ilustrasi training to failure (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Jika ingin mencapai sekitar 10 set per otot, kamu bisa membaginya ke dua sesi latihan, misalnya lima set per sesi. Pembagian ini membantu mengatur jadwal dan beban latihan. Kamu tidak harus menuntaskan semua set dalam satu kali latihan.
Bagi yang baru mulai, tidak perlu memaksakan volume tinggi sejak awal. Mulailah dengan jumlah yang bisa dilakukan dengan teknik yang baik, lalu tingkatkan secara bertahap sambil memperhatikan kemampuan pulih.
ACSM menekankan latihan beban progresif dan konsistensi, serta menyebut bahwa latihan sampai otot benar-benar tidak mampu melakukan repetisi lagi tidak selalu memberi hasil yang lebih baik.
Jadi, patokan singkatnya: sekitar 10 set kerja per otot per minggu. Hitung total mingguan, bagikan ke sesi yang bisa kamu jalani dengan konsisten, lalu sesuaikan volumenya dengan kemajuan dan pemulihan tubuh. Ingat, jangan memforsir diri, ya!
Sepuluh set itu dihitung per latihan atau per minggu? | Per kelompok otot dalam seminggu. Set dari beberapa gerakan bisa dijumlahkan. |
Apakah semua 10 set harus dilakukan dalam satu sesi? | Tidak. Kamu bisa membaginya ke dua atau lebih sesi latihan. |
Haruskah setiap set dilakukan sampai otot benar-benar tidak sanggup lagi? | Tidak selalu. Latihan sampai gagal tidak terbukti konsisten memberi hasil lebih baik untuk semua orang. |
Referensi
Brad S. Currier et al., “American College of Sports Medicine Position Stand. Resistance Training Prescription for Muscle Function, Hypertrophy, and Physical Performance in Healthy Adults: An Overview of Reviews,” Medicine & Science in Sports & Exercise 58, no. 4 (2026): 851–72, https://doi.org/10.1249/MSS.0000000000003897.
Joshua C. Pelland, Jacob F. Remmert, Zac P. Robinson, Seth R. Hinson, and Michael C. Zourdos, “The Resistance Training Dose Response: Meta-Regressions Exploring the Effects of Weekly Volume and Frequency on Muscle Hypertrophy and Strength Gains,” Sports Medicine 56, no. 2 (2026): 481–505, https://doi.org/10.1007/s40279-025-02344-w.