Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Modifikasi Cuaca di Kalteng Digelar Mulai Besok, Pesawat dari Banjarmasin

2 min read
Modifikasi Cuaca di Kalteng Digelar Mulai Besok, Pesawat dari Banjarmasin
Seorang pria menggunakan sebatang kayu dalam upaya memadamkan kebakaran lahan di kawasan Bukit Batu, Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu, (3/10/2026). (AFP/Reina)
  • Pemerintah menyiapkan OMC untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah pada 15-16 Oktober.

  • Pesawat OMC akan diterbangkan dari Banjarmasin karena jarak pandang di sejumlah bandara Kalteng belum memungkinkan.

  • Helikopter water bombing akan diarahkan ke Kuala Pembuang, sementara operasi udara dan darat berjalan beriringan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah akan menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan OMC dijadwalkan berlangsung pada 15-16 Oktober dengan pesawat yang akan diterbangkan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Pasukan Udara OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) insyaallah tanggal 15 dan 16. Mohon didoakan, bibit awan hujannya ada bagus,” kata Menhut Raja Antoni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10/2026).

  1. 1. Pesawat diterbangkan dari Banjarmasin

    WhatsApp Image 2026-10-14 at 14.54.50 (5).jpeg
    Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang berkobar di kawasan Panarung, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis, (8/10/2026). (AFP/Reina)

    Raja Juli menjelaskan, strategi tersebut dilakukan karena kondisi jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, dan Bandara Iskandar Pangkalan Bun belum memungkinkan untuk penerbangan pesawat OMC.

    Pemerintah kemudian menyiapkan penerbangan dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin.

    “Tapi sekali lagi, karena tidak bisa diterbangkan pesawatnya dari Tjilik Riwut dan juga dari Pangkalan Bun, maka akan kita terbangkan dari Syamsudin Noor untuk OMC,” kata dia.

  2. 2. Helikopter water bombing belum bisa beroperasi

    Seorang ibu dan anaknya mengenakan masker di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin, (
    Seorang ibu dan anaknya mengenakan masker di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin, (12/10/2026). (AFP/Reina)

    Selain OMC, pemerintah juga menyiapkan strategi pergeseran helikopter water bombing. Menhut mengatakan saat ini terdapat enam helikopter water bombing di Kalimantan Tengah, termasuk yang berada di Pangkalan Bun dan Tjilik Riwut.

    Namun, operasi penerbangan terkendala jarak pandang yang belum memenuhi batas minimum.

    “Visibility-nya minimum itu 5.000, ini tidak bisa terbang,” ujarnya.

  3. 3. Helikopter akan dipindahkan ke Kuala Pembuang

    Seorang wanita yang mengenakan masker wajah mengendarai sepeda menembus kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di Jembatan Kahaya
    Seorang wanita yang mengenakan masker wajah mengendarai sepeda menembus kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di Jembatan Kahayan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (7/10/2026). (AFP/Reina)

    Sebagai alternatif, pemerintah akan mencoba memindahkan helikopter dari Kalimantan Selatan ke Kuala Pembuang, Seruyan, yang memiliki kondisi jarak pandang lebih baik. Pemerintah juga menjajaki kemungkinan menggeser helikopter dari daerah lain yang kondisi karhutlanya mulai membaik, seperti Riau.

    “Ketimbang dari Syamsudin Noor Kalsel, mungkin lebih baik kita tarik ke Kuala Pembuang. Jadi itu kita lakukan, termasuk di dalamnya adalah di Sungai Perlu dan Sungai Tanjung Rengas. Nah, ini kita juga akan melakukan water bombing sekaligus juga menyisir dari darat,” kata Menhut.

    Menhut menegaskan operasi udara tersebut akan berjalan beriringan dengan penguatan operasi darat. TNI, Polri, Manggala Agni, Kemenhut, BPBD, relawan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) akan dikerahkan untuk bersama-sama menangani karhutla di Tanjung Puting dan sekitarnya.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More