Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rizieq Shihab Wanti-wanti Prabowo soal Yaman, Singgung Jenderal Baliho di Istana

Rizieq Shihab Wanti-wanti Prabowo soal Yaman, Singgung Jenderal Baliho di Istana
Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI) Rizieq Shihab ketika menyampaikan ceramah. (Tangkapan layar YouTube Official Islamic Brotherhood TV)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Rizieq Shihab menegur Presiden Prabowo karena menyebut Yaman dalam pidato, menegaskan bahwa Yaman bukan musuh Indonesia dan meminta agar hal itu tidak diulang lagi.
  • Rizieq menduga ucapan Prabowo dipengaruhi penasihatnya, yang ia sebut sebagai 'Jenderal Baliho', diduga merujuk pada Dudung Abdurachman yang kini menjabat Kepala Staf Presiden.
  • Dudung Abdurachman menanggapi santai tudingan Rizieq dan meminta publik untuk tidak mempercayai atau memedulikan komentar Rizieq terkait isu tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Imam besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Rizieq Shihab, wanti-wanti Presiden Prabowo Subianto agar tidak membawa-bawa Yaman dalam narasi pidatonya. Ia justru bingung mengapa nama negara tersebut ikut diseret dalam isu domestik di Tanah Air.

Diketahui, Prabowo menyampaikan pernyataan itu pada Rabu (29/4/2026) di Cilacap, Jawa Tengah saat melakukan groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II. Ketika itu, Prabowo menyinggung kembali soal narasi 'Indonesia Gelap' dan 'Kabur Aja Dulu'. Tiba-tiba Prabowo menyebut bila ada yang mau kabur ke Yaman maka tak akan dihalang-halangi oleh pemerintah.

Padahal, Yaman tidak pernah menjadi musuh Indonesia. Bila Prabowo terus mengulangi narasi serupa di dalam pidatonya, Rizieq mengaku siap untuk melawan.

"Tahu dosa Yaman apa sama dia. Pake nyebut-nyebut Yaman, ada apa? Eh, Yaman itu bukan musuh Bangsa Indonesia!" ujar Rizieq di dalam ceramahnya yang dikutip dari akun YouTube Official Islamic Brotherhood TV, Senin (4/5/2026).

"Tapi, mudah-mudahan ini yang pertama dan terakhir untuk Bapak Presiden. Kita doakan agar Bapak Presiden dapat taufik dan hidayah," imbuhnya.

1. Rizieq duga Prabowo terpengaruh penasihat khususnya

Presiden Prabowo Subianto (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Presiden Prabowo Subianto (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Lebih lanjut, Rizieq menduga Prabowo menyampaikan kata Yaman dalam narasi pidatonya karena terpengaruh oleh orang terdekatnya. Ia menyebut, ada sosok provokator yang diajak bicara oleh Prabowo. Padahal, selama 1,5 tahun memimpin Indonesia, Prabowo tak pernah menyebut-nyebut kata Yaman dalam narasi pidatonya.

"Minta nasihatnya sama orang jelek. Dulu kan yang bicara begitu bukan presiden. Ada menteri segala urusan. Tahu kan? Dipanggil lagi, ditemuin dan diajak ngobrol. Ada apa?" tanya Rizieq heran.

"Akhirnya, nular. Minta nasihat ke orang bejat akan dapat nasihat bejat," imbuhnya.

Ia kemudian menyinggung sosok yang disebut sebagai jenderal baliho dan sempat tak masuk ke dalam kabinet. Tetapi, belakangan sosok tersebut dijadikan penasihat presiden bidang pertahanan nasional. Meski tak menyebut nama, tetapi individu tersebut diduga adalah Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Dudung kini dilantik sebagai Kepala Staf Presiden (KSP).

Rizieq kemudian mengungkit peristiwa lalu di mana Dudung ikut dalam jumpa pers yang diklaim sebagai kebohongan mengenai insiden penembakan terhadap enam anggota FPI. Dudung ketika itu ikut dalam gelar perkara dan turut memegang pedang yang dijadikan barang bukti.

"Di situ disebut syuhada bawa senjata mau menyerang polisi. Itu bohong! Orang ini diduga terlibat," katanya.

Rizieq pun mengaku heran mengapa Prabowo mengangkat Dudung sebagai penasihat khusus bidang pertahanan nasional. Ia menduga kata-kata 'pergi ke Yaman' ditularkan oleh Dudung.

"Karena memang sejak awal Jenderal Baliho ini benci Yaman," imbuhnya.

Dudung pada 2021 lalu dijuluki sebagai jenderal baliho lantaran saat masih menjabat sebagai Panglima Kodam Jaya, ia memerintahkan anak buahnya menurunkan spanduk dan baliho yang terafilisasi dengan organisasi terlarang Front Pembela Islam (FPI). Organisasi itu dinyatakan terlarang di Indonesia sejak 2020 lalu.

2. Kuasa hukum FPI duga Prabowo kena pengaruh buruk

(Kuasa hukum FPI Azis Yanuar) IDN Times/Axel Joshua
Kuasa hukum FPI Azis Yanuar (IDN Times/Axel Joshua)

Ketika IDN Times menanyakan kepada mantan kuasa hukum FPI, Azis Yanuar, kata Yaman yang dilontarkan Presiden Prabowo diduga merupakan pengaruh buruk dari orang-orang dekatnya. Meskipun, Azis mengatakan, tak ikut menghadiri langsung ceramah Rizieq di markas Front Persaudaraan Islam (FPI).

"Pengaruh jelek kemungkinan besar yang didengar," ujar Azis melalui pesan pendek tanpa menyebut sosok yang dirujuk membawa pengaruh buruk tersebut.

Ia pun mempersilakan media untuk menanyakan langsung kepada Prabowo terkait makna Yaman. Apakah yang dimaksud Prabowo adalah orang-orang keturunan Yaman yang kini menetap di Indonesia atau orang-orang yang bersikap kritis terhadap setiap kebijakan pemerintah.

"Mengenai hal itu, silakan ditanya kepada Presiden," tutur dia.

3. Dudung minta publik tak dengarkan komentar Rizieq Shihab

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sementara, ketika ditanyakan kepada Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman soal dirinya yang disebut-sebut dalam ceramah Rizieq Shihab, Dudung menanggapinya dengan santai. Alih-alih memikirkan isi ceramah Rizieq, ia mengajak publik agar tak memusingkannya.

"Rizieq kok didengerin. Biarkan saja omongannya. Tidak ada yang bisa dipercaya," ujar Dudung kepada IDN Times melalui pesan pendek, Senin (4/5/2026).

Di sisi lain, Rizieq Shihab mengingatkan tidak ada alasan bagi Bangsa Indonesia membenci Yaman. Sebab, salah seorang anggota Wali Songo kakeknya berasal dari Yaman.

"Mestinya kau bangga kepada keturunan Yaman yang ada di negeri ini. Pakai dihina segala. Seolah-olah jelek betul Yaman, seperti tempat pembuangan," kata Rizieq.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Related Articles

See More