Menag: Jangan Lawan Cuaca Ekstrem Saat Lempar Jumrah

- Jemaah diimbau tidak berkeliaran di luar tenda pada siang hari untuk mencegah kecelakaan
- Mengambil hikmah perjuangan Nabi Ibrahim dan Ismail serta mencintai Allah SWT di atas segala-galanya
- Jemaah juga diimbau memaknai lempar jumrah dengan melepaskan keburukan dalam diri serta Menag pastikan seluruh jemaah tidak ada yang tertinggal di Arafah
Mina, IDN Times - Amirulhaj yang juga Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan kepada jemaah haji asal Indonesia agar memperhatikan betul jadwal lempar jumrah di Jamarat, karena panas ekstrem pada siang hari.
"Pada kesempatan ini, walaupun sudah selesai harianya ya wukuf di Arafah, tapi tidak boleh kita memandang enteng medan ini, suhu panas masih tetap 50 derajat di siang hari," ujar Menag, saat meninjau jemaah di Jamarat, Jumat (6/6/2025).
1. Jemaah diimbau tidak berkeliaran di luar tenda

Selain itu, Menag juga mengimbau kepada jemaah agar tidak berkeliaran pada siang hari, misalnya dengan berkunjung ke tenda saudara, teman, atau kerabatnya. Apalagi dengan menempuh jarak yang jauh, sangat tidak dianjurkan.
"Dan juga jangan memandang enteng tempat yang dekat tapi kalau dijalani itu jauh. Pandangan kita itu kadang-kadang tertipu ya mau kemana nengok keluarganya, hindari jam 10 sampai jam 4 sore tidak boleh ada yang berkeliaran di luar kemah. Itu ketentuan pemerintah Saudi Arabia untuk mencegah memanimalisir terjadinya kecelakaan korban dan sebagainya," kata dia.
Menag pun berterima kasih kepada jemaah yang sudah mematuhi imbauan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tidak berkeliaran di luar tenda pada siang hari.
"Nah, kita berterima kasih kepada seluruh jemaah sangat taat ya mengikuti instruksi pemerintah Saudi, dan mengikuti juga instruksi pimpinan-pimpinan kloternya. Semoga hari-hari yang tersisa ini insyaallah Bapak Ibu perbanyak berdoa, perbanyak berzikir, mengaji di kemahnya masih-masih sampai mematuhi kemahan kita dan kemahan kita," kata dia.
2. Mengambil hikmah perjuangan Nabi Ibrahim dan Ismail

Selain itu, Menang mengajak jemaah untuk mengambil hikmah perjuangan Nabi Ibrahim dan Ismail, yang diperingati setiap Idul Adha. Menag mengingatkan jemaah agar memperbanyak amal ibadah pada hari yang mulia ini.
"Marilah hari ini memaknai peristiwa simbolik, termasuk setan itu adalah nafsu. Tadi pagi kita sudah menyembelih, mencontoh bagaimana peristiwa Nabi Ibrahim menyembelih sesuatu yang paling berharga. Sesuatu yang paling berharga bagi Nabi Ibrahim sampai bertahun-tahun mereka berdoa agar punya anak dan sampai pada usia yang lanjut pun juga dapat anak," kata dia.
"Alhamdulillah anak kesayangan yang ditunggu lama-lama itu, itu diminta untuk disembelih. Jadi simbol Nabi Ismail itu simbol bagi sesuatu yang paling kita cintai. Kalau yang paling kita cintai, deposit kita, mari kita korbankan," sambungnya.
Menurut Menag, mencintai Allah SWT di atas segala-galanya. Apapaun yang dincintai manusia, jangan sampai melupakan cintanya kepada sang Ilahi. Beribadahlah karena perintah dan cinta kepada Allah.
"Kalau simbol yang paling kita cintai apapun bersediakah kita melontarkan, bersediakan kita untuk mengorbankan itu semuanya. Jadi mari kita melihat peristiwa simbolik ini kemampuan kita untuk mengorbankan apapun, demi untuk perintah Allah subhanahu wa ta'ala. Maka itu pelemparan ini kita mengusir semua penggoda-penggoda yang bisa mempengaruhi kita untuk menjadi materialistik, dan menjauhi kegiatan-kegiatan ufrawiah kita ya," kata dia.
3. Jemaah juga diimbau memaknai lempar jumrah

