Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wabah Ebola di Kongo Makin Parah, Tenaga Medis Mulai Tumbang

Wabah Ebola di Kongo Makin Parah, Tenaga Medis Mulai Tumbang
potret virus Ebola yang dilihat dari mikroskop elektron (unsplash.com/National Institute of Allergy and Infectious Diseases)
Intinya Sih
  • Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo makin parah dengan lebih dari 1.000 kasus infeksi dan 254 korban tewas, sementara 100 pasien dilaporkan telah sembuh.
  • Sebanyak 78 tenaga medis di DRC terinfeksi Ebola, termasuk 18 yang meninggal, sebagian besar tertular di fasilitas kesehatan lokal yang belum memenuhi standar pencegahan.
  • WHO menetapkan wabah Ebola di DRC sebagai darurat kesehatan internasional, sementara China mengirim tim ahli medis untuk membantu penanganan wabah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wabah virus Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dilaporkan makin parah. Berdasarkan data terbaru, kasus infeksi Ebola di DRC kini sudah mencapai lebih dari 1.000. Tenaga medis di DRC kini juga mulai bertumbangan karena terinfeksi virus tersebut. 

Dilansir The Strait Times, Senin (22/6/2026), saat ini, ada 78 tenaga medis di DRC yang sudah terinfeksi Ebola. Mereka semua terdiri dari perawat dan dokter. Menurut keterangan Institut Kesehatan Masyarakat Nasional DRC, dari jumlah tersebut, 18 di antaranya sudah dinyatakan tewas.  

1. Tenaga medis yang tewas berasal dari fasilitas kesehatan setempat

Tenaga kesehatan sedang bertugas.
potret tenaga medis (pexels.com/DΛVΞ GΛRCIΛ)

Semua tenaga medis yang tewas akibat infeksi Ebola tadi berasal dari fasilitas kesehatan (faskes) setempat, bukan dari fasilitas kesehatan yang menampung para pasien Ebola di DRC. Hal ini kemungkinan besar disebabkan sistem keamanan di faskes tersebut yang tidak memenuhi standar pencegahan Ebola.  

“Sejauh ini, semua petugas kesehatan yang terinfeksi tertular berasal dari luar fasilitas perawatan Ebola di DRC,” kata Kepala Medis di DRC untuk International Medical Corps, Abdou Sebushishe. 

2. Kasus infeksi dan kematian karena infeksi Ebola di DRC bertambah

Korban tewas.
ilustrasi korban tewas (pexels.com/Mario Wallner)

Saat ini, kasus infeksi Ebola di DRC sudah meningkat menjadi 1.003. Jumlah korban tewas akibat infeksi virus berbahaya tersebut juga ikut meningkat menjadi 254. Beruntungnya, jumlah pasien yang berhasil sembuh mengalami peningkatan. 

Saat ini, jumlah pasien yang berhasil sembuh dari wabah Ebola di DRC meningkat menjadi 100 orang. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) DRC, peningkatan ini menunjukkan bahwa penanganan pasien Ebola berjalan sukses. Kendati demikian, Kemenkes DRC mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada.

3. Wabah Ebola di DRC sudah ditetapkan WHO sebagai darurat internasional

Logo asli WHO.
logo WHO (pixabay.com/padrinan)

Pada Mei lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah Ebola di DRC sebagai darurat kesehatan internasional. Sebab, wabah Ebola di sana berpotensi menyebar ke negara lain, terutama ke negara-negara di Afrika. Oleh karena itu, WHO mengingatkan semua warga di negara Afrika, terutama yang letaknya berdekatan dengan DRC, untuk waspada.

Untuk mengatasi wabah Ebola, DRC sudah mendapatkan bantuan dari China. Sebab, pada awal Juni lalu, Beijing sudah mengirim tenaga ahli medis ke DRC untuk mengatasi wabah tersebut. Tim ahli medis yang dikirim China ke DRC dikabarkan sudah sangat berpengalaman, terutama dalam menangani wabah. Oleh karena itu, China optimistis bisa membantu DRC untuk mengatasi wabah Ebola yang kini sedang merebak. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More