Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[UPDATE] Tetap Waspada! 86.619 Kasus Suspek COVID-19 Kepung Indonesia

[UPDATE] Tetap Waspada! 86.619 Kasus Suspek COVID-19 Kepung Indonesia
Polresta Bandar Lampung menggelar rapid test gratis kepada pengendara. Kegiatan ini digelar di Tugu Adipura, Rabu (5/8/2020). (IDN Times/Martin L Tobing)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Satgas Penanganan COVID-19 merilis perkembangan data per Rabu (12/8/2020), jumlah orang dengan status suspek COVID-19 di Indonesia mencapai 86.619.

Satgas Penanganan COVID-19 mencatat dari 11 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB hingga 12 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah spesimen yang dites COVID-19 berjumlah 26.248 spesimen. Sehingga, total spesimen yang sudah selesai diperiksa mencapai 1.783.673.

  1. 1. Kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 130.718

    Ilustrasi Swab Test. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
    Ilustrasi Swab Test. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Dari jumlah pemeriksaan spesimen tersebut, Kasus positif COVID-19 naik 1.942 hari ini. Dengan demikian, kasus COVID-19 di Indonesia telah mencapai 130.718.

    Sedangkan peningkatan angka kematian juga terjadi di Indonesia, menjadi 5.903 kasus. Walaupun demikian, kasus sembuh juga terus naik dan sekarang berada di angka 85.798 orang.

  2. 2. Sebaran COVID-19 di 34 provinsi di Indonesia

    Ilustrasi swab test. IDN Times/Bagus F
    Ilustrasi swab test. IDN Times/Bagus F

    Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Berikut ini data rincian penyebarannya:

    1. Aceh 748 kasus
    2. Bali 3.892 kasus
    3. Banten 2.150 kasus
    4. Bangka Belitung 203 kasus
    5. Bengkulu 260 kasus
    6. Yogyakarta 900 kasus
    7. DKI Jakarta 27.153 kasus
    8. Jambi 215 kasus
    9. Jawa Barat 7.803 kasus
    10. Jawa Tengah 10.944 kasus
    11. Jawa Timur 26.220 kasus
    12. Kalimantan Barat 429 kasus
    13. Kalimantan Timur 2.106 kasus
    14. Kalimantan Tengah 2.087 kasus
    15. Kalimantan Selatan 6.889 kasus
    16. Kalimantan Utara 303 kasus
    17. Kepulauan Riau 599 kasus
    18. Nusa Tenggara Barat 2.362 kasus
    19. Sumatera Selatan 3.778 kasus
    20. Sumatera Barat 1.216 kasus
    21. Sulawesi Utara 3.025 kasus
    22. Sumatera Utara 5.264 kasus
    23. Sulawesi Tenggara 1.076 kasus
    24. Sulawesi Selatan 10.675 kasus
    25. Sulawesi Tengah 220 kasus
    26. Lampung 320 kasus
    27. Riau 812 kasus
    28. Maluku Utara 1.709 kasus
    29. Maluku 1.367 kasus
    30. Papua Barat 571 kasus
    31. Papua 3.305 kasus
    32. Sulawesi Barat 282 kasus
    33. Nusa Tenggara Timur 162 kasus
    34. Gorontalo 1.664 kasus

    Dalam proses verifikasi lapangan 10 kasus.

  3. 3. Telah terbukti, COVID-19 menular melalui airborne

    Ilustrasi WFO (IDN Times/Besse Fadhilah)
    Ilustrasi WFO (IDN Times/Besse Fadhilah)

    Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.

    "Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa 7 Juli 2020.

    Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

    Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

    "Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

    Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airbone. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

    "Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More