Pengusaha Diduga Beri Uang-Tawarkan Jet Pribadi ke Staf Silmy

KPK memeriksa pengusaha PSM terkait dugaan pemberian uang dan tawaran jet pribadi kepada staf Silmy Karim.
Silmy Karim menjadi tersangka bersama tujuh orang lain dalam dugaan korupsi pengurusan izin tinggal WNA.
PPATK menemukan aliran dana Rp366,7 miliar pada 96 rekening terkait 35 pegawai Kementerian Imipas sepanjang 2019-2025.
Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Presiden Direktur Tempo Scan Pasific Group, Handojo S Muljadi (PSM) dalam dugaan korupsi pengurusan izin tinggal Warga Negara' Asing (WNA) yang menyeret eks Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim. Ia diduga memberikan uang hingga ratusan juta serta menawarkan jet pribadi ke staf Silmy Karim.
"Saksi didalami penyidik terkait dugaan pemberian yang dilakukan kepada oknum di Imipas," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Rabu (22/9/2026).
1. Diduga berikan uang ratusan juta hingga tawarkan jet pribadi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo (IDN Times/Amir Faisol). Staf Silmy diduga diberikan uang Rp50-Rp500 juta. Selain itu, saksi juga diduga menawarkan fasilitas jet pribadi untuk Silmy.
"Diduga demikian. Penyidik masih terus mendalami," ujar Budi.
2. Kasus Silmy Karim terungkap lewat OTT KPK

SIlmy Karim (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto) Diketahui, Silmy Karim ditetapkan sebagai tersangka usai KPK melakukan OTT terhadap sejumlah pejabat Imigrasi. Dia menjadi tersangka dugaan pemerasan dan gratifikasi dalam pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) di Indonesia.
Selain Silmy, ada 7 tersangka lainnya, yakni Plt Dirjen Imigrasi 2024-2025 Saffar Muhammad Godam (SMG), Direktur Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Ditjen Imigrasi Jaya Saputra (JS), Kasubdit Alih Status Izin Tinggal di Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Ditjen Imigrasi Tessar Bayu Setyaji (TBS), Kasubdit di Direktorat Izin Tinggal, Bagus Bramantyo (BGS).
Lalu, Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Pusat 2024-2025 dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat 2025-2026 Ronald Arman Abdullah (RAA), Ketua Tim Alih Status ITAS, Juniadi Sri Priambudi (JSP), dan Staf Subdit Izin Tinggal, Gusti Benardiansyah (GST).
Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf e dan atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
3. Silmy Karim diduga dapat Rp100 juta tiap Jumat

SIlmy Karim (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto) Kasus Silmy Karim bermula dari perkara korupsi Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Kementerian Ketenagakerjaan yang ditangani KPK serta laporan transaksi keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
PPATK menemukan aliran dana pada 96 rekening bank terkait 35 pegawai Kementerian Imipas dengan total nilai Rp366,7 miliar sepanjang 2019-2025. Dari jumlah tersebut, hanya 3 persennya atau Rp9,7 miliar yang bersumber dari gaji atau tunjangan.
Sisanya diduga berasal dari pihak pemohon layanan pengurusan keimigrasian, seperti visa, paspor, tenaga kerja, dan izin tinggal,
Silmy yang saat itu menjabat sebagai Dirjen Imigrasi diduga memeras dengan cara meminta jatah dari pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) melalui Jaya Saputra selaku Direktur Izin Tinggal.
Lalu, Jaya memerintahkan Bagus Bramantyo dan Tessar Bayu Setyaji selaku Kasubdit di Direktorat Izin Tinggal untuk menarik biaya ekstra dari WNA untuk setiap permohonan izin tinggal.
Sejumlah pihak di Kementerian Imipas menerima uang senilai total Rp145,5 miliar baik secara langsung maupun perantara.
Kemudian, uang itu dibagikan kepada sejumlah pihak di Kementerian setiap Jumat. Silmy Karim diduga mendapatkan Rp100 juta setiap pekannya.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















