Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pengungsi di NTT Capai 185.131, Terus Bertambah karena Gempa Susulan

Pengungsi di NTT Capai 185.131, Terus Bertambah karena Gempa Susulan
Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming, mengunjungi SD Inpres LXXVI Wairklau, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026). (Dok. Setwapres)
  • BNPB mencatat 185.131 orang mengungsi akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

  • Jumlah pengungsi bertambah 4.804 orang karena gempa susulan masih terus terjadi dan memicu kepanikan serta trauma.

  • Setelah gempa utama 15 Agustus 2026, tercatat 7.029 gempa susulan, dengan 141 gempa dirasakan masyarakat dalam periode kemarin hingga hari ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kamu masih khawatir dengan gempa susulan di NTT?
Share Article

Jakarta, IDN Times — Jumlah pengungsi akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 185.131 orang kini mengungsi, baik secara mandiri maupun di lokasi pengungsian terpusat.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, penambahan jumlah pengungsi dipengaruhi gempa susulan yang masih terus terjadi. Kondisi tersebut memicu kepanikan dan trauma di tengah masyarakat yang terdampak.

“Hingga hari ini kami sudah mencatat 185.131 orang yang saat ini mengungsi, baik itu pengungsi yang ada mandiri maupun pengungsi yang ada terpusat,” ujar Berton.

Berton menyebut, terdapat tambahan 4.804 pengungsi baru. Penambahan paling banyak tercatat di Kabupaten Manggarai, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, kemudian Sikka, Ende, dan Ngada.

“Memang dapat dipahami ketika gempa yang selalu hadir, gempa susulan, ini menimbulkan kepanikan maupun traumatik yang mendalam untuk warga yang mengalami kegempaan tersebut,” katanya.

Gempa utama yang mengguncang NTT terjadi pada 15 Agustus 2026. Setelah peristiwa itu, aktivitas gempa masih terus berlangsung hingga menyebabkan ribuan gempa susulan.

Berdasarkan catatan BMKG yang disampaikan BNPB, hingga kini telah terjadi 7.029 kali gempa susulan. Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1. Dalam periode kemarin hingga hari ini, sebanyak 141 gempa susulan dilaporkan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Berton mengatakan, aktivitas gempa susulan tersebut masih berpotensi berlangsung dalam beberapa pekan setelah gempa utama.

“Pola ini akan terus berlangsung sampai 4 sampai 3 minggu setelah gempa utama terjadi,” ujarnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More