Pesawat Latih Jatuh di Australia, Dua Orang Tewas dan 10 Terluka

- Pesawat latih Diamond DA42 jatuh di Bandara Parafield, Adelaide, menewaskan dua orang dan melukai sepuluh lainnya setelah kehilangan kendali kurang dari 20 detik usai lepas landas.
- Kedua korban tewas adalah instruktur penerbangan asal Australia dan siswa asal Jepang, sementara sepuluh orang di hanggar mengalami luka-luka akibat benturan dan kebakaran yang terjadi.
- ATSB mengerahkan tim investigasi untuk menelusuri penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor mekanis atau operasional, dengan laporan awal dijadwalkan rilis dalam enam hingga delapan pekan.
Jakarta, IDN Times - Kecelakaan pesawat latih terjadi di Bandara Parafield, Adelaide, Australia Selatan, pada Rabu (29/4/2026). Insiden ini menewaskan dua orang di dalam pesawat dan melukai 10 orang lainnya di darat. Konsulat Jenderal Jepang di Melbourne pada Jumat (1/5/2026) mengonfirmasi bahwa salah satu korban tewas adalah warga negara Jepang yang sedang menjalani pelatihan penerbangan.
Pesawat bermesin ganda jenis Diamond DA42 tersebut jatuh dan menabrak sebuah hanggar tidak lama setelah lepas landas. Benturan memicu kebakaran lantaran bahan bakar di dalam hanggar ikut tersulut. Sebanyak 57 petugas pemadam kebakaran dikerahkan dan berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar 30 menit.
1. Pesawat jatuh kurang dari 20 detik setelah lepas landas
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.10 waktu setempat. Pesawat Diamond DA42 yang digunakan untuk latihan sirkuit tersebut kehilangan kendali sesaat setelah lepas landas, berbelok ke kiri, dan menabrak Hanggar 54 milik Flight Training Adelaide.
Kepala Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB), Angus Mitchell, mengungkapkan bahwa penerbangan tersebut berlangsung sangat singkat.
"Sangat cepat setelah lepas landas, pesawat berbelok ke kiri sekitar 180 derajat, tidak terlalu tinggi dari permukaan tanah, tidak lama di udara, lalu menabrak bangunan," jelas Mitchell, dilansir 7NEWS.
Ia menambahkan bahwa pesawat diyakini mengudara kurang dari 20 detik sebelum jatuh.
Benturan tersebut merusak sistem hidran kebakaran di hanggar. Hal ini mengakibatkan alat penyiram air otomatis tidak berfungsi dan menghambat pasokan air bagi petugas.
"Api semakin membesar karena banyaknya bahan bakar di dalam hanggar. Kerusakan sistem hidran akibat benturan pesawat juga membuat alat penyiram tidak berfungsi, sehingga pasokan air bagi petugas terhambat," tutur Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Metropolitan, Jeff Swann, dilansir The New Daily.
2. Identitas korban dalam kecelakaan pesawat
Kepolisian Australia Selatan mengonfirmasi bahwa dua korban tewas adalah pria berusia 24 tahun dan 29 tahun yang berada di dalam pesawat. Kepala Inspektur Kepolisian Australia Selatan, Andrew McCracken, menyatakan pilot dan penumpang meninggal di lokasi kejadian. Sementara itu, 10 orang di dalam hanggar mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit.
ATSB kemudian memastikan bahwa kedua korban di dalam pesawat adalah seorang instruktur dan siswa penerbang.
Terkait korban asal Jepang, pihak Konsulat Jenderal Jepang di Melbourne tidak merilis rincian usia maupun identitas korban. Sementara itu, media Australia mengidentifikasi instruktur penerbangan yang tewas sebagai Robert Hoyle (29), seorang warga negara Australia.
3. Kondisi korban yang mengalami luka-luka
Dari 10 korban luka di darat, seorang pria berusia 55 tahun dilaporkan dalam kondisi kritis akibat luka bakar serius. Dua korban lainnya dalam kondisi serius, satu orang mengalami luka ringan, dan enam orang lainnya dirawat akibat menghirup asap.
Dr. Dan Tran, salah satu dokter yang memberikan pertolongan pertama di lokasi, menggambarkan kondisi para korban.
"Terdapat luka bakar tingkat satu, lepuh di sekitar telinga dan wajah, serta luka bakar parah di bagian tangan," ungkapnya, dilansir 9News.
Menyusul insiden ini, lebih dari 100 siswa dan staf sekolah penerbangan dievakuasi ke area terbuka. Sejumlah siswa yang sedang berada di ruang kelas di dalam hanggar dilaporkan turut terkena dampak langsung dari benturan pesawat. Operasional Bandara Parafield dihentikan sementara dan ditutup hingga keesokan harinya.
Saat ini, ATSB telah mengerahkan tim investigasi dari Canberra dan Brisbane ke lokasi kejadian. Mitchell menyatakan para penyelidik tengah mengumpulkan berbagai barang bukti untuk menyusun kronologi peristiwa.
"Kami memiliki rekaman video, keterangan saksi mata, dan sejumlah hal yang sudah mulai kami telusuri untuk memahami rangkaian peristiwa yang menyebabkan kecelakaan ini," katanya.
Investigasi akan berfokus pada kemungkinan faktor mekanis, operasional, atau skenario pelatihan sebagai penyebab kecelakaan. Laporan awal investigasi diperkirakan akan dirilis dalam waktu enam hingga delapan pekan ke depan.

















