Cerita Rano Karno tentang Pengalaman Umrah saat Konflik Timur Tengah

- Rano Karno membagikan pengalamannya menunaikan umrah di tengah konflik Timur Tengah, menyebut situasi Makkah dan Madinah tetap aman meski jalur penerbangan terdampak.
- Puluhan ribu jemaah Indonesia sempat tertahan karena gangguan penerbangan transit, sementara rute langsung Jakarta–Arab Saudi masih dilayani Saudia, Lion Air, dan Garuda Indonesia.
- Banyak warga asing memanfaatkan penerbangan Garuda Indonesia akibat keterbatasan rute, bahkan ada yang menempuh perjalanan darat mahal dari Doha ke Riyadh sebelum terbang pulang.
Jakarta, IDN Times - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, membaginan pengalamannya setelah baru saja menunaikan ibadah umrah di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Dari pengamatannya, situasi di Makkah dan Madinah masih relatif aman meski jalur penerbangan di kawasan Timur Tengah terdampak.
Rano mengatakan, selama berada di Arab Saudi, aktivitas ibadah jemaah berjalan normal. Namun, persoalan justru terjadi pada jalur penerbangan, khususnya bagi jemaah yang menggunakan rute transit di beberapa negara Timur Tengah.
“Alhamdulillah, teman-teman sekalian, perlu juga diklarifikasi. Insyaallah untuk jemaah haji atau jemaah umrah yang menggunakan pesawat secara direct tidak terganggu. Tapi memang yang transit melalui Qatar, melalui Abu Dhabi semuanya berhenti,” ujar Rano di Balai Kota, Kamis (5/2/2026)
1. Puluhan ribu jemaah tertahan

Rano menjelaskan, kondisi tersebut sempat membuat puluhan ribu jemaah Indonesia tertahan karena menunggu kepastian penerbangan untuk kembali ke Tanah Air.
“Ini yang membuat kemarin mungkin lebih dari 38 ribu jemaah kita yang tidak bisa kembali, menunggu,” kata dia.
2. Ada maskapai yang masih terbang langsung

Menurut Rano, hingga saat ini masih ada beberapa maskapai yang melayani penerbangan langsung dari Jakarta menuju Arab Saudi, yakni Saudia, Lion Air, dan Garuda Indonesia.
“Kalau untuk yang direct di Jakarta itu ada tiga pesawat. Pertama Saudi yang direct, kemudian Lion Air, dan terakhir Garuda,” ujar dia.
3. WNA manfaatkan penerbangan Garuda Indonesia

Dia juga menceritakan pengalamannya saat perjalanan pulang. Rano melihat banyak warga negara asing memanfaatkan penerbangan Garuda Indonesia karena keterbatasan rute penerbangan dari kawasan tersebut.
Bahkan, ada penumpang yang harus menempuh perjalanan darat dari Doha menuju Riyadh menggunakan taksi dengan biaya sangat mahal sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan dengan pesawat.
“Ada satu orang, dia dari Doha naik taksi ke Riyadh, itu biaya ongkos taksinya hampir Rp28 juta, kemudian dia naik pesawat Garuda,” kata dia.
4. Kondisi Makkah dan Madinah kondusif

Meski demikian, Rano memastikan, kondisi di Makkah dan Madinah tetap kondusif bagi jemaah. Dia berharap konflik yang terjadi di kawasan tersebut segera berakhir agar perjalanan jemaah bisa kembali normal.
*Insyaallah Makkah, Madinah relatif aman, gak ada masalah. Tapi, mudah-mudahan untuk selanjutnya kita berdoa agar cepat saja apa, ya, pertempuran yang terjadi di sana segera selesai," kata dia.















