Ukraina dan Suriah Akur Lagi, Saling Buka Kantor Kedutaan

- Ukraina dan Suriah sepakat membuka kembali Kedutaan Besar di Kiev dan Damaskus sebagai langkah memperkuat hubungan diplomatik yang sempat terputus sejak masa rezim Bashar al Assad.
- Kedua negara membahas kerja sama di bidang keamanan, kemanusiaan, dan pendidikan, termasuk komitmen Ukraina untuk berkontribusi pada stabilitas pangan serta perdamaian di Timur Tengah.
- Sebelum ke Suriah, Zelenskyy mengunjungi Turki untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan menegaskan bahwa Ukraina tidak akan mengintervensi Selat Hormuz, hanya berbagi pengalaman terkait blokade maritim.
Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengadakan kunjungan kenegaraan ke Damaskus, Suriah. Lawatan ini untuk menyetujui pembukaan kembali Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) di Kiev dan Damaskus.
“Kami setuju membuka kembali Kantor Kedubes di Kiev dan Damaskus dalam beberapa waktu dekat. Ini adalah langkah penting untuk memperkuat kerja sama penting kami,” ungkap Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, dikutip dari Ukrinform, Senin (6/4/2026).
Sejak akhir 2024, Ukraina dan Suriah sudah memulihkan hubungan diplomatik. Pemulihan dilakukan menyusul kunjungan Sybiha ke Suriah usai kejatuhan rezim eks Presiden Suriah, Bashar al Assad.
1. Ukraina dan Suriah bicarakan soal keamanan di Timur Tengah
Sybiha menyebut bahwa kunjungan delegasi Ukraina di Suriah ini untuk mendiskusikan sejumlah sektor, terutama keamanan. Keduanya setuju mendorong perdamaian di Timur Tengah.
“Keamanan di Eropa dan Timur Tengah saling berkaitan. Kami akan melanjutkan bekerja sama untuk mendorong perdamaian bagi warga kami. Keamanan pangan juga menjadi hal penting. Ukraina akan berkontribusi dalam stabilitas pangan di kawasan,” katanya.
Selain itu, kedua negara juga mendiskusikan kerja sama kemanusiaan dan pendidikan. Mahasiswa asal Suriah diperbolehkan untuk melanjutkan pendidikan di Ukraina.
2. Zelenskyy mengadakan kunjungan ke Turki
Sehari sebelumnya, Zelenskyy sudah mengadakan kunjungan ke Turki untuk bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Kunjungan ini untuk meningkatkan hubungan kedua negara dan mendukung lanjutan negosiasi antara Rusia dan Ukraina.
“Kami setuju langkah baru dalam kerja sama pertahanan dengan Turki. Keinginan politik sudah ada dan tim akan memfinalisasi detail dalam waktu dekat. Ini berlaku di semua area yang didukung Turki, termasuk dalam pakar, teknologi, dan pengalaman,” terangnya, dikutip dari TVP World.
3. Ukraina tidak berniat mengintervensi Selat Hormuz
Pada saat yang sama, Zelenskyy mengungkapkan bahwa Ukraina tidak berniat mengintervensi langsung Selat Hormuz. Namun, hanya bersedia membagikan pengalaman dan kepakaran untuk membuka blokade Selat Hormuz.
Menurutnya, Ukraina memiliki masalah yang sama ketika Rusia memblokir koridor keamanan pangan di Laut Hitam. Pengalaman di Laut Hitam dalam menjadi pembelajaran bagi negara sekutu untuk membantu menyelesaikan masalah di Selat Hormuz.


















