Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Anggota Parlemen Malaysia Pakai Bahasa Jawa Kirim Pesan Karhutla ke Prabowo

5 min read
Anggota Parlemen Malaysia Pakai Bahasa Jawa Kirim Pesan Karhutla ke Prabowo
Anggota Parlemen Malaysia, Kalam bin Salan (YouTube.com/ParlimenMalaysia1)
  • Anggota Parlemen Malaysia Kalam bin Salan menyampaikan pesan kepada Prabowo soal kabut asap lintas batas akibat karhutla di Indonesia.

  • Kalam mengusulkan langkah regional, termasuk penegakan hukum bersama, sistem peringatan dini, tim tanggap darurat, dan dana pencegahan kebakaran.

  • Dalam sidang Dewan Rakyat, Kalam beralih menggunakan bahasa Jawa untuk meminta penanganan kabut asap secara serius.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Anggota Parlemen Malaysia, Kalam bin Salan, menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto tentang persoalan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Menariknya, anggota parlemen dari Perikatan Nasional itu menggunakan bahasa Jawa untuk menyampaikan pesannya kepada Prabowo dalam sidang pembahasan di Dewan Rakyat, Parlemen Malaysia.

Kalam merupakan Ahli Parlimen P092 Sabak Bernam. Dalam sidang tersebut, dia menyoroti dampak kabut asap yang berulang hampir setiap tahun, mulai dari gangguan kesehatan masyarakat hingga terganggunya kegiatan pendidikan, pariwisata, dan perekonomian. Sidang tersebut disiarkan di kanal YouTube ParlimenMalaysia1.

Sebelum beralih menggunakan bahasa Jawa, Kalam meminta Pemerintah Malaysia menggunakan jalur diplomatik untuk mendorong penanganan kabut asap lintas batas di tingkat ASEAN. Dia juga mengusulkan sejumlah langkah untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan terus menimbulkan pencemaran udara di kawasan.

"Saya ingin mengangkat isu asap lintas batas yang berulang hampir setiap tahun, khususnya akibat kebakaran hutan dan tanah gambut. Rakyat Malaysia terpaksa menghirup udara tercemar daripada Indonesia," ujar Kalam.

Kalam mengusulkan agar Pemerintah Malaysia memanfaatkan jalur diplomatik untuk mendorong Filipina, selaku pemegang keketuaan ASEAN pada 2026, mengambil langkah regional yang lebih tegas dan efektif.

Kalam menyampaikan lima usulan penanganan kabut asap. Pertama, memperkuat penegakan hukum bersama. Kedua, membangun sistem peringatan dini ASEAN melalui pemantauan satelit dan pertukaran data titik panas secara waktu nyata.

Ketiga, membentuk tim tanggap darurat regional untuk membantu memadamkan kebakaran. Keempat, memperkuat pelaksanaan Perjanjian ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas melalui mekanisme pertanggungjawaban yang lebih efektif. Kelima, membentuk dana regional untuk pencegahan kebakaran, pemulihan lahan gambut, dan bantuan bagi masyarakat terdampak.

  1. 1. Sampaikan pesan kepada Prabowo soal dampak kabut asap

    Anggota Parlemen Malaysia, Kalam bin Salan (YouTube.com/ParlimenMalaysia1)
    Anggota Parlemen Malaysia, Kalam bin Salan (YouTube.com/ParlimenMalaysia1)

    Kalam kemudian menyampaikan pesan langsung kepada Prabowo. Dia mengatakan, sejumlah anggota parlemen Malaysia sebelumnya berupaya menyerahkan memorandum ke kedutaan, tetapi tidak berhasil.

    Dia meminta pemerintah Indonesia menangani persoalan kabut asap secara serius karena dampaknya dirasakan masyarakat di kedua negara.

    “Asap tebal akibat kebakaran hutan di Indonesia sampai ke Malaysia. Masyarakat kesulitan bernapas, mengalami batuk, tenggorokan gatal, dan gangguan asma. Sekolah terpaksa ditutup, pariwisata terdampak, dan kegiatan perkebunan terganggu karena asap terlalu tebal,” ujar dia dalam penyampaian pesannya.

    Kalam juga menyoroti kondisi nelayan kecil yang kesulitan melaut akibat jarak pandang yang terbatas. Menurut dia, kabut asap tidak hanya merugikan warga Malaysia, tetapi juga pekerja asal Indonesia yang mencari nafkah di perkebunan Malaysia.

    “Ketika mereka tidak bisa bekerja, mereka kehilangan penghasilan dan kesulitan mengirim uang kepada keluarga di Indonesia,” ucap dia.

  2. 2. Sindir anggapan hutan Indonesia memasok oksigen ke Malaysia

    Anggota Parlemen Malaysia, Kalam bin Salan (YouTube.com/ParlimenMalaysia1)
    Anggota Parlemen Malaysia, Kalam bin Salan (YouTube.com/ParlimenMalaysia1)

    Kalam turut menyindir anggapan yang menjadikan hutan Indonesia sebagai pemasok oksigen bagi Malaysia. Dia mempertanyakan pernyataan tersebut dengan membandingkannya dengan keberadaan hutan di Malaysia.

