Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cegah Banjir, Pemkot Bekasi Anggarkan Rp20 M untuk Pembangunan Polder

Cegah Banjir, Pemkot Bekasi Anggarkan Rp20 M untuk Pembangunan Polder
Banjir Bekasi (IDN Times/Sunariyah)
Intinya sih...
  • Pemkot Bekasi anggarkan Rp20 miliar untuk pembangunan polder dan sumur resapan
  • Pemkot Bekasi kerahkan pasukan katak dan pematusan serta meminta partisipasi masyarakat dalam mencegah banjir
  • Kondisi geografi Kota Bekasi yang berada di dataran rendah membuat persoalan banjir tak bisa ditangani dengan satu cara
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menganggarkan Rp20 miliar untuk pembangunan polder dan sumur resapan di sejumlah wilayah.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan pembuatan polder dan sumur resapan itu diharapkan mencegah terjadinya banjir. Terlebih, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menginformasikan puncak penghujan terjadi pada Januari 2026.

"Kita akan mengalokasikan anggaran hampir Rp20 miliar tahun ini," katanya, Sabtu (17/1/2026).

1. Pembangunan polder dan sumur resapan

Cegah Banjir, Pemkot Bekasi Anggarkan Rp20 M untuk Pembangunan Polder
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. (IDN Times/Imam Faishal)

Tri juga mengatakan, proyek pembangunan itu sudah dimulai sejak awal Januari. Saat ini, pembangunan telah dilakukan di kawasan Kelurahan Jatiwaringin.

"Salah satunya misalnya hari ini Jatiwaringin. Untuk kemudian menyodet saluran yang nanti di Jalan Raya Jatiwaringin untuk kemudian kita buang ke Kali Cakung, Kali Sunter," katanya.

Selain itu, Pemkot Bekasi juga akan membuat sumur resapan di sejumlah wilayah yang sudah tidak memungkinkan untuk pembangunan polder. Nantinya, polder itu berukuran satu meter dengan kedalam mencapai 40 meter.

"Jadi kalau memang di wilayah-wilayah yang sudah tidak memungkinkan air itu digerakkan lagi. Ya sudah, mau tidak mau kita bikin sumur resapan 1x40 meter," jelas dia.

2. Kerahkan pasukan katak dan pematusan

Cegah Banjir, Pemkot Bekasi Anggarkan Rp20 M untuk Pembangunan Polder
Ilustrasi banjir (IDN Times/Arief Rahmat)

Tri menyebut pihaknya juga telah mengerahkan pasukan katak dan pasukan pematusan untuk mencegah terjadinya banjir.

"Ada pasukan katak yang fokus bersih-bersih sungai, dan pasukan pematusan yang mengangkat sampah di selokan-selokan,” jelas dia.

Tri juga meminta masyarakat untuk ikut mencegah banjir dengan cara melakukan kerja bakti rutin pada Sabtu dan atau Minggu.

"Saya monitor Sabtu dan Minggu mereka harus kerja bakti. Yang lebih utama, masyarakat juga tetap memilah sampah agar tidak dibuang ke saluran air,” jelas dia.

3. Banjir tak bisa ditangani dengan satu cara

Cegah Banjir, Pemkot Bekasi Anggarkan Rp20 M untuk Pembangunan Polder
Ilustrasi banjir rob. IDN Times/Dhana Kencana

Tri menambahkan kondisi geografi Kota Bekasi yang berada di dataran rendah membuat persoalan banjir tak bisa ditangani dengan satu cara.

“Hujan datang bareng-bareng, salurannya kecil jadi (airnnya) harus antre. Tapi berbagai upaya terus kita lakukan. Doanya satu, jangan barengan semua, hujan (dan) di hulu rob, semuanya datang bersamaan,” jelas Tri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

Kementerian Haji Gelar Diklat Semimiliter untuk Petugas Haji 2026

17 Jan 2026, 16:24 WIBNews