Kerhutla Terus Menyala di Kalimantan, Akses dan Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, sementara Manggala Agni terus dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Petugas menghadapi lokasi yang sulit dijangkau dan keterbatasan sumber air akibat musim kemarau.
Pemadaman tetap dilakukan, termasuk malam hari, dengan dukungan masyarakat serta sejumlah instansi.
Jakarta, IDN Times - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terus terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pun telah mengerahkan Manggala Agni untuk pemadaman.
Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Kalimantan Yudo Shekti Mutiko mengatakan, pemadaman tetap dilakukan meski petugas menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Pemadaman terus dilakukan. Apalagi juga Pak Menteri kan menugaskan kami untuk membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) dan juga melibatkan masyarakat itu di kegiatan-kegiatan pemadaman,” ujar Yudo Shekti dalam keterangan tertulis Kemenhut, Senin (12/9/2026).
1. Aksesibilitas jadi tantangan

Menhut Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu (23/8/2026). (dok.Kemenhut) Yudo menjelaskan, salah satu tantangan utama dalam pemadaman Karhutla adalah aksesibilitas. Tidak semua lokasi kebakaran mudah dijangkau, namun petugas tetap berupaya mencapai lokasi, termasuk melalui jalur air.
Sementara itu, pemadaman udara juga tidak selalu dapat menjadi pilihan ketika kondisi tidak memungkinkan.
“ Tantangan yang utama itu aksesibilitasnya luar biasa. Tidak semua bisa kita jangkau. Tapi biarpun sulit-sulitnya dijangkau, kita tetap berupaya. Mau lewat air kita kerjain juga,” katanya.
2. Keterbatasan sumber air juga jadi tantangan

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah hasil pengawasan menemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada areal yang mereka kelola dengan total luas mencapai 1.511,55 hektare di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. (Dok. Kemenhut) Selain akses, keterbatasan sumber air akibat musim kemarau juga menjadi tantangan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Manggala Agni sejak awal mengembangkan sumur bor sebagai salah satu solusi pemadaman di lokasi yang sulit mendapatkan sumber air.
“Upaya serupa juga mulai dilakukan pemerintah daerah, BPBD, Dinas Kehutanan, Polri dan TNI,” ujar dia.
3. Pemadaman terus dilakukan meski menghadapi risiko keselamatan

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni melakukan pengecekkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Berau, Kalimantan Timur. (Dok. Kemenhut) Namun demikian, Yudo menegaskan berbagai kendala tersebut tidak menghentikan upaya pemadaman. Petugas tetap bekerja, termasuk pada malam hari, untuk menangani Karhutla di lapangan.
“Kesulitan ada, tapi bukan berarti kita nggak berupaya ya, kita tetap lakukan terus. Teman-teman juga kayak jangankan siang, malam juga dikerjakan,” katanya.
Menurut Yudo, Manggala Agni akan tetap bertahan menjalankan tugas pemadaman meski menghadapi risiko keselamatan.
“Kalau yang lain mundur, Manggala Agni tetap bertahan biarpun ada risiko keselamatan. Tapi mereka tetap mengerjakan itu,” ujarnya.























