Trump Copot Jaksa Agung AS Pam Bondi, Apa Sebabnya?

- Donald Trump mencopot Jaksa Agung Pam Bondi karena ketidakpuasan terhadap kinerjanya, terutama dalam menangani isu sensitif dan kasus hukum yang tidak sesuai harapan presiden.
- Penanganan kontroversial kasus Jeffrey Epstein memperlemah posisi Bondi setelah pernyataannya menimbulkan kebingungan publik dan tekanan politik dari Kongres AS.
- Todd Blanche ditunjuk sebagai pengganti sementara Bondi, sementara Trump masih mempertimbangkan kandidat permanen di tengah spekulasi politik yang terus berkembang.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencopot Jaksa Agung Pam Bondi dari jabatannya di tengah meningkatnya ketegangan internal di Departemen Kehakiman. Keputusan ini disebut sudah dibicarakan Trump dengan sejumlah sekutu dalam beberapa hari terakhir.
Seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut menyebutkan, posisi Bondi untuk sementara akan digantikan oleh Wakil Jaksa Agung Todd Blanche. Pergantian ini dilakukan di tengah ketidakpuasan Trump terhadap kinerja Bondi dalam sejumlah isu penting.
Dalam percakapan langsung yang terjadi pada Rabu, Trump disebut telah memberi sinyal kuat bahwa masa jabatan Bondi tidak akan berlangsung lama. Salah satu sumber menggambarkan percakapan itu sebagai keras.
Meski dicopot, Bondi disebut tidak sepenuhnya ditinggalkan. Ia disebut akan diberikan posisi lain di masa mendatang, bahkan sempat ditawari kemungkinan menjadi hakim setelah meninggalkan Departemen Kehakiman.
Di sisi lain, Trump secara terbuka tetap memberikan pernyataan positif terkait Bondi. “Jaksa Agung Pam Bondi adalah sosok yang luar biasa dan dia melakukan pekerjaan dengan baik,” kata Trump dalam sebuah pernyataan.
1. Kekecewaan Trump pada Pam Bondi

Pencopotan Bondi tidak terjadi secara tiba-tiba. Sejumlah sumber menyebut Trump telah lama merasa frustrasi terhadap kinerjanya, terutama dalam menangani sejumlah isu sensitif.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah penanganan berkas kasus Jeffrey Epstein. Trump dan lingkarannya disebut tidak puas dengan cara Bondi mengelola informasi terkait kasus tersebut.
Selain itu, Trump juga disebut kecewa karena Bondi dianggap tidak cukup agresif dalam menyelidiki dan menuntut lawan-lawan politiknya. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memperburuk hubungan keduanya.
Dalam beberapa kasus, Departemen Kehakiman memang sempat mengajukan dakwaan terhadap tokoh-tokoh seperti mantan Direktur FBI James Comey dan Jaksa Agung New York Letitia James. Namun, dakwaan tersebut gugur setelah hakim memutuskan jaksa yang menangani kasus itu tidak sah secara hukum.
Dilansir dari CNN, Kamis (2/4/2026), hal ini memperkuat persepsi di internal terkait upaya hukum yang diharapkan Trump tidak berjalan sesuai keinginannya.
2. Kasus Epstein dan tekanan politik

Penanganan kasus Jeffrey Epstein menjadi salah satu titik krusial yang memperlemah posisi Bondi. Pernyataannya dalam wawancara pada Februari 2025 sempat memicu kontroversi.
Saat itu, Bondi mengatakan daftar klien Epstein
sedang berada di meja saya untuk ditinjau. Namun, kemudian Departemen Kehakiman menyatakan tidak ada daftar tersebut, yang memicu kebingungan publik.
Belakangan, Bondi mengklarifikasi yang dimaksud adalah keseluruhan dokumen terkait kasus Epstein, seperti catatan penerbangan, bukan daftar klien spesifik.
Di tengah polemik tersebut, Bondi juga menghadapi tekanan dari Kongres. Ia dijadwalkan untuk memberikan kesaksian terkait kasus Epstein setelah menerima panggilan dari House Oversight Committee.
Ketika sebelumnya hadir secara sukarela pada pertengahan Maret, anggota legislatif dari Partai Demokrat sempat meninggalkan ruangan dalam waktu singkat. Sementara itu, Ketua Komite dari Partai Republik, James Comer, mengatakan, “Saya pribadi tidak melihat alasan baginya untuk melakukan deposisi.”
3. Pengganti sementara Pam Bon, siapa dia?

Untuk sementara, posisi Jaksa Agung akan diisi oleh Wakil Jaksa Agung Todd Blanche. Namun, langkah ini dinilai hanya bersifat sementara sambil menunggu keputusan permanen dari Trump.
Sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat pengganti, termasuk Administrator Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Lee Zeldin. Nama Zeldin sebelumnya juga sempat dipertimbangkan pada awal tahun.
Pembahasan mengenai kemungkinan pergantian ini kembali menguat dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah isu Epstein kembali menjadi perhatian publik.
Di sisi lain, Bondi sendiri disebut sempat mempertanyakan posisinya kepada orang-orang terdekatnya. Hal ini menunjukkan ketidakpastian yang ia rasakan terkait dukungan dari presiden.
Dalam beberapa pekan terakhir, Bondi justru terlihat semakin sering berada di dekat Trump, termasuk menghadiri sidang Mahkamah Agung bersama presiden. Langkah ini berbeda dengan pendekatan sejumlah pejabat di masa lalu yang justru menjaga jarak saat hubungan dengan presiden memburuk.

















