9 Jemaah Haji RI Wafat di Saudi, 58 Dirawat di Rumah Sakit

- Kemenhaj mencatat 9 jemaah haji Indonesia wafat di Arab Saudi, sementara 58 lainnya masih dirawat di rumah sakit akibat penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan.
- Pemerintah memperkuat tata kelola layanan kursi roda agar lebih aman, terstandar, dan bebas pungutan liar bagi lansia serta jemaah dengan keterbatasan mobilitas.
- Kemenhaj mengimbau jemaah menjaga kesehatan di tengah suhu ekstrem 39–43°C dengan memakai pelindung diri, masker, dan menjaga asupan cairan selama beribadah.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) merilis data operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 hari ke-14. Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan data per Minggu (3/5/2026), sudah ada 211 kelompok terbang (kloter) dengan 81.992 jemaah dan 841 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Maria menerangkan, dari data tersebut, 199 kloter dengan 77.269 jemaah dan 793 petugas sudah tiba di Madinah. Maria mengatakan, pergerakan jemaah haji dari Madinah ke Makkah dilakukan secara bertahap.
Saat ini, ada 52 kloter berjumlah 20.689 jemaah dan 212 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan persiapan puncak ibadah haji.
“Alhamdulillah, hingga hari ke-14 operasional, seluruh proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah berjalan lancar dan terkendali. Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan pendampingan petugas di seluruh titik layanan, baik di embarkasi, Madinah, maupun dalam perjalanan menuju Makkah,” ujar Maria dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
1. Ada 9 jemaah haji Indonesia wafat

Dalam kesempatan itu, Maria menyampaikan, ada 9 jemaah haji Indonesia wafat di Arab Saudi. Selain itu, ada secara kumulatif tercatat 8.575 jemaah menjalani rawat jalan, 130 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta 172 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Berdasarkan data Kemenhaj, masih ada 58 jemaah yang masih menjalani perawatan di RSAS. Penyebab jemaah yang meninggal dunia mayoritas karena penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya jemaah haji Indonesia. PPIH memastikan seluruh hak jemaah terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucap dia.
2. Kemenhaj juga perkuat tata kelola layanan jasa dorong

Lebih lanjut, Maria menyampaikan, Kemenhaj juga terus memperkuat kualitas layanan jasa dorong kursi roda. Ini merupakan bagia ndari layanan ramah lansia, penyandang disabilitas dan jemaah yang memiliki keterbatasan dalam bergerak.
Layanan jasa dorong kursi roda juga terstandar, terkoordinasi, dan berbasis kebutuhan, mencakup layanan di sektor, transportasi antarkota, serta di area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Setiap pengguna layanan dan petugas diwajibkan memiliki Kartu Kendali resmi yang diterbitkan oleh PPIH.
“Kami memperkuat tata kelola layanan kursi roda untuk memastikan layanan ini tepat sasaran, aman, dan bebas dari praktik penyimpangan. Seluruh layanan harus melalui mekanisme resmi, dan tidak boleh ada pungutan liar dalam bentuk apa pun,” kata Maria.
Maria juga mengimbau jemaah untuk tidak menggunakan jasa dorong kursi roda di luar prosedur resmi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
“Kami mengimbau jemaah untuk tidak menggunakan jasa dorong non-prosedural karena berisiko dari sisi keamanan dan berpotensi menimbulkan biaya yang tidak wajar,” ujar Maria.
3. Jaga kesehatan

Kemenhaj juga mengimbau jemaah haji untuk terus menjaga kesehatan. Terlebih, suhu di Makkah dan Madinah bisa mencapai 39-43 derajat celcius. Bila ingin bepergian, diimbau menggunakan payung, topi, masker, alas kaki hingga menjaga kecukupan cairan tubuh.
“Kami mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca panas. Gunakan pelindung diri dan pastikan kebutuhan cairan terpenuhi agar ibadah tetap berjalan dengan baik,” imbuhnya.

