Tak hanya itu, Menag juga mengajak jemaah untuk memaknai lempar jumrah, yang bukan semata melempar batu di Jamarat. Tetapi manusia harus melepaskan dan meninggalkan keburukan-keburukan dalam dirinya.
"Nah jadi saya mohon betul bagi teman-teman yang melakukan pelemparan jangan asal melempar, tapi tinggalkan semua yang jelek-jelek dari diri kita sendiri yang suka marah, yang suka pelit, ya kemudian juga suka mengadu domba, suka berbohong, suka membicarakan aipuran lain, tinggalkan di sini, kuburkan di sini. Dan yang tersisa kita pulang ke tanah air adalah putra kita dan kembali ke sucian. InsyaAllah itulah nanti yang akan menyelamatkan kita," kata dia.
4. Menag pastikan seluruh jemaah tidak ada yang tertinggal di Arafah

Menag juga menegaskan seluruh jemaah tidak ada yang tertinggal satu pun di Arafah. Semua jemaah haji asal Indonesia kini sudah berada di Mina dan melaksanakan lempar jumrah di Jamarat.
"Bisa dipastikan tidak ada satu pun orang yang tidak berangkat ke Arafah kemarin, kecuali yang di rumah sakit yang memang tidak bisa bergerak, itu pun juga semua sudah dipastikan sudah dibadalkan," kata dia.
"Yang sakit itu juga sudah melalui proses safari wukuf dan tidak ada pun juga yang tidak melakukan safari wukuf bagi mereka yang sakit yang sudah berusia lanjut dan dibebel," sambungnya.
Menang menjelaskan sekitar pada pukul 09.00 Waktu Arab Saudi, semua jemaah haji Indonesia dipastikan sudah tidak ada lagi yang tertinggal di Musdalifah, sebelum matahari terik.
"Dan semuanya alhamdulillah sudah masuk dalam kemah, walaupun ada yang salah masuk tenda, tapi yang penting aman dulu ya masuk ke tenda beras, makan minum dan kemudian setelah itu melakukan pelemparan Jamarat," kata dia.
Menag juga bersyukur tidak ada satupun yang terkendala pada puncak haji di Arafah dan Muzdalifah, dan berterima kasih kepada pemerintah Saudi Arabia yang telah memberikan kemudahan kepada Indonesia ambulans-ambulans Indonesia agar bisa masuk ke area di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna)
"Dan jumlah kematian pun juga bisa ditekan dari peristiwa yang sama pada tahun yang lalu. Tadi sekitar 150 orang (meninggal) mudah-mudahan tidak bertambah, karena tahun lalu itu sekitar hampir 400 meninggal, 2003 itu hampir 800. Kita pada hari H lewat yang meninggal alhamdulillah baru 150-an, nah berarti kita berharap semoga tidak terjadi lonjakan di akhir-akhir, dan tidak ada sesuatu yang luar biasa," kata dia.
"Nah, ini semuanya berkat doa dari Bapak Ibu di Tanah Air mendoakan keluarganya, dan kami pun juga di sini berdoa untuk Bapak Ibu di Tanah Air, termasuk juga alhamdulillah masih sempat-sempatnya juga mendoakan PSSI menang pada saat wukf di Arafah itu, alhamdulillah juga merupakan doa kita makbuli," imbuhnya.
PPIH Arab Saudi juga sudah mengeluarkan jadwal jumrah untuk jemaah haji yang dibagi beberapa sesi. Pada hari pertama atau 10 Zulhijah, Jumrah Aqabah sesi pertama dimulai pukul 00.00 hingga 04.00 WAS. Sesi kedua pukul 10.00 hingga 20.00 WAS.
Pada hari kedua atau Jumrah Tasyriq pada 11 Zulhijah, sesi pertama pada pukul 17.00 hingga 24.00 WAS dan sesi kedua pukul 00.00 hingga 04.00 WAS.
Pada hari ketiga atau Jumrah Tasyriq pada 12 Zulhijah, sesi pertama pada pukul 05.00 hingga 10.30 WAS, dan sesi kedua pukul 18.00 hingga 24.00 WAS.
Hari terakhir Jumrah Tasyriq pada 13 Zulhijah, hanya ada satu sesi yakni mulai pukul 05.00 hingga 12.00 WAS.
Jemaah haji Indonesia juga diimbau agar menghindari waktu-waktu tertentu, demi keamanan jemaah. Pertama pada 10 Zulhijah mulai pukul 04.00 hingga 10.00 WAS. Kedua, 11 Zulhijah mulai pukul 11.00 hingga 14.00 WAS, dan ketiga 12 Zulhijah mulai pukul 11.00 hingga 14.00 WAS.