APPMBGI: Kompleksitas Program MBG Lampaui Penyelenggaraan Pemilu

- Ketua APPMBGI menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat kompleks, bahkan melampaui penyelenggaraan pemilu karena menyangkut asupan gizi harian anak-anak dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
- APPMBGI menegaskan potensi besar MBG dalam menekan stunting dan meningkatkan kesehatan generasi muda, namun menekankan perlunya perbaikan berkelanjutan serta keterbukaan terhadap kritik publik.
- Untuk memperkuat pelaksanaan MBG, APPMBGI mengusulkan pembentukan Tim Asistensi Independen yang memberi rekomendasi berbasis riset dan mendorong kolaborasi lintas sektor demi keberhasilan program nasional ini.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pendukung Program Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), Abdul Rivai Ras, mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis nasional yang memiliki kompleksitas tinggi.
Menurut dia, banyaknya kritik dan pertanyaan, mulai dari tata kelola, kualitas pelaksanaan, hingga tantangan operasional di lapangan terhadap program MBG merupakan hal yang wajar dalam program berskala besar.
Oleh karena itu, keberadaan kekurangan dalam tahap awal implementasi dinilai sebagai bagian dari proses menuju perbaikan.
“Program MBG merupakan program strategis berskala nasional yang bersifat kolosal dan multidimensi. Sebagai intervensi gizi masyarakat yang dilaksanakan secara masif setiap hari sepanjang tahun, wajar jika masih terdapat berbagai kekurangan dan area perbaikan,” ujar dia dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
1. Kompleksitas program MBG melampaui penyelenggaraan pemilu

Dia mengatakan, kompleksitas program MBG melampaui penyelenggaraan pemilu yang hanya berlangsung lima tahunan.
Menurut dia, MBG membutuhkan tingkat presisi lebih tinggi karena berkaitan langsung dengan asupan gizi harian masyarakat, khususnya anak-anak.
“Pemilu saja, meski sudah berulang kali diselenggarakan, masih senantiasa memerlukan evaluasi dan penyempurnaan. MBG harus lebih presisi karena menyangkut asupan gizi harian yang langsung memengaruhi tumbuh kembang anak-anak dan generasi penerus bangsa. Ini bukan sekadar distribusi makanan, melainkan investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata dia.
2. Potensi besar, butuh proses berkelanjutan

Dari perspektif gizi dan kesehatan masyarakat, APPMBGI menilai program MBG memiliki potensi besar. Program ini diyakini mampu menekan angka stunting, meningkatkan capaian belajar anak, serta memperkuat fondasi kesehatan generasi mendatang.
Namun demikian, Rivai Ras mengingatkan, transformasi sistemik seperti MBG tidak bisa berjalan sempurna dalam waktu singkat. Diperlukan pendekatan berbasis data, kesabaran kolektif, serta perbaikan berkelanjutan untuk mencapai hasil optimal.
APPMBGI juga menekankan pentingnya keterbukaan terhadap kritik dan masukan publik. Organisasi ini mengajak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjadikan kritik sebagai energi positif dalam memperbaiki pelaksanaan program.
“Kami mengajak BGN untuk semakin membuka diri. Kritik yang berkembang harus dijadikan energi positif untuk memperbaiki tata kelola, rantai pasok, kualitas bahan baku, serta standar higiene dan nutrisi,” kata dia.
3. APPMBGI usul pembentukan tim asistensi independen

Selain itu, APPMBGI mengusulkan pembentukan Tim Asistensi Independen untuk mendampingi BGN. Tim ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi berbasis riset serta solusi teknis lintas sektor.
“APPMBGI siap berkontribusi aktif dan memberikan dukungan penuh apabila diperlukan. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sipil merupakan kunci keberhasilan program ini,” ujar dia.
Rivai Ras menyampaikan pentingnya perspektif jangka panjang dalam program MBG.
“MBG adalah investasi bangsa yang paling mendasar. Masa depan Indonesia sangat bergantung pada apa yang kita berikan hari ini kepada anak-anak kita. Mari kita kelola dengan kesabaran, ketelitian, dan semangat gotong royong yang tinggi," kata dia.
APPMBGI pun menyatakan komitmennya untuk terus mendukung perbaikan program MBG agar mampu mencapai target gizi nasional secara optimal dan berkelanjutan.

















