Kawal Arus Balik Idul Fitri 2026, PMI Tangsel Siagakan 6 Posko 24 Jam
- PMI Kota Tangerang Selatan menyiagakan enam posko kesehatan 24 jam dengan total 90 personel untuk mengawal arus balik Lebaran 1447 Hijriah.
- Hingga Senin malam, tercatat lima insiden kecelakaan dengan satu korban meninggal dan mayoritas disebabkan kelelahan fisik pemudik.
- PMI Tangsel berkolaborasi dengan TNI-Polri dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan darurat serta mengimbau pemudik beristirahat bila merasa lelah.
Jakarta, IDN Times – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan memastikan seluruh layanan kemanusiaan tetap beroperasi penuh guna mengawal arus balik Lebaran 1447 Hijriah.
Wakil Ketua PMI Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, menyatakan sebanyak enam posko kesehatan telah didirikan di lokasi-lokasi strategis sejak beberapa hari sebelum puncak arus balik. Setiap posko diperkuat oleh 15 personel yang bertugas selama 24 jam.
"Seluruh posko kami siagakan penuh, didukung armada ambulans, kendaraan operasional, serta sepeda motor untuk menjangkau titik kemacetan yang sulit dilalui mobil. Ini bagian dari komitmen kami memastikan keselamatan pemudik," ujar dia kepada wartawan, Selasa (24/3/2026).
1. Kasus kecelakaan karena pemudik kelelahan

Asep menjelaskan, hingga Senin malam, tercatat ada lima insiden yang ditangani oleh tim di lapangan. Dari kejadian tersebut, 12 orang dilaporkan mengalami luka ringan, sementara satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Berdasarkan evaluasi sementara, faktor kelelahan fisik menjadi pemicu utama kecelakaan maupun gangguan kesehatan pemudik di wilayah Tangerang Selatan.
"Mayoritas kasus yang kami tangani adalah luka ringan akibat kelelahan dan kurang fokus. Ini menjadi indikasi bahwa faktor keletihan masih menjadi risiko utama dalam arus balik tahun ini," kata dia.
2. Penanganan darurat makin cepat

PMI Tangsel berkolaborasi dengan TNI-Polri, Dinas Kesehatan, serta Dinas Perhubungan. Sistem rujukan medis pun telah terintegrasi secara langsung dengan RSUD dan puskesmas setempat untuk penanganan darurat yang lebih cepat.
"Sinergi lintas sektor berjalan sangat baik. Kami terintegrasi dengan pos pengamanan kepolisian serta didukung fasilitas rujukan medis yang sigap," kata dia.
3. Imbau pemudik tidak memaksakan diri
Asep mengimbau agar para pemudik tidak memaksakan diri di perjalanan. Ia meminta warga untuk memanfaatkan posko kesehatan yang tersedia jika merasa kondisi fisik menurun.
"Kami mengimbau pemudik untuk beristirahat jika merasa lelah. Keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama agar bisa kembali ke rumah dengan selamat," kata dia.


















