Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cerita Cak Imin Jadi Panglima Santri hingga Perjuangkan UU Pesantren

Cerita Cak Imin Jadi Panglima Santri hingga Perjuangkan UU Pesantren
Cawapres nomor urut satu, Muhaimin Iskandar berjanji akan menambah kuota LPDP afirmasi untuk santri. (IDN Times/Amir Faisol)

Bangkalan, IDN Times - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, bercerita awal mula dinisbatkan sebagai panglima santri oleh para ulama dan kiyai. 

Cerita itu bermula ketika tahun 2014 silam, Presiden Joko "Jokowi" Widodo dan Jusuf "JK" Kalla meminta dukungan PKB untuk maju pada Pilpres 2014.

Saat itu, Cak Imin merestui pasangan Jokowi-JK dengan syarat mau mengakui tanggal 22 Oktober menjadi Hari Santri Nasional. 

Hal tersebut disampaikan Cak Imin saat menghadiri acara kampanye dialogis bersama para santri di pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Madura, Rabu (31/1/2024) malam.

"Alhamdulillah begitu dilantik menjadi presiden langsung membuat peraturan presiden yang memutuskan 22 Oktober sebagai hari santri nasional," kata dia.

  1. 1. Puluhan ribu kiyai berkumpul di Jember dan menisbatkan Cak Imin jadi Panglima Santri

    Cawapres nomor urut satu Muhaimin Iskandar saat mengunjungi situs sejarah Candi Gayatri di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. (IDN Times/Amir Faisol)
    Cawapres nomor urut satu Muhaimin Iskandar saat mengunjungi situs sejarah Candi Gayatri di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. (IDN Times/Amir Faisol)

    Cak Imin mengatakan sebanyak 50 ribu kiyai dan ulama berkumpul di Jember, Jawa Timur untuk merayakan terwujudnya hari santri nasional. Dalam pertemuan itu, ia kemudian dipercayai sebagai Panglima Santri Nasional. 

    Setelah menjadi panglima santri, Cak Imin mengaku termotivasi untuk menyusun undang-undang (UU) nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yang didalamnya juga mengatur dana abadi pesantren. 

    Cak Imin mengklaim kalau dirinya tidak panglima santri, mungkin undang-undang pesantren mungkin saja tidak terwujud. UU Pesantren ibuat sebagai penguat dari hari santri nasional. 

    "Sejak jadi panglima santri, termotivasi terus akhirnya saya susun UU Pesantren. Kalau saya nggak ditunjuk jadi panglima santri mungkin UU Pesantren belum tentu terwujud," kata dia.

  2. 2. Punya kegelisahan tentang minimnya sejarah Syaichona Cholil hingga Hasyim Asy'ari

    Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar saat melakukan dialog bersama para pelaku budidaya air tawar di Tulungagung, Jawa Timur. (IDN Times/Amir Faisol)
    Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar saat melakukan dialog bersama para pelaku budidaya air tawar di Tulungagung, Jawa Timur. (IDN Times/Amir Faisol)

    Cawapres nomor urut satu itu juga bercerita kegelisahan terhadap minimnya sejarah yang menjelaskan mengenai peran dan kehidupan KH Hasyim Asy'ari (pendiri Nahdlatul Ulama), Syaichona Cholil Bangkalan, dan sang kakek, KH Bisri Syansuri.

    Saat masih kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Cak Imin mengaku membuat kajian untuk menelusuri jejak para ulama-ulama tersebut hingga banyak menemukan di arsip nasional.

    Akan tetapi cerita tentang ulama-ulama tersebut tak pernah tersalurkan dan hanya menjadi catatan yang ditumpuk di arsip nasional. Padahal, mereka berperan besar bagi kemerdekaan bangsa Indonesia.

    "Kita berkeyakinan akhirnya berkesimpulan secara objektif bahwa beliau-beliau itu adalah yang memerdekakan dan berjuang mengusir penjajah," ujarnya. 

    Cak Imin bertekad bahwa cerita tentang para ulama itu tidak boleh ditutup-tutupi. Sebab pada zaman orde baru peran ulama ditutup-tutupi. 

    "Begitu reformasi terwujud, mulai kita rintis pengakuan ulama-ulama sebagai pejuang masuk menjadi mata pelajaran sejarah seluruh pendidikan nasional kita," katanya. 

  3. 3. Cak Imin janji bakal perjuangan Syaichona Cholil-Hasyim Asy'ari sebagai pahlawan nasional

    Cawapres nomor urut satu, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin seusai menghadiri kampanye dialogis bersama ratusan mahasiswa di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah. (IDN Times/Amir Faisol)
    Cawapres nomor urut satu, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin seusai menghadiri kampanye dialogis bersama ratusan mahasiswa di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah. (IDN Times/Amir Faisol)

    Cak Imin berjanji akan memperjuangkan supaya nama Muhammad Cholil dari Bangkalan ditetapkan pemerintah sebagai pahlawan nasional atas dedikasinya terhadap perjuanganan bangsa ini. 

    Ia pun berharap pasangannya pada Pilpres 2024 nanti, yaitu Anies Baswedan bisa menyematkan tanda jasa kepada para ulama-ulama tersebut sebagai para pahlawan nasional. 

    "Jadi kita merasa terhormat kalau yang menetapkan itu namanya Anies-Muhaimin," ujarnya.

    Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.

Related Articles

See More