Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Cara Kemenristekdikti Cegah Terorisme di Kampus Pasca-Penangkapan Teroris di Unri

3 Cara Kemenristekdikti Cegah Terorisme di Kampus Pasca-Penangkapan Teroris di Unri
Teroris Riau

Jakarta, IDN Times - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berupaya meningkatkan sistem keamanan kampus pasca- peristiwa penangkapan tiga terduga teroris di Universitas Riau (Unri). Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran paham radikal yang berujung pada aksi teror.

1. Kemenristekdikti akan mengumpulkan rektor

IDN Times/Sukma Shakti
IDN Times/Sukma Shakti

Langkah pertama yang dilakukan Kemenristekdikti adalah memanggil pemangku kebijakan dalam lingkup pendidikan tinggi.

"Kami sudah memanggil. Nanti pada 25 Juni akan mengumpulkan rektor PTN, direktur politeknik, dan kopertis. Saya akan sampaikan detail bagaimana sistem pengamanan dalam kampus," ujar Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Jakarta, Senin (4/6).

2. Memperketat perekrutan dosen dan mahasiswa

Teroris Riau
Teroris Riau

Kemenristekdikti juga akan memperketat perekrutan dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi. Hal itu dilakukan guna mendeteksi secara dini bibit-bibit radikalisme.

"Kalau terduga teroris tidak akan diangkat (menjadi dosen). Supaya tetap dalam kondisi aman. Kalau kampus tetap dalam bahaya, perekrutan mahasiswa juga harus ketat. Database mereka dimasukkan semua. Kalau mereka mengganggu stabilitas keamanan, mereka mengganggu Indonesia, semua rektor tanggung jawab," kata Nasir.

3. Meningkatkan kerja sama dengan BNPT

IDN Times/Sukma Shakti
IDN Times/Sukma Shakti

Langkah lainnya adalah dengan meningkatkan kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). BNPT berada dalam ranah penindakan, sementara pihak kampus bertugas mengawasi kampus.

"Kami bekerja sama dengan BNPT sejak 2015, sudah tanda tangan MoU. Sekarang terus berjalan," ungkap Nasir.

Share
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

Israel Tangkap Empat Prajurit, Diduga Mata-mata Iran

08 Apr 2026, 06:09 WIBNews