Pramono Berbisik ke Cak Imin: Orang Tinggalkan Partai Tak Bisa besar

- Pramono Anung menekankan pentingnya loyalitas kader partai dan menyebut bahwa mereka yang meninggalkan partainya jarang berhasil menjadi besar.
- Ia memuji konsolidasi dan regenerasi PKB sebagai kekuatan utama untuk memperkokoh partai di bawah kepemimpinan Cak Imin.
- Pramono mengenang peran PKB dalam mengajukan Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden, menegaskan kontribusi historis partai tersebut.
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyinggung soal loyalitas kader partai saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kota Tua, Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam.
Dalam sambutannya, Pramono mengaku sempat berbisik kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengenai pentingnya tetap berada di partai.
"Tadi saya bisik-bisik sama beliau, 'Cak, hafal enggak? Semua orang yang meninggalkan partainya, enggak pernah ada yang menjadi besar'. Di PDI Perjuangan ada, di PKB juga ada," kata Pramono.
1. Partai semakin kokoh

Menurut Pramono, pengalaman tersebut justru membuat partai menjadi semakin kokoh. Karena itu, ia menilai konsolidasi dan regenerasi yang dilakukan PKB menjadi modal penting untuk memperkuat partai ke depan.
"Dan inilah yang kemudian makin membuat kokoh. Sekali lagi, konsolidasi ini, regenerasi ini luar biasa. Saya ingin mengucapkan selamat, mudah-mudahan pelantikan ini membawa berkah, membawa kemajuan bagi PKB di masa-masa mendatang," ujarnya.
2. Cak Imin bawa PKB besar

Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengungkapkan kedekatannya dengan Cak Imin yang telah terjalin sejak era gerakan mahasiswa 1998. Ia mengatakan, hubungan tersebut membuat dirinya mengikuti perjalanan politik Cak Imin sejak awal memimpin PKB.
Pramono menilai, kepemimpinan Cak Imin telah membawa PKB melewati berbagai dinamika politik, mulai dari masa sulit hingga kini memiliki 68 kursi di DPR RI.
"Saya termasuk yang mengikuti betapa hebatnya Ketua Umum PKB ini dari tahun 2005 sampai sekarang, main roller coaster naik turun. Pernah kursinya 28. Tetapi beliaulah yang kemudian dengan gigih membangun partai ini. Dan sekarang ini pada puncaknya, 68 kursi," katanya.
3. PKB ajukan Megawati jadi Wakil Presiden

Pramono juga mengenang peristiwa politik saat Megawati Soekarnoputri menjadi wakil presiden. Ia menyebut pencalonan Megawati saat itu justru diajukan oleh PKB.
"Alhamdulillah, Ibu Mega menjadi Wakil Presiden itu yang mencalonkan adalah PKB. Seratus persen PKB. Pada waktu itu PDIP tidak mengajukan, PKB yang mengajukan," ujar dia.
















