Kenapa Israel Mau Serang Wilayah Perbatasan Lebanon dan Suriah?

- Israel berencana menyerang Penyeberangan Masnaa di perbatasan Lebanon–Suriah karena diduga digunakan Hizbullah untuk menyelundupkan senjata, dan warga sekitar diminta segera mengungsi.
- Pasukan Lebanon dan Suriah mengevakuasi warga serta menutup akses di sekitar Masnaa guna menghindari dampak serangan yang dikabarkan akan dilakukan oleh militer Israel.
- Serangan Israel ke Lebanon sejak Maret 2026 telah menewaskan lebih dari seribu orang, melukai ribuan lainnya, serta melumpuhkan banyak rumah sakit akibat kerusakan parah.
Jakarta, IDN Times - Israel dilaporkan akan menyerang Penyeberangan Masnaa, wilayah perbatasan utama antara Lebanon dan Suriah, dalam waktu dekat. Oleh karena itu, dalam pernyataannya pada Sabtu (4/4/2026), pasukan militer Israel (IDF) meminta warga yang tinggal di sekitar wilayah tersebut untuk segera pergi dan mencari tempat aman.
IDF menjelaskan, serangan ini dilakukan karena Hizbullah kerap menggunakan penyeberangan Masnaa untuk menyelundupkan senjata. Semua senjata tersebut digunakan salah satunya untuk menyerang Israel.
"Karena Hizbullah menggunakan penyeberangan Masnaa untuk tujuan militer dan penyelundupan peralatan tempur, tentara Israel bermaksud untuk melakukan serangan di penyeberangan tersebut dalam waktu dekat," kata juru bicara IDF, Avichay Adraee, dalam sebuah unggahan di X, seperti dilansir CNA.
1. Pasukan militer Lebanon langsung mengevakuasi para warga

Sebagai informasi, penyeberangan Masnaa merupakan jalur strategis yang khusus digunakan warga Lebanon dan Suriah untuk kebutuhan mobilitas. Jalur ini tidak hanya menjadi urat nadi perdagangan darat antar kedua negara, tetapi juga menjadi rute utama bagi ribuan pengungsi yang mencari perlindungan.
Tidak lama setelah menerima ancaman dari IDF, pasukan militer Lebanon langsung mengevakuasi para warga yang tinggal di sekitar penyeberangan Masnaa. Ini dilakukan agar para warga tidak terkena serangan dari IDF.
Di sisi lain, pemerintah Suriah juga sudah mulai mengevakuasi warganya dari penyeberangan Masnaa. Selain itu, mereka juga sudah menutup lalu lintas di sekitar wilayah tersebut.
2. Israel makin gencar menyerang Lebanon

Israel sendiri mulai menyerang Lebanon sejak 2 Maret 2026 lalu. Namun, belakangan ini, Israel makin gencar menyerang negara tersebut. Sebab, Israel ingin membasmi seluruh anggota milisi Hizbullah yang membantu Iran melawan mereka dan Amerika Serikat.
Pada Rabu (1/4/2026) lalu, Israel dilaporkan mulai membasmi rumah-rumah di kawasan permukiman Hizbullah yang terletak di Lebanon selatan. IDF menjelaskan, langkah ini dilakukan karena Hizbullah kerap menggunakan rumah-rumah di permukiman tersebut untuk meluncurkan serangan rudal anti-tank kepada mereka.
"Kami telah memerintahkan percepatan penghancuran rumah-rumah warga Lebanon di desa-desa garis kontak untuk menetralisir ancaman terhadap komunitas Israel, sesuai dengan model Beit Hanun dan Rafah di Gaza," kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dilansir Jerusalem Post.
3. Serangan Israel di Lebanon telah menewaskan ribuan jiwa

Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan setidaknya 1.422 orang. Sementara itu, 4.294 orang lainnya mengalami luka-luka. Jumlah tersebut terus meningkat seiring dengan serangan-serangan yang dilakukan Israel.
Selain itu, jutaan warga Lebanon lainnya juga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari serangan Israel. Sebagian warga mengungsi di dalam negeri. Namun, sebagian lainnya memilih mengungsi di negara-negara tetangga.
Di sisi lain, serangan Israel juga telah membuat sekitar sembilan rumah sakit di Lebanon rusak. Sementara itu, 50 rumah sakit lainnya terpaksa tutup karena mengalami kerusakan yang sangat parah akibat diserang Israel. Ini membuat sebagian besar fasilitas layanan kesehatan di Lebanon lumpuh.



















