"Belum tahu, karena kemarin kita juga ada tim yang turun juga ke sekolah-sekolah, boarding. Tim khusus, karena ada tim khusus yang saya pimpin dan pak Irjen jadi saya minta evaluasi," kata dia.
Sepatu Sekolah Rakyat Tak Ada Merek, Wamensos: Custom dengan Spek Khusus

- Wamen Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan pengadaan sepatu Program Sekolah Rakyat masih tahap perencanaan anggaran dan belum masuk proses lelang resmi.
- Sepatu yang akan digunakan tidak memakai merek komersial, melainkan dibuat khusus dengan label 'Sekolah Rakyat' dan spesifikasi berbeda dari produk pasaran.
- Data pengadaan di SiRUP sementara ditarik untuk evaluasi internal oleh Kemensos dan Inspektorat Jenderal sebelum diumumkan kembali setelah proses rasionalisasi selesai.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan pengadaan sepatu untuk Program Sekolah Rakyat belum masuk tahap lelang dan masih sebatas pagu anggaran. Agus juga mengungkapkan tak akan ada merek tertentu yang disiapkan dalam proyek tersebut, karena konsep sepatu yang akan dipakai disebut bersifat custom dengan spesifikasi khusus.
“Belum lelang, belum lelang. Itu baru perencanaan harga dulu. Belum lelang. Itu artinya masih bisa kita evaluasi,” kata Agus kepada IDN Times, Selasa (12/5/2026).
Agus menjelaskan sepatu yang disiapkan nantinya bukan berasal dari brand tertentu di pasaran. Menurut dia, konsep yang digunakan adalah “merek Sekolah Rakyat” dengan spesifikasi berbeda dari produk umum.
“Gak ada, gak ada (merek). Makanya istilahnya custom itu, karena kan kemudian apa namanya, ya gak ada merek, mereknya sekolah rakyat itu. Makanya kemudian ada, ini hasil penelitian sementara. Jadi, mereknya sekolah rakyat gitu loh. Spesifikasinya juga berbeda dengan yang ada di pasaran,” ujarnya.
1. Penentuan vendor terbuka dan lewat sistem elektronik

Dia mengatakan penentuan vendor nantinya tetap melalui mekanisme terbuka dan elektronik. Pemenang dipilih berdasarkan harga paling rendah namun tetap memenuhi spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.
“Pokoknya lelangnya itu. Lalu kemudian ada yang berani Rp500 ribu ya kan, yang lain gak berani, ya kira-kira yang paling murah, tapi tidak boleh keluar dari spesifikasi,” katanya.
2. Data di SiRUP menghilang pagi ini

Agus juga mengonfirmasi data pengadaan yang sempat muncul di SiRUP LKPP kini sengaja ditarik sementara untuk evaluasi internal. Evaluasi dilakukan tim khusus yang dipimpinnya bersama Inspektorat Jenderal Kemensos.
“Karena mau kita evaluasikan,” ujar Agus.
Dia menegaskan seluruh rencana pengadaan kini sedang dirasionalisasi, termasuk menyesuaikan kebijakan efisiensi belanja pemerintah sebelum dipublikasikan kembali ke publik.
“Saya minta semua dievaluasi dulu gitu loh. Setelah kemudian clear baru nanti akan kita publish lagi. Gak usah khawatir nanti kita umumkan lagi di SiRUP itu,” katanya.
3. Harga sepatu akan dievaluasi sesuai spesifikasi

Sebelumnya, data pengadaan di laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP menunjukkan Kementerian Sosial mengalokasikan anggaran Rp27,54 miliar untuk paket “Sepatu Sekolah - Perlengkapan Siswa” tahun anggaran 2026.
Paket dengan kode RUP 64517246 itu tercatat berada di bawah Sekretariat Jenderal Kemensos dengan metode pemilihan e-purchasing. Dalam rincian pekerjaan disebutkan pengadaan ditujukan untuk 39.345 pasang sepatu sekolah dengan harga satuan Rp700 ribu per pasang. Jadwal pemanfaatan barang dan pelaksanaan kontrak dimulai Januari 2026 hingga Desember 2026. Paket tersebut juga tercatat memiliki volume pekerjaan satu paket dengan spesifikasi berupa sepatu sekolah untuk perlengkapan siswa.
Meski demikian angka atau harga resmi belum ditentukan apakah masih sama dengan yang sebelumnya atau bakal berubah. Dia mengatakan proses klarifikasi dan penelusuran tengah dilakukan untuk melihat besaran yang tepat bagi pagu anggaran sepatu Sekolah Rakyat ini.


















