Polri: Rekrutmen Akpol 2026 Tanpa Jalur Khusus, Waspada Penipuan!

- Polri menegaskan rekrutmen Akpol 2026 hanya melalui jalur reguler tanpa kuota khusus, dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).
- Dari 7.988 pendaftar online, sebanyak 5.432 peserta telah terverifikasi untuk mengikuti tahap seleksi berikutnya; masyarakat diminta waspada terhadap penipuan atau percaloan.
- Rekrutmen Akpol disebut sebagai investasi jangka panjang Polri untuk mencetak calon pimpinan masa depan serta memperkuat pendidikan berkarakter humanis dan bebas kekerasan.
Jakarta, IDN Times - Polri menegaskan bahwa pelaksanaan rekrutmen taruna dan taruni Akademi Kepolisian atau Akpol Tahun Anggaran 2026 mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).
Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir di Mabes Polri, Selasa (7/4/2026).
“Rekrutmen terpadu Polri tetap mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Artinya seluruh proses dilakukan secara objektif, terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Johnny.
1. Rekrutmen tanpa adanya kuota khusus

Ia menegaskan, penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 hanya melalui satu jalur, yakni jalur reguler tanpa adanya kuota khusus.
“Rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler. Tidak ada kuota khusus. Kami mengimbau kepada seluruh peserta dan keluarga agar tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu,” ujarnya.
2. 5.432 peserta telah terverifikasi

Berdasarkan data, jumlah pendaftar calon Taruna-Taruni Akpol Tahun 2026 mencapai 7.988 orang secara online. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.432 peserta telah terverifikasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya yang saat ini memasuki tahap pemeriksaan administrasi.
Kadiv Humas juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan praktik penipuan atau percaloan dalam proses rekrutmen. Laporan dapat disampaikan melalui layanan pengaduan Divisi Propam Polri, hotline rekrutmen di nomor 0821-1685-877, maupun melalui Bareskrim Polri dan kepolisian setempat.
“Apabila ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah bayaran, jangan ditanggapi. Jika sudah terjadi, segera laporkan. Jika melibatkan anggota Polri, akan diproses oleh Propam. Jika melibatkan masyarakat sipil, akan dilakukan penegakan hukum sesuai aturan,” jelasnya.
3. Rekrutmen Akpol merupakan investasi jangka panjang Polri

Johnny menyampaikan, rekrutmen Taruna-Taruni Akpol merupakan investasi jangka panjang Polri dalam mencetak calon pimpinan masa depan, dengan proyeksi 25 hingga 30 tahun ke depan.
Selain itu, Polri juga terus melakukan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan di lembaga pendidikan kepolisian, termasuk Akpol. Evaluasi tersebut bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepribadian serta menghilangkan praktik kekerasan, khususnya dalam relasi senior dan junior.
“Sejak reformasi 1998, Polri telah mengedepankan kultur polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, kemampuan komunikasi, serta pendekatan pelayanan yang humanis,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung proses rekrutmen terpadu Polri sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.


















