Golkar Ungkap 7 Tahapan Kepemimpinan Prabowo Menuju Indonesia Emas

Idrus Marham menyebut kepemimpinan Prabowo memiliki tujuh tahapan, dari kesadaran berbangsa hingga pelaksanaan tugas oleh jajaran pemerintahan.
Kerangka tersebut mencakup Pancasila, visi pembangunan, kebijakan mendasar, pembentukan kabinet, dan retret untuk menyamakan pemahaman menteri.
Partai Golkar menyatakan dukungan terhadap agenda pembangunan Prabowo menuju Indonesia Emas dengan menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas.
Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, mengungkapkan tujuh tahapan konstruksi berpikir Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam memimpin Indonesia menuju Indonesia Emas. Tahapan tersebut dimulai dari membangun kesadaran berbangsa hingga mengarahkan jajaran kabinet untuk menjalankan kebijakan pemerintah.
Idrus mengatakan, kepemimpinan Prabowo memiliki kerangka berpikir yang jelas sejak terpilih sebagai presiden pada 2024. Menurut dia, setiap tahapan dirancang untuk memastikan pembangunan nasional berjalan berdasarkan ideologi bangsa, visi bernegara, serta kebijakan yang terarah.
"Seperti pada penjelasan saya sebelumnya, saya sudah jelaskan bahwa Pak Prabowo di dalam memimpin bangsa ini memiliki konstruksi berpikir yang sudah jelas," kata Idrus dalam acara Kajian Buku MBG dan Prabowonomic di Jakarta, Senin (19/10/2026).
1. Dimulai dari kesadaran berbangsa hingga penetapan visi pembangunan

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham. (IDN Times/Amir Faisol) Idrus menjelaskan, tahapan pertama kepemimpinan Prabowo adalah membangun kesadaran Indonesia merupakan rumah bersama yang harus dirawat dan dibangun seluruh elemen bangsa. Kesadaran tersebut dinilai penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
"Yang pertama adalah ada kesadaran berbangsa, bahwa Indonesia ini adalah rumah besar kita bersama yang harus dirawat bersama, yang harus dibangun bersama," ujarnya.
Tahapan kedua, yakni menjadikan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa. Idrus menilai, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam membangun dan merawat Indonesia sebagai negara yang majemuk.
Selanjutnya, tahapan ketiga adalah menetapkan visi pembangunan yang mengacu pada tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Visi tersebut menjadi pedoman dalam menentukan arah pembangunan nasional.
Adapun tahapan keempat adalah merumuskan kebijakan-kebijakan mendasar untuk mewujudkan visi pembangunan. Idrus menegaskan, kebijakan tersebut harus tetap berlandaskan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa.
"Nah, setelah ini Pak Prabowo menentukan yang keempat itu adalah kebijakan-kebijakan pokok yang mendasar untuk mencapai visi itu, untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional yang diinspirasi oleh ideologi dan falsafah Pancasila," tuturnya.
2. Bentuk kabinet dan gelar retret untuk menyamakan visi

Rapat terbatas kabinet di Kediaman Prabowo, Hambalang, Bogor, Senin (13/7/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana) Tahapan kelima adalah membentuk tim pemerintahan melalui penyusunan kabinet. Menurut Idrus, keputusan Prabowo melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk partai politik dan kelompok di luar partai, merupakan bagian dari upaya membangun pemerintahan yang merangkul keberagaman.
Setelah kabinet terbentuk, Prabowo menjalankan tahapan keenam melalui kegiatan retret bagi jajaran menteri. Idrus mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menyamakan pemahaman para pembantu presiden mengenai visi pemerintahan, tantangan yang dihadapi, prioritas kebijakan, serta strategi pelaksanaan program.
"Ketika itu kita masih ingat, Pak Prabowo melakukan retret, untuk apa? Untuk membangun suasana kebatinan sebagai sebuah tim, untuk menyamakan visi dan ya visi ke depan, untuk bersama-sama memahami tantangan," katanya.
Menurut Idrus, retret menjadi sarana untuk membangun kesamaan pandangan di antara para menteri. Dengan demikian, kebijakan umum pemerintah dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang dijalankan masing-masing kementerian.
Tahapan ketujuh adalah pelaksanaan tugas oleh seluruh jajaran pemerintahan. Setelah melalui proses penyamaan visi dan pemahaman terhadap kebijakan, para anggota kabinet diharapkan menjalankan tanggung jawab masing-masing untuk mendukung agenda pembangunan nasional.
Idrus menilai, tahapan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak berhenti pada perumusan visi dan kebijakan, tetapi harus dilanjutkan dengan pelaksanaan program secara nyata.
3. Golkar dukung agenda Prabowo menuju Indonesia Emas

Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025) (Youtube.com/DPP Golkar) Idrus menegaskan, Partai Golkar mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan di bawah kepemimpinan Prabowo. Ia menyebut dukungan tersebut diarahkan untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
"Dan ini sudah bekerja kan? Sejak dari awal bekerja ya dan kami dari Partai Golkar eh tidak ada kata lain kecuali ya membantu sepenuhnya bahkan berada pada bagian terdepan bagaimana suksesnya pembangunan ini, bagaimana suksesnya kepemimpinan Pak Prabowo," kata Idrus.
Ia juga mengaitkan keberhasilan pembangunan pada periode pemerintahan saat ini dengan harapan keberlanjutan kepemimpinan pada periode 2029–2034.
Menurut Idrus, keberhasilan pembangunan nasional menjadi prioritas Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Partai tersebut, kata dia, berkomitmen mendukung agenda pemerintah untuk mencapai target Indonesia Emas.
"Apapun tidak ada diskusi yang kita pikirkan hanya satu, bagaimana pembangunan di bawah kepemimpinan Pak Prabowo menuju Indonesia Emas ini harus sukses," ujarnya.
Idrus turut menekankan pentingnya menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah. Ia menilai, pendekatan yang berorientasi pada rakyat harus menjadi bagian penting dari program pembangunan nasional.
"Ah, yang perlu kita prioritaskan adalah rakyat. Karena itu ideologi kerakyatan yang dikedepankan," tuturnya.
Ia berharap kebijakan pemerintah dapat dijalankan secara konsisten sehingga visi pembangunan yang telah dirumuskan dapat diwujudkan melalui kerja nyata. Bagi Golkar, keberhasilan agenda pembangunan di bawah kepemimpinan Prabowo menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan Indonesia Emas.






















