Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

DPR Usul Kemenkes Gunakan AI Atasi Kekurangan Dokter: Analisa Penyakit

DPR Usul Kemenkes Gunakan AI Atasi Kekurangan Dokter: Analisa Penyakit
Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh usul Kemenkes manfaatkan AI atasi kekurangan dokter. (Dok. DPR RI).
Intinya Sih
Gini Kak
  • Nihayatul Wafiroh dari DPR mengusulkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu mengatasi kekurangan dokter, terutama di daerah yang minim tenaga medis.
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan Indonesia mengalami kekurangan dokter, terlihat dari banyaknya puskesmas tanpa dokter dan fenomena satu dokter memiliki tiga izin praktik.
  • Budi menjelaskan beban kerja tinggi membuat banyak dokter magang akhirnya dipekerjakan, menunjukkan pentingnya perbaikan sumber daya manusia dalam transformasi sistem kesehatan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh mengusulkan pemanfaatan akal imitasi (AI) untuk mengatasi masalah kekurangan dokter di Indonesia. Dia mengatakan, banyak sektor kini telah dibantu oleh AI.

Usulan itu disampaikan Nihayatul Wafiroh saat menggelar rapat kerja (raker) bersama Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

"Kekurangan dokter yang ada, ini kita ini sekarang sudah cukup banyak dibantu dengan adanya AI, Pak. Saya bukan orang medis, saya membayangkan mungkin sekarang ini kita banyak melihat banyak sektor yang sudah dibantu oleh AI," kata Nihayatul.

1. Miris banyak daerah tak punya dokter

IMG_8945.jpeg
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh. (IDN Times/Teri).

Ketua DPP PKB itu lantas mempertanyakan kemungkinan AI dapat digunakan untuk membantu menganalisis penyakit pasien di daerah yang kekurangan tenaga medis.

"Bisa nggak ya, Pak, kira-kira di daerah-daerah tertentu yang mungkin ada tenaga medis dan sebagainya, yang mungkin ada ada ini kita bisa dibantu AI untuk sebagai paling tidak untuk membantu pasien kita untuk apa menganalisis penyakit dan sebagainya? karena untuk menjembatani saja, Pak," ujarnya.

Dia juga mengaku miris mendengar daerah yang tidak memiliki dokter. Di sisi lain, ia mengatakan pendidikan dokter membutuhkan waktu lama.

"Pendidikan dokter ini tidak tidak sama dengan pendidikan-pendidikannya yang lainnya, yang setelah lulus habis itu wisuda selesai bisa langsung bisa langsung terjun. Tapi kalau pendidikan kedokteran ini kan butuh waktu lagi, koas dan sebagainya, butuh waktu," katanya.

2. Menkes ungkap RI kekurangan dokter

20260624_101016.jpg
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Rabu (24/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, Indonesia saat ini tengah mengalami degradasi dokter sehingga beban kerja mereka bertambah. Ia mengatakan, banyak puskesmas yang tidak memiliki dokter, termasuk dokter spesialis.

Budi mengatakan, saat ini banyak dokter yang mengantongi sampai tiga Surat Izin Praktik (SIP). Fenomena ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa Indonesia kekurangan dokter.

"Masalah utamanya karena memang kita kekurangan dokter sehingga akibatnya bebannya tinggi sekali. Cara yang paling gampang misalnya kekurangan dokter, karena SIP-nya masih 3. Kalau SIP 3 itu artinya yang ada hanya sepertiga dari yang dibutuhkan. Kalau jumlah dokter cukup, udah pasti SIP-nya 1. Karena memang dia bekerja di 1 tempat," kata Menkes dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

3. Dokter magang terpaksa harus dipekerjakan

IMG_9228.jpeg
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (IDN Times/Misrohatun)

Budi menyampaikan, tenaga medis dan tenaga kesejatan merupakan komponen penting dalam transformasi kesehatan nasional. Menurut dia, perbaikan tenaga kesehatan ini menjadi salah satu faktor penting menuju terwujudnya sistem kesehatan nasional yang jauh lebih baik.

Menurut dia, sumberdaya manusia (SDM) di sektor kesehatan paling strategis di luar komponen obat-obatan hingga fasilitas kesehatan. Akibatnya, sering kali banyak dokter magang yang pada akhirnya harus dipekerjakan.

"Masalah pertama yang kita lihat adalah beban dari dokter itu banyak sekali. Jadi kita sering sekali denger, internship itu dipekerjakan pengganti dokter yang ada BPJS, RSUD, sampe pagi-pagi subuh-subuh," kata Menkes.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More