- PT Pegadaian: 34 kasus COVID-19
- Kimia Farma pusat: 31 kasus COVID-19
- BRI Kemayoran: 30 kasus COVID-19
- Bank BTN Pusat: 24 kasus COVID-19
- BRI: 19 kasus COVID-19
- BRI Finance kantor pusat: 18 kasus COVID-19
- BRI Tanjung Priok 15 kasus COVID-19
- PLN: 9 kasus COVID-19
- Pertamina pusat: 8 kasus COVID-19
- PT Telkom: 8 kasus COVID-19
- Bank BNI 46: 7 kasus COVID-19
- RNI Waskita: 7 kasus COVID-19
- BTPN Setiabudi: 6 kasus COVID-19
- PT Hutama Karya: 6 kasus COVID-19
- Bank Indonesia: 5 kasus COVID-19
- BTPN: 4 kasus COVID-19
- Kantor BRI Kebon Besar: 4 kasus COVID-19
- Pertamina: 3 kasus COVID-19
- PT Pertamina Drilling Contractor (PDC): 3 kasus COVID-19
- BPH Migas: 2 kasus COVID-19
- Mandiri Sekuritas: 2 kasus COVID-19
- PT Antam: 2 kasus COVID-19
- PT ASDP Indonesia Ferry: 2 kasus COVID-19
- PT KAI (Stasiun Cikini): 2 kasus COVID-19
- PT KAI (Stasiun Gondangdia): 2 kasus COVID-19
253 Orang Positif COVID-19 dari Klaster BUMN, Ini Sebarannya

Jakarta, IDN Times - Pandemik virus corona atau COVID-19 juga masuk ke lingkungan kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Data terakhir yang dirilis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan ada 253 orang positif COVID-19 dari klaster kantor BUMN di Jakarta.
Berikut sebaran klaster di sejumlah kantor BUMN yang tersebar di wilayah Jakarta.
1. Klaster muncul dari berbagai BUMN

Berdasarkan data per 18 September 2020, klaster-klaster COVID-19 di tersebar di sejumlah BUMN yang bergerak di berbagai bidang, seperti pegadaian, perbankan, jasa, hingga perhubungan. Bahkan PT Antam, PLN, hingga Pertamina ikut terpapar virus corona.
2. Daftar lengkap klaster COVID-19 di BUMN

Secara keseluruhan, Pemprov DKI Jakarta mencatat ada 25 perkantoran BUMN yang menjadi klaster COVID-19. Berikut daftar lengkapnya:
3. Ada 67.638 orang positif COVID-19 di Jakarta

Hingga Kamis, 25 September 2020 terdapat 67.638 orang positif COVID-19 dengan 13.232 di antaranya merupakan kasus aktif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52.782 orang atau 78 persen di antaranya sembuh. Selain itu, 1.664 orang atau 2,5 persen di antaranya meninggal dunia.



