    “Jangan jadikan persoalan ini sebagai bahan lelucon. Ada anggapan hutan Indonesia selama ini memberikan oksigen kepada Malaysia. Apakah hutan di Malaysia hanya berisi pohon plastik sehingga tidak bisa menghasilkan oksigen?” kata dia.

    Melalui sindiran tersebut, Kalam menegaskan persoalan kabut asap tidak seharusnya dianggap sepele. Dia meminta Prabowo segera mengambil langkah untuk menghentikan kebakaran dan mencegah persoalan serupa kembali terjadi.

    “Pak Prabowo yang saya hormati, tolong segera tangani masalah ini. Padamkan api, hentikan kebakaran, dan pastikan persoalan ini tidak berulang setiap tahun. Kita ingin langit cerah, udara bersih, serta masyarakat kedua negara dapat hidup sehat dan tenteram,” ujar dia.

  3. 3. Beralih ke bahasa Jawa untuk menyapa Prabowo

    Anggota Parlemen Malaysia, Kalam bin Salan (YouTube.com/ParlimenMalaysia1)
    Anggota Parlemen Malaysia, Kalam bin Salan (YouTube.com/ParlimenMalaysia1)

    Setelah menyampaikan pesannya dalam bahasa Melayu, Kalam mengatakan sebagian pemimpin Indonesia mungkin tidak memahami bahasa Melayu. Dia kemudian meminta izin kepada pimpinan sidang untuk menggunakan bahasa Jawa.

    Kalam membuka pernyataannya dengan sapaan, “Assalamualaikum, Pak Prabowo,” yang dilanjutkan dengan pertanyaan, “Pripun kabare?”

    Berikut pernyataan Kalam menggunakan bahasa Jawa:

    Assalamu'alaikum, Pak Prabowo.

    Pripun kabare?

    Paringi waras, nggih?

    Kulo arep ngomong soal kabut asep sing saben tahun kok meneh songko Indonesia nganti Malaysia, Pak.

    Asep songko kobongan alas kuwi nggawe wong Malaysia susah arep ambekan.

    Akeh sing watuk, tenggorokane podo gatel, sesek ambekane.

    Sekolah nganti tutup, pariwisata dadi sepi, lan wong-wong sing nyambut gawe ning kebon ora iso podo kerjo.

    Sing susah ora mung wong Malaysia, Pak.

    Wong Indonesia sing nyambut gawe kerjo ning kebon Malaysia yo melu susah akibate asep iki.

    Ora iso kerjo, ora oleh duit.

    Urip arep terus piye?

    Arep ngirim duit kanggo anak bojo nang Indonesia, jek.

    Mulo, ojo malah iki digawe guyonan, digawe luconan.

    Ngomong nek alas Indonesia wis ngirim oksigen kanggo Malaysia.

    Lha, alas Malaysia kuwi opo mung pokok plastik?

    Ora iso ngasilke oksigen?

    Pak Prabowo, tolong masalah iki enggal ditangani.

    Kobongan alas kudu dipateni.

    Ojo meneh-meneh nganti saben tahun Malaysia lan Indonesia podo nandang susah mergo asep.

    Kito kabeh pengin langit padang njembar, udarane resik, ambekane lego, lan uripe sehat selawase.

    Kulo matur suwun, Bapak Presiden.

    Harap-harap mengko faham.

    Berikut terjemahannya dalam Bahasa Indonesia!

    Assalamu'alaikum, Pak Prabowo.

    Bagaimana kabarnya?

    Sehat ya?

    Saya ingin berbicara soal kabut asap yang setiap tahun kok terjadi lagi dari Indonesia sampai Malaysia

    Asap dari kebakaran hutan itu membuat orang Malaysia sulit bernapas

    Banyak yang batuk, tenggorakan gatal, napasnya sesak

    Sekolah sampai tutup, pariwisata jadi sepi, dan orang-orang yang bekerja di perkebunan tidak bisa bekerja

    Yang kesulitan bukan hanya orang Malaysia, Pak

    Orang Indonesia yang bekerja di perkebunan Malaysia juga ikut kesulitan karena asap ini

    Tidak bisa bekerja, tidak bisa dapat uang

    Lalu, hidup harus bagaimana?

    Mau kirim uang buat anak istri di Indonesia

    Makanya jangan malah ini dibuat guyonan, dibuat lelucon

    Ngomong kalau hutan Indonesia sudah kirim oksigen buat Malaysia

    Lha, hutan Malaysia itu apa cuma menghasilkan plastik?

    Tidak bisa menghasilkan oksigen?

    Pak Prabowo, tolong masalah ini segera ditangani

    Kebakaran hutan harus dipadamkan

    Jangnan lagi-lagi sampai setiap tahun, Malaysia dan Indonesia mengalami kesusahan karena asap

    Kita semua ingin langit terang luas, udaranya bersih, napasnya lega, dan hidup sehat selamanya

    Saya mengucapkan terima kasih, Bapak Presiden

    Semoga pesan ini bisa dipahami.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More