Pemkot Bogor Kebut Administrasi PSEL Kayumanis

- Pemkot Bogor diberi tenggat tujuh minggu untuk menuntaskan seluruh administrasi proyek PSEL Kayumanis agar status prioritas pembangunan tetap terjaga.
- Pembangunan akses jalan menuju lokasi PSEL ditargetkan rampung akhir Mei 2026 guna mendukung kelancaran groundbreaking dan mobilisasi alat berat.
- Proyek PSEL Kayumanis menjadi langkah strategis mengakhiri sistem pembuangan sampah terbuka di Bogor mulai Juni 2026 dengan mengubah sampah menjadi energi listrik.
Bogor, IDN Times - Pemerintah Kota Bogor tengah berpacu dengan waktu untuk menuntaskan segala persyaratan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kayumanis.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan, hasil dari perjanjian kerja sama dalam upaya pembanguan Waste To Energy (WTE), pemda diberi waktu tujuh minggu dalam penyelesaian persyaratan proyek tersebut.
Selain urusan dokumen, kata dia, Pemkot Bogor juga memprioritaskan pembangunan akses jalan menuju PSEL.
"Untuk proyek di Kayumanis, kami diberi waktu 7 minggu dari kemarin untuk merampungkan seluruh proses administrasi yang diperlukan," ujar Dedie dalam keterangannya di Bogor, dikutip Jumat (24/4/2026).
1. Kebut penyelesaian administrasi kurun waktu 7 minggu

Tenggat waktu tujuh minggu yang diberikan Menko Pangan menjadi ujian bagi kelembagaan Pemkot Bogor. Dedie mengatakan, seluruh proses administrasi fasilitas di hilir harus segera diselesaikan agar status prioritas Kota Bogor dalam pembangunan PSEL tetap terjaga.
Dia mengatakan, PSEL Kayumanis diproyeksikan memiliki kapasitas 1.000 ton sampah per hari dengan skema aglomerasi yang mencakup wilayah sekitar.
"Kemarin kami diberikan waktu untuk menyelesaikan seluruh proses administrasi fasilitas tersebut. Untuk proyek di Kayumanis, kami diberi waktu 7 minggu," kata dia.
2. Pembangunan akses jalan target selesai akhir Mei

Dedie memberikan perhatian khusus pada pembangunan jalan akses menuju lokasi PSEL Kayumanis. Kesiapan jalan ini dinilai sebagai kunci utama agar proses groundbreaking pada Juni 2026 dan mobilisasi alat berat tidak terhambat.
Dengan luas lahan mencapai 12 hektare, aksesibilitas yang mumpuni akan mempermudah percepatan pembangunan fisik fasilitas pengolahan sampah modern tersebut.
"Fokus paling penting saat ini adalah akses menuju lokasi. Insya Allah, pembangunan jalan akses tersebut ditargetkan selesai pada akhir Mei ini," ucap dia.
3. Akhiri era pembuangan sampah terbuka pada 2026

Dedie menjelaskan, proyek PSEL merupakan misi besar untuk menghentikan sistem open dumping atau pembuangan terbuka yang selama ini mencemari lingkungan. Dedie menargetkan, mulai Juni 2026, tidak boleh ada lagi pembuangan sampah secara terbuka di Galuga maupun Kayumanis.
Nantinya, sampah akan diolah menjadi sumber energi listrik, sementara limbah rumah tangga akan dikelola melalui sistem pipanisasi melalui Instalasi Penanganan Air Limbah (IPAL) komunal yang lebih sehat bagi masyarakat.
"Tujuannya agar nanti hanya sampah yang betul-betul residu atau siap olah saja yang dimasukkan ke dalam PSEL ini. Ke depan, hal seperti itu tidak boleh lagi terjadi," ucap dia.


















