Mendiang Muhammad Reza di Mata Tetangga: Jarang Ngomongin FPI

Jakarta, IDN Times - Almarhum Muhammad Reza, satu dari enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas dalam bentrokan dengan polisi, cukup dikenal oleh warga di sekitar rumahnya.
Sebab, selain aktif dalam karang taruna, Reza juga merupakan petugas keamanan di lingkungan rumahnya yang berlokasi di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
1. Reza jarang membahas FPI

Tetangga Reza, Udin (59 tahun, mengatakan Reza merupakan anggota yang aktif dalam FPI. Pada setiap kesempatan acara keagamaan Islam, Reza kerap terlibat sebagai panitia maupun petugas. Namun demikian, Reza jarang membicarakan organisasinya tersebut.
"Jarang ngomongin (soal) FPI," kata Udin kepada IDN Times, Rabu (9/12/2020).
2. Reza sosok yang pendiam

Sementara rekan Reza sebagai petugas keamanan, Mulyadi, mengatakan mendiang Reza dikenal sebagai sosok yang pendiam. Dia juga jarang membicarakan banyak hal, termasuk soal FPI.
"Nggak pernah ngobrolin yang lain-lain. Pendiem orangnya, biasa aja orangnya. Makanya saya kaget pulang ngojek jam 2. Perasaan kemaren Jumat ada. Ya, namanya umur," katanya.
3. Polisi dan FPI saling tuding siapa lebih dulu menyerang

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran sebelumnya mengatakan aparat kepolisian terlibat bentrok dengan pendukung Pendiri Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Senin (7/12/2020) pukul 00.30 WIB.
"Telah terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan MRS (Rizieq Shihab) yang dijadwalkan berlangsung hari ini pukul 10.00 WIB," katanya di Polda Metro Jaya, Senin (7/12/2020).
Fadil mengatakan kejadian ini berawal dari informasi adanya pengerahan massa pada saat pemeriksaan Rizieq di Polda Metro Jaya. Maka dari itu polisi akhirnya melakukan penyidikan terkait informasi tersebut.
Namun, ketika anggota Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yang diduga sebagai pengikut Rizieq, kendaraan petugas malah halangi. "Ketika anggota mengikuti kendaraan yang diduga adalah pengikut Rizieq petugas dipepet, kemudian diserang menggunakan senjata api dan senjata tajam," ujar Fadil.
Sekretaris Umum FPI, Munarman, membantah pernyataan polisi dan meminta polisi membuktikan ada aksi tembak-menembak dalam peristiwa bentrok antara anggota kepolisian dengan laskar FPI.
"Buktikan. Polisi yang diserang itu yang mana? Kalau ada tembak-menembak berarti kan ada korban juga dari pihaknya kepolisian. Ini kan tidak ada," kata dia, saat menggelar konferensi pers di Petamburan, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari siaran langsung di channel YouTube eradotid, Senin (7/12/2020).
Munarman mengatakan enam anggota laskar FPI yang tewas dalam kejadian tersebut dibunuh. "Saya kira yang jelas sudah enam orang dibunuh," kata dia.



















