimpi-mimpi itu, dan melihatnya sebagai salah satu bisnis yang mungkin saja menggiurkan.
Sumber biaya yang tinggi untuk melakukan riset, sumber daya manusia yang mumpuni dan pengembangan teknologi peralatan canggih untuk menerbangkan manusia ke ruang angkasa, hanya bisa dilakukan oleh sedikit orang. Kesuksesan paling baru mungkin sudah diraih oleh perusahaan SpaceX milik Elon Musk yang berhasil mengantarkan empat astronot NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Tapi selanjutnya, perusahaan swasta lainnya barangkali akan menyusul kesuksesan SpaceX, salah satu kandidat kuat adalah Virgin Galactic.
1. Uji coba penerbangan pertama dari New Mexico

Perusahaan penerbangan antariksa komersial, Virgin Galactic berencana melakukan uji coba peluncuran pesawat bertenaga roket dari Spaceport America, di sebelah selatan New Mexico. Perusahaan tersebut telah bersiap melakukan penerbangan komersial yang rencananya akan dilakukan tahun depan.
Ini akan menjadi uji coba terbang ke tiga kalinya Virgin Galactic, dan pertama kalinya dari New Mexico. Penerbangan uji coba kali ini rencananya akan dilakukan pada bulan November. Akan tetapi, wabah virus corona yang melanda dunia, termasuk Amerika Serikat, telah menghambat rencana ini. Para awak pesawat sudah bersiap untuk terbang dalam uji coba yang direncanakan.
Melansir dari laman Associated Press, penerbangan uji coba kali ini adalah sebuah riset bagi Virgin Galactic untuk melakukan evaluasi ruang interior kabin tempat pelanggan duduk. Penerbangan uji coba kali ini, akan membawa muatan milik NASA sebagai bagian Program Peluang Penerbangan badan antariksa tersebut (11/12).
Scott McLaughlin, direktur eksekutif sementara di pusat penerbangan New Mexico mengatakan dalam sebuah pernyataan “kami sangat senang menjadi tuan rumah penerbangan luar angkasa manusia pertama dari New Mexico. Ini adalah momen yang luar biasa bagi seluruh negara bagian”.
2. Gagasan awal wisata luar angkasa

Wisata luar angkasa pertama kali muncul sejak akhir tahun 1990an. Saat itu, terjadi kesepakatan antara perusahaan Rusia, MirCorp dengan perusahaan Amerika Serikat Space Adventures Ltd. MirCorp rencananya berusaha menjual penerbangan komersial ke Stasiun Luar Angkasa yang bernama Mir, dan Dennis Tito adalah penumpang pertama yang berasal dari Amerika Serikat.
Rencana pergi ke Mir itu gagal setelah Roscosmos tak lagi mendanai Mir dan Stasiun Luar Angkasa Mir dilakukan deorbitasi. Misi perjalanan ke luar angkasa Dennis Tito kemudian di alihkan menuju ISS (Stasiusn Luar Angkasa Internasional) dengan investasi sebesar 20 juta dolar AS.
Melansir dari laman Britannica, Dennis Tito akhirnya terbang dengan roket Soyuz TM-32 pada 28 April 2001. Tito berada di ISS selama tujuh hari dan dianggap sebagai turis pertama luar angkasa. Tito terbang bersama dua kosmonot Rusia, Talgat Musabayev dan Yury Baturin. Perjalanan Tito itu menimblkan kontroversi di NASA, dan Tito diharuskan melakukan pelatihan terlebih dahulu selama beberapa minggu di fasilitas pelatihan NASA sebelum terbang ke ISS.
Tito kembali ke bumi pada tanggal 6 Mei 2001 bersama kru Soyuz dan mendarat di sebuah stepa wilayah Kazakhstan. Karena pelatihan berat yang dilakukan oleh Tito sebelum terbang, dia menolak disebut sebagai “turis luar angkasa” dan lebih memilih istilah “peserta luar angkasa”. Tito sebelumnya pernah bekerja di NASA, lalu keluar menjalani bisnis di perusahaan investasi. Tito terbang ketika sudah bekerja di perusahaan investasi bernama Wilshire Associates, perusahaan yang menciptakan Dow Jones Wilshire 5000 Composite Index.
3. Tonggak penting penerbangan luar angkasa komersial

Virgin Galactic sebagian besar didanai oleh milayarder Inggris, Sir Richard Brenson. Gagasan yang dilontarkan oleh Virgin Galactic tentang wisata luar angkasa telah membuat banyak orang berminat. Lebih dari 600 orang pelanggan telah membayar, termasuk diantaranya artis Justin Bieber dan Leonardo DiCaprio. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2004.
16 tahun melakukan serangkaian penelitian dan uji coba, mimpi wisata luar angkasa akan segera diwujudkan oleh Virgin Galactic. Namun sebelum itu terjadi, ada beberapa langkah yang harus dilalui sebagai persiapan terakhir. Misi uji coba terbaru ini, rencananya akan dipiloti oleh mantan astronot NASA, CJ Sturckow dan kepala pilot Galactic, Dave Mackay.
Melansir dari laman BBC, presiden Grup Industri Luar Angkasa Inggris, Will Whitehorn mengatakan “Ini akan menjadi sistem yang sangat aman dan berbiaya rendah. Mengembangkannya merupakan terobosan baru dan itu tidak mudah” katanya (12/12). Dia menggambarkan uji coba yang akan dilaksanakan akan menjadi tonggak penting penerbangan luar angkasa komersial.
4. Pulang sebelum mencapai luar angkasa

Uji coba ketiga yang dilakukan oleh Virgin Galactic dengan pesawatnya yang bernama VSS Unity telah tertunda karena wabah COVID-19. Rencananya, uji coba ini akan dilangsungkan pada November 2020. Kini, penerbangan dilakukan pada Sabtu, 12 Desember 2020 dari Spaceport America. Rencananya, Virgin Galactic akan menerbangkan seluruh penumpangnya dari pusat penerbangan antariksa komersial di New Mexico ini.
Penerbangan uji coba yang sudah tertunda, dilaksanakan kemudian di hari Sabtu. Namun, uji coba kali ini juga rupanya gagal. VSS Unity belum mencapai pinggiran luar angkasa, namun sudah kembali lagi ke bumi untuk mendarat. Penerbangan uji coba itu disiarkan secara langsung oleh NASASpaceflight.
Melansir kabar yang diterbitkan oleh The Verge, VSS Unity dibawa oleh pesawat raksasa VMS Eve ke ketinggian 50.000 kaki atau sekitar 15,24 kilometer dari permukaan bumi. Dari ketinggian tersebut, VSS Unity akan lepas dari peawat induk dan menyalakan mesin utama untuk mendaki ke luar angkasa (12/12). Namun, mesin mati dalam beberapa menit kemudian. Pilot VSS Unity menggeser sayap, mengembalikan ke atmosfer bumi, dan mendarat dengan selamat ke landasan pacu. Belum jelas kapan uji coba selanjutnya akan dilakukan setelah kegagalan mencapai luar angkasa kali ini.
Dua penerbangan uji coba Virgin Galactic dilakukan pada akhir tahun 2018 dan awal tahun 2019. Kedua penerbangan uji coba itu dilakukan di Mojave Air dan Spaceport California. New Mexico adalah tempat penerbangan baru, yang rencananya akan digunakan sebagai tempat untuk membawa semua pelanggan yang telah membayar wisata luar angkasa dengan biaya 250.000 dolar AS atau sekitar 3,5 miliar rupiah.


















