Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jejak SPPG Pondok Kelapa yang Sebabkan 72 Siswa Keracunan: Bekas Bengkel

Jejak SPPG Pondok Kelapa yang Sebabkan 72 Siswa Keracunan: Bekas Bengkel
SPPG Pondok Kelapa Jakarta Timur. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • Sebanyak 72 siswa keracunan usai makan dari program Makan Bergizi Gratis di SPPG Pondok Kelapa, membuat BGN menghentikan sementara operasional lembaga tersebut.
  • Bangunan SPPG Pondok Kelapa dulunya merupakan bengkel kendaraan dan kini berfungsi sebagai dapur layanan gizi dengan kondisi fisik sederhana serta aktivitas terbatas.
  • BGN menyatakan dapur SPPG belum memenuhi standar tata letak dan IPAL, serta menanggung seluruh biaya pengobatan korban sambil melakukan investigasi lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur, usai 72 siswa keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan SPPG tersebut.

IDN Times menelusuri SPPG Pondok Kelapa yang berada di H Dogon Nomor 4, RT 11 RW 01, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Senin (6/4/2026). Berdasarkan pengamatan, bangunan SPPG berada di tengah permukiman warga dengan karakter fasilitas yang bersifat utilitarian dan operasional, serta tidak ada aktivitas layaknya dapur MBG.

Kondisi pagar besi berwarna hitam di bagian depan SPPG Pondok Kelapa 2 tampak tertutup rapat saat kemi datang. Dari luar, area dalam tidak terlihat jelas karena sebagian pagar dilapisi penutup gelap. Di sisi kanan gerbang terlihat penanda alamat Jalan H. Dogon Nomor 4.

1. Dahulu bekas bengkel mobil

Jejak SPPG Pondok Kelapa Imbas 72 Siswa Keracunan, Bekas Bengkel Mobil
Bangunan SPPG bekas Bengkel/ dok tangkapan layar Google Street View

Berdasarkan keterangan warga sekitar, bangunan yang kini difungsikan sebagai SPPG tersebut sebelumnya pernah digunakan sebagai bengkel mobil.

Karakter bangunan lama yang bersifat utilitarian masih terlihat dari bentuk pagar besi, kanopi, serta tata ruang halaman yang menyerupai area kerja bengkel.

"Dulu dipakai bengkel sebelumnya kayaknya juga dia (SPPG) nyewa juga bukan orang sini," ucap Ahmadi, salah satu warga dan penjual di sekitar SPPG tersebut.

Berdasarkan pencarian Google Street View pada Juni 2022, sebelum SPPG, bangunan tersebut memang dipakai untuk bengkel mobil.

2. Kepala SPPG tidak di lokasi

Jejak SPPG Pondok Kelapa Imbas 72 Siswa Keracunan, Bekas Bengkel Mobil
SPPG Pondok Kelapa Jakarta Timur. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Saat kami mendatangi lokasi ini, terlihat tiga pria berada di area pos dekat pintu masuk. Mereka menyebut tidak ada kepala SPPG di lokasi tersebut.

“Maaf, tidak bisa (wawancara). Kepala yayasan juga tidak bisa, mohon maaf, sedang mengurus yang itu (keracunan),” ujar salah satu pria yang berada di area SPPG yang diduga merupakan pegawai SPPG.

3. Warna bangunan dominasi biru

Jejak SPPG Pondok Kelapa Imbas 72 Siswa Keracunan, Bekas Bengkel Mobil
SPPG Pondok Kelapa Jakarta Timur. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pantauan IDN Times, halaman bangunan satu lantai berwarna biru ini berlapis paving block. Di sisi halaman terdapat kanopi berbahan metal yang membentuk ruang kerja semi-terbuka.

Di bagian belakang terlihat tangki penampungan air berkapasitas cukup besar beserta instalasi pipa pendukung. Identitas lokasi tampak dari papan nama Yayasan SiB dan keterangan SPPG di bagian depan, serta sebuah kendaraan boks layanan MBG terparkir di halaman.

Beberapa bagian bangunan terlihat belum selesai dicat, terdapat material di lantai halaman, dan instalasi pipa serta rangka besi berada di area terbuka.

4. Tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar

Jejak SPPG Pondok Kelapa Imbas 72 Siswa Keracunan, Bekas Bengkel Mobil
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Sementara, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian menonjol insiden keamanan pangan dalam MBG.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik.

BGN, lanjut Nanik, juga telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan dengan menghentikan operasional SPPG Pondok Kelapa.

"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," tegasnya.

Insiden ini terjadi pada Jumat, 3 April 2026, setelah sehari sebelumnya pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah siswa mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan.

Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More