Dilansir The Strait Times, Senin (22/6/2026), saat ini, ada 78 tenaga medis di DRC yang sudah terinfeksi Ebola. Mereka semua terdiri dari perawat dan dokter. Menurut keterangan Institut Kesehatan Masyarakat Nasional DRC, dari jumlah tersebut, 18 di antaranya sudah dinyatakan tewas.
Wabah Ebola di Kongo Makin Parah, Tenaga Medis Mulai Tumbang

- Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo makin parah dengan lebih dari 1.000 kasus infeksi dan 254 korban tewas, sementara 100 pasien dilaporkan telah sembuh.
- Sebanyak 78 tenaga medis di DRC terinfeksi Ebola, termasuk 18 yang meninggal, sebagian besar tertular di fasilitas kesehatan lokal yang belum memenuhi standar pencegahan.
- WHO menetapkan wabah Ebola di DRC sebagai darurat kesehatan internasional, sementara China mengirim tim ahli medis untuk membantu penanganan wabah tersebut.
1. Tenaga medis yang tewas berasal dari fasilitas kesehatan setempat

Semua tenaga medis yang tewas akibat infeksi Ebola tadi berasal dari fasilitas kesehatan (faskes) setempat, bukan dari fasilitas kesehatan yang menampung para pasien Ebola di DRC. Hal ini kemungkinan besar disebabkan sistem keamanan di faskes tersebut yang tidak memenuhi standar pencegahan Ebola.
“Sejauh ini, semua petugas kesehatan yang terinfeksi tertular berasal dari luar fasilitas perawatan Ebola di DRC,” kata Kepala Medis di DRC untuk International Medical Corps, Abdou Sebushishe.
2. Kasus infeksi dan kematian karena infeksi Ebola di DRC bertambah

Saat ini, kasus infeksi Ebola di DRC sudah meningkat menjadi 1.003. Jumlah korban tewas akibat infeksi virus berbahaya tersebut juga ikut meningkat menjadi 254. Beruntungnya, jumlah pasien yang berhasil sembuh mengalami peningkatan.
Saat ini, jumlah pasien yang berhasil sembuh dari wabah Ebola di DRC meningkat menjadi 100 orang. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) DRC, peningkatan ini menunjukkan bahwa penanganan pasien Ebola berjalan sukses. Kendati demikian, Kemenkes DRC mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada.
3. Wabah Ebola di DRC sudah ditetapkan WHO sebagai darurat internasional

Pada Mei lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah Ebola di DRC sebagai darurat kesehatan internasional. Sebab, wabah Ebola di sana berpotensi menyebar ke negara lain, terutama ke negara-negara di Afrika. Oleh karena itu, WHO mengingatkan semua warga di negara Afrika, terutama yang letaknya berdekatan dengan DRC, untuk waspada.
Untuk mengatasi wabah Ebola, DRC sudah mendapatkan bantuan dari China. Sebab, pada awal Juni lalu, Beijing sudah mengirim tenaga ahli medis ke DRC untuk mengatasi wabah tersebut. Tim ahli medis yang dikirim China ke DRC dikabarkan sudah sangat berpengalaman, terutama dalam menangani wabah. Oleh karena itu, China optimistis bisa membantu DRC untuk mengatasi wabah Ebola yang kini sedang merebak.










![[QUIZ] Tebak Nama Presiden Negara Peserta Piala Dunia 2026 Saat Ini, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20260626/upload_eb303502a2c25570fd881db56061c870_42c4a4ab-ef89-471a-80da-777dc3f4c599.jpg)







