Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cegah Karhutla, Jabatan Kapolda hingga Pangdam Dipertaruhkan

Cegah Karhutla, Jabatan Kapolda hingga Pangdam Dipertaruhkan
Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Pemerintah menegaskan pejabat daerah seperti Kapolda, Kapolres, dan Pangdam bisa kehilangan jabatan jika gagal mencegah atau menangani kebakaran hutan dan lahan.
  • Fenomena El Nino diperkirakan mulai minggu ketiga bulan ini, sehingga seluruh pihak diminta meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
  • Data menunjukkan tren luas karhutla terus menurun dalam beberapa siklus El Nino terakhir, namun pemerintah tetap diminta waspada terhadap ancaman periode 2026–2027.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, mengatakan seluruh pemangku kepentingan di daerah harus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tidak hanya itu, setiap pejabat baik Kapolda, Kapolres hingga Panglima Kodam dapat digeser atau mempertaruhkan jabatannya dalam penanganan karhutla.

Hal ini disampaikan Menhan usai Rapat Koordinasi Khusus Pengendalian Karhutla Tahun 2026 di kantor Kementerian Kehutanan, Kamis (18/6/2026). Rakoor turut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, dan Wakil Menteri Kehutanan Rokhmad Marzuki.

Menurut Djamari, pemerintah akan menerapkan evaluasi ketat terhadap kinerja aparat dan pimpinan daerah dalam mengendalikan karhutla. Ia menegaskan jabatan para pejabat terkait menjadi taruhan apabila gagal menjalankan tugas pencegahan dan penanganan kebakaran.

“Tetap berlaku (pemindahan jabatan), bukan hanya Kapolda, Kapolres, sampai Panglima Kodam juga, Danrem, tetap itu mempertaruhkan jabatannya tadi saya ingatkan,” ujar Djamari.

1. El Nino diperkirakan mulai berlangsung pada minggu ketiga bulan ini

Jabatan Kapolda hingga Pangdam Dipertaruhkan dalam Cegah Karhutla
Kabut asap semakin tebal akibat karhutla. (IDN Times/istimewa).

Djamari menjelaskan berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino diperkirakan mulai berlangsung pada minggu ketiga bulan ini. Ia menyebut diperlukan koordinasi yang baik antara seluruh pihak untuk kebekerja lebih keras.

“Berdasarkan perhitungan dan perkiraan dari BMKG, bahwa El Nino akan sudah mulai berjalan mulai dari minggu ketiga bulan ini sampai dengan berikutnya, dan ini memerlukan kesiapan yang sama-sama kita lakukan lebih keras untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

2. Pengendalian karhutla menunjukkan perkembangan positif

Jabatan Kapolda hingga Pangdam Dipertaruhkan dalam Cegah Karhutla
Petugas kesulitan akses air untuk padamkan karhutla. (IDN Times/istimewa).

Meski demikian, Djamari menilai, upaya pengendalian karhutla dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, capaian tersebut harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui kerja sama yang solid.

“Ada kemajuan dari tahun yang lalu ke tahun sekarang, ada satu kemajuan yang harus kita jaga dan bahkan harus kita capai lebih baik lagi. Kebersamaan untuk melakukan ini sudah kita bentuk, pemahamannya juga sudah sama semua, tinggal kita melaksanakan ini. Hari ini kita punya kesepakatan bersama untuk menangani ini,” ujar Djamari.

3. Menhut: Tren karhutla saat El Nino menurun

Jabatan Kapolda hingga Pangdam Dipertaruhkan dalam Cegah Karhutla
Rapat Koordinasi Khusus Pengendalian Karhutla Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (18/6/2026). (Dok. Kemenhut)

Sementara itu, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan kemampuan Indonesia mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menunjukkan perbaikan dalam beberapa siklus El Nino terakhir. Meski demikian, pemerintah tidak boleh lengah karena ancaman karhutla pada periode El Nino 2026-2027 masih cukup besar.

“Jika kita melihat perjalanan penanganan kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa siklus El Nino terakhir, ada satu hal yang patut kita syukuri, kemampuan kita dalam mengendalikan karhutla terus menunjukkan perbaikan,” kata Raja Juli Antoni dalam keterangan tertulis.

Menhut menjelaskan, pada El Nino 2015, luas karhutla tercatat sekitar 2,61 juta hektare, turun menjadi 1,64 juta hektare pada 2019, dan kembali menurun menjadi sekitar 1,16 juta hektare pada 2023.

“Dalam dua siklus El Nino terakhir, luas karhutla berhasil ditekan hingga 55,6 persen dibandingkan kondisi tahun 2015,” ujar Menhut.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More