Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

NU Akan Gelar Muktamar ke-34, Ini Daftar Ketua Umum PBNU Sejak 1926

NU Akan Gelar Muktamar ke-34, Ini Daftar Ketua Umum PBNU Sejak 1926
Rais 'Aam PBNU Ma'ruf Amin (kedua kanan) didampingi Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj (kedua kiri), Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kiri), dan Sekjen PBNU Helmy Faishal (kanan) memberikan keterangan pers di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (9/8/2019). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Muktamar ke-34 NU pada Desember 2021. Salah satu agenda dalam muktamar adalah memilih ketua umum PBNU.

Ada sejumlah nama yang akan maju dalam pemilihan. Mereka yang paling kuat adalah Yahya Cholil Staquf dan Said Aqil Siradj.

Said Aqil Siradj dalam sejumlah kesempatan juga menyatakan akan kembali maju memperebutkan kursi ketua umum PBNU. Said saat ini menjabat sebagai ketua umum PBNU sejak 2010.

Bila Said kembali terpilih, dia menjadi ketua umum PBNU selama tiga periode. Hal tersebut menyamai masa kepemimpinan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

  1. 1. Ketua umum PBNU dari masa ke masa

    Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (nu.or.id)
    Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (nu.or.id)

    IDN Times menghimpun sejumlah tokoh yang pernah menjabat ketua umum PBNU sejak berdiri pada 1926. Ketua umum PBNU pertama yakni KH Hasan Gipo.

    Dalam kepengurusan PBNU, ada struktur ketua umum dan Rais 'Aam. Pada awal berdiri, sebutannya Rais Akbar. Rais Akbar ini merupakan sebutan untuk pendiri sekaligus pemimpin tertinggi NU yang disematkan kepada KH Hasyim Asy'ari.

    Rais Akbar hanya dijabat Kiai Hasyim Asy'ari. Setelah itu, jabatan tertinggi PBNU sebagai Rais 'Aam. Berikut daftar ketua umum PBNU dari masa ke masa:

    1926-1929
    Rais Akbar: Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari
    Ketua Umum: KH Hasan Gipo

    1920-1937
    Rais Akbar: Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari
    Ketua Umum: KH Ahmad Noor

    1937-1946
    Rais Akbar: Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari
    Ketua Umum: KH Mahfudz Siddiq

    1946-1947
    Rais Akbar: Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari
    Ketua Umum: KH Nahwari Thohir

    1947-1951
    Rais 'Aam: KH Abdul Wahab Hasbullah
    Ketua Umum: KH Nahrawi Thohir

    1951-1954
    Rais 'Aam: KH Abdul Wahab Hasbullah
    Ketua Umum: KH Abdul Wahid Hasyim

    1954-1956
    Rais 'Aam: KH Abdul Wahab Hasbullah
    Ketua Umum: KH Muhammad Dahlan

    1956-1971
    Rais 'Aam: KH Abdul Wahab Hasbullah
    Ketua Umum: KH Idham Cholid

    1971-1984
    Rais 'Aam PBNU: KH Bisri Syansuri
    Ketua Umum: KH Idham Cholid

    1984-1999
    Rais 'Aam: KH Muhammad Ilyas Ruchyat
    Ketua Umum: KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur

    1994-2010
    Rais 'Aam: KH Mohammad Ahmad Sahal Mahfuz
    Ketua Umum: KH Hasyim Muzadi

    2010-2015
    Rais 'Aam: KH Amad Musthofa Bisri
    Ketua Umum: KH Said Aqil Siradj

    Said Aqil terpilih kembali menjadi ketua umum PBNU dari 2015-2021. Pada 2015-2018, Rais 'Aam PBNU dijabat KH Ma'ruf Amin. Kemudian digantikan KH Miftachul Akhyar hingga kini.

  2. 2. Ketum PBNU: Penundaan Muktamar ke-34 NU belum diketuk

    Ketua PBNU Kiai Said Aqil Siradj saat ditemui di Mapolda Jatim. IDN Times/Fitria Madia
    Ketua PBNU Kiai Said Aqil Siradj saat ditemui di Mapolda Jatim. IDN Times/Fitria Madia

    Sebelumnya, Said Aqil Siradj berbeda sikap dengan Sekjen PBNU Helmy Faishal soal jadwal Muktamar ke-34 NU.

    Helmy menyatakan Muktamar ke-34 NU ditunda karena pada akhir tahun ada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di semua daerah. Sementara, Said Aqil menyatakan belum ada keputusan penundaan jadwal Muktamar ke-34 NU.

    "Belum. Belum ada. Terkait itu (menanggapi kebijakan pemerintah) kami akan rapatkan dulu. Kita musyawarahkan terbatas bersama Rais 'Aam, Katib 'Aam dan Sekjen," ujar Said dalam keterangannya, Kamis (18/11/2021).

  3. 3. PBNU hormati kebijakan pemerintah

    default-image.png
    Default Image IDN

    Dalam rapat tersebut, kata Said, akan dibahas terkait jadwal Muktamar ke-34 NU dimajukan atau dimundurkan. Hal itu juga dilakukan untuk menyikapi kebijakan pemerintah terkait memutus penyebaran virus corona.

    "Prinsipnya kita menghormati keputusan pemerintah," ucapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More