Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Imbas Virus Corona, Anies Tiadakan CFD di Jakarta Selama 2 Pekan!

Imbas Virus Corona, Anies Tiadakan CFD di Jakarta Selama 2 Pekan!
Foto hanya ilustrasi suasana Car Free Day di Jakarta. (IDN Times/Gregorius Aryodamar P.)

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, memutuskan untuk melarang car free day (CFD) atau hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Jakarta selama dua minggu ke depan. Hal itu dilakukan menyusul semakin berkembangnya virus corona di Indonesia.

"Demi menjaga dan melindungi warga Jakarta dari potensi penularan, maka dua minggu ke depan Pemprov DKI meniadakan hari bebas kendaraan bermotor," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/3).

1. Tidak menutup kemugkinan penutupan CFD dilanjutkan pada pekan-pekan berikutnya

IDN Times/Gregorius Aryodamar
IDN Times/Gregorius Aryodamar

Anies tidak menutup kemungkinan akan memperpanjang masa peniadaan CFD Jakarta. Namun, hal itu akan melihat perkembangan kasus virus corona di Jakarta selama beberapa Minggu ke depan.

"Sesudah dua minggu kita review tapi minggu depan dan minggu berikutnya HBKB ditiadakan," ujarnya.

2. Anies juga perketat izin keramaian di DKI

Ilustrasi Car Free Day Jakarta (IDN Times/Gregorius Aryodamar)
Ilustrasi Car Free Day Jakarta (IDN Times/Gregorius Aryodamar)

Peniadaan CFD bukan satu-satunya langkah yang diambil Anies. Pemprov DKI Jakarta membentuk tim khusus bernama Tim Review Perizinan yang bekerja sama dengan Polda Metro Jaya. Nantinya tim tersebut akan me-review izin yang diajukan dengan mempertimbangkan sejumlah hal seperti asal peserta, jumlah, dan jenis kegiatan.

"Dari situ nanti diputuskan apa diizinkan jalan dengan persyaratan atau harus ditunda atau dibatalkan," ujarnya.

3. Seorang pasien positif virus corona meninggal dunia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto. (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto. (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sejak Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengumumkan kasus pertama pada Senin (2/3) lalu, kini sudah terdapat 27 kasus positif di Indonesia. Terkini, seorang pasien warga negara asing (WNA) berusia 53 tahun meninggal dunia.

“Tadi malam, pukul 02.00 WIB lewat sedikit, pasien nomor 25 meninggal dunia, pasien saat masuk telah mengalami sakit berat seperti hipertensi, paru menahun, diabetes,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto di Istana Presiden Jakarta, Rabu (11/3).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aryodamar
EditorAryodamar
Follow Us

Latest in News

See More

Ukraina dan Suriah Akur Lagi, Saling Buka Kantor Kedutaan

09 Apr 2026, 01:32 WIBNews