Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indonesia Bidik Dewan Keamanan PBB 2029–2030, Ini Strategi Kampanyenya

2 min read
Indonesia Bidik Dewan Keamanan PBB 2029–2030, Ini Strategi Kampanyenya
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Indonesia menyiapkan pencalonan sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2029–2030 dengan menonjolkan kontribusi bagi perdamaian internasional.

  • Indonesia ingin mewakili kepentingan negara-negara Global South dan memastikan DK PBB menjalankan mandatnya secara kredibel.

  • Strateginya mencakup rekam jejak misi perdamaian, pencegahan konflik, serta penguatan ketahanan nasional, kawasan, dan global.

  • Indonesia menyiapkan pencalonan anggota tidak tetap DK PBB 2029–2030 dengan target memperjuangkan kepentingan Global South serta menjaga kredibilitas dan efektivitas Dewan Keamanan.

  • Kemlu akan menonjolkan rekam jejak Indonesia sebagai salah satu penyumbang pasukan terbesar dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB, sebagai bukti komitmen menjaga keamanan internasional.

  • Prioritas kampanye mencakup pencegahan konflik dan penguatan ketahanan dari tingkat nasional, kawasan, hingga global; Indonesia memilih fokus pada kontribusi ketimbang membahas pesaing.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia menyiapkan sejumlah prioritas untuk mendukung pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2029–2030. Salah satu fokusnya adalah menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan Indonesia ingin memperjuangkan kepentingan negara-negara Global South sekaligus memastikan DK PBB dapat menjalankan mandatnya secara kredibel. Menurutnya, Indonesia tidak ingin sekadar memperoleh kursi di DK PBB, tetapi juga memastikan kehadirannya membawa manfaat nyata bagi negara-negara anggota PBB.

“Indonesia di situ bukan hanya untuk duduk di mejanya, tapi benar-benar memastikan negara-negara itu merasakan kontribusi kita,” kata Yvonne di Kemlu Ri, Kamis (22/10/2026).

  1. 1. Indonesia ingin wakili kepentingan Global South

    Jubir I Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkan dalam jumpa pers di Kemlu RI.
    Jubir I Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkan dalam jumpa pers di Kemlu RI. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Yvonne mengatakan, Indonesia akan menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional melalui keanggotaan di DK PBB. Indonesia juga ingin memastikan badan tersebut dapat berfungsi secara efektif dan kredibel dalam menjalankan mandatnya untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

    “Kita akan terus menunjukkan bagaimana Indonesia akan bersama-sama di DK PBB, mewakili Global South, dan memastikan bagaimana DK PBB itu benar-benar dapat berfungsi dan kredibel untuk menjamin perdamaian dan keamanan internasional secara global,” ujarnya.

  2. 2. Andalkan rekam jejak dalam misi perdamaian PBB

    Ribuan personel TNI yang akan ditugaskan sebagai satgas misi perdamaian PBB di Lebanon. (Dokumentasi Puspen TNI)
    Ribuan personel TNI yang akan ditugaskan sebagai satgas misi perdamaian PBB di Lebanon. (Dokumentasi Puspen TNI)

    Salah satu modal yang akan ditonjolkan Indonesia adalah kontribusinya dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB. Yvonne menyebut Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang pasukan terbesar dalam operasi tersebut.

    Menurutnya, partisipasi Indonesia dalam misi perdamaian menjadi bukti komitmen negara terhadap upaya menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

    Kontribusi tersebut juga menjadi salah satu contoh konkret yang dapat ditunjukkan Indonesia dalam mengampanyekan pencalonannya sebagai anggota tidak tetap DK PBB.

  3. 3. Bawa agenda pencegahan konflik dan ketahanan global

    Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang.
    Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Selain kontribusi dalam misi perdamaian, Indonesia juga akan membawa isu pencegahan konflik atau conflict prevention sebagai bagian dari prioritasnya. Yvonne menjelaskan, agenda Indonesia berangkat dari ketahanan nasional, kemudian diperluas menjadi ketahanan kawasan hingga ketahanan global.

    “Yang penting adalah kita membawa prioritas Indonesia dan agenda nasional kita, agenda prioritas kita yang dari national resilience jadi regional resilience, dan kemudian menyampaikan ke global resilience,” katanya.

    Terkait negara lain yang mungkin menjadi pesaing Indonesia dalam pemilihan anggota tidak tetap DK PBB periode 2029–2030, Yvonne mengatakan hal tersebut merupakan isu tersendiri. Menurutnya, fokus utama Indonesia saat ini adalah menyampaikan prioritas dan kontribusi yang ingin dibawa ke DK PBB.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More