Pramono: Pendatang Baru Belum Paham Jakarta Akan Didata

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut banyak pendatang baru pasca Lebaran belum memahami kondisi ibu kota dan akan didata oleh Pemprov DKI.
- Pramono memperkirakan sekitar 10 hingga 12 ribu orang kembali ke Jakarta bersama keluarganya, namun angka tersebut masih bersifat sementara.
- Pemprov DKI menegaskan tidak akan melakukan operasi yustisia terhadap pendatang, tetapi meminta mereka memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk bekerja di Jakarta.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, sejumlah pendatang yang baru tiba di Jakarta pasca-Lebaran belum memahami kondisi Ibu Kota.
Menurut Pramono, pendatang seperti ini akan didata oleh pemerintah daerah. Dia mengatakan, sebagian besar dari mereka datang dengan harapan mendapatkan peluang kerja di Jakarta.
“Sekarang ini memang sudah mulai mendapatkan laporan ada beberapa pendatang yang belum mengetahui tentang Jakarta ketika sampai di Jakarta. Nah yang seperti itu kan pasti didata dan rata-rata mereka memang menaruh harapan bisa mencari peluang untuk bekerja di Jakarta,” ujar dia di DPRD, Senin (30/3/2026).
1. Sebanyak 12 ribu pendatang ke Jakarta

Pramono memperkirakan, sekitar 10 ribu hingga 12 ribu orang akan kembali ke Jakarta dengan ikut bersama keluarganya. Namun, kata dia, angka tersebut masih bersifat sementara dan belum final.
“Kami memprediksi, memperkirakan akan ada kenaikan kurang lebih pemudik yang ikut saudaranya balik ke Jakarta kurang lebih 10 sampai dengan 12 ribu. Tetapi ini belum final ya, nanti kita lihat data yang ada,” ujar dia.
2. Pergerakan data kendaraan ke Jakarta

Perkiraan itu, kata Pramono, disimpulkan dari tren pemesanan kendaraan serta pergerakan orang yang kembali ke Jakarta bersama keluarga.
“Kenapa ini bisa disimpulkan seperti itu, dari tren orang booking kendaraan ataupun juga yang ikut dengan keluarganya dan sebagainya,” kata dia.
3. Pemprov tidak akan lakukan operasi yustisia

Meski demikian, kata Pramono, Pemprov bersama DPRD DKI Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisia terhadap para pendatang.
“Sekali lagi, Pemerintah DKI Jakarta bersama-sama dengan DPRD DKI Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisia, tetapi kami meminta siapa pun yang datang ke Jakarta mau kerja di Jakarta tentunya dengan kapasitas dan kapabilitas untuk bekerja di Jakarta,” kata dia.













