BMKG Sumsel Apresiasi Upaya Pemprov Tangani Karhutla

Jakarta, IDN Times - Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mendapat apresiasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Mereka dinilai mampu menekan jumlah pertumbuhan hotspot atau titik panas.
"Ini artinya analisis dari kami bahwa penanganan yang dilakukan sejak awal tahun oleh kepala daerah dan jajaran di Pemprov Sumsel bersama stakeholder, cukup berhasil menekan hotspot," kata Koordinator BMKG Sumsel, Wayan Dayantolis, dalam keterangan resmi.
1. BMKG bandingkan titik panas pada 2023 dan tahun sebelumnya

Wayan menyebut, BMKG telah menganalisis dan membandingkan titik panas pada 2023 dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, titik panas lebih landai dibandingkan periode kering yang sama pada 2015 dan 2019.
"Ini menandakan usaha mitigasi pencegahan yang sudah dilakukan pimpinan daerah dan jajaran sudah berjalan dengan baik," jelas dia.
2. BMKG beri rekomendasi lanjutan untuk Sumsel

Diperkirakan musim hujan baru akan merata pada November 2023. Namun demikian, kata Wayan, saat ini sudah masuk masa transisi perubahan cuaca, dan ini membuat potensial awan cukup banyak di wilayah Sumsel. BMKG pun memberikan sejumlah rekomendasi.
"Tadi sudah kami sampaikan ke Pak Pj (Penjabat) Gubernur, yakni ancaman bencana hidrologi. Maka kami sampaikan kiranya November nanti masih ada shifting dari status siaga karhutla, untuk kemudian mulai siaga banjir dan longsor," jelas dia.
3. Pemprov Sumsel siap menjalankan rekomendasi

Menanggapi apresiasi tersebut, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengatakan, pihaknya tidak merasa jemawa dan kendor dengan langkah pencegahan sekarang ini. Penanganan karhutla harus terus berjalan maksimal, termasuk menghadapi potensi bencana hidrologi.
"Kita berkomitmen tetap maksimal melakukan penanggulangan karhutla. Termasuk menggelar salat istisqa secara serentak di Sumsel pagi tadi," ungkap Agus.



















