Video Motor Listrik Berlogo BGN untuk MBG Viral di Media Sosial

- Video viral menampilkan deretan motor listrik berlogo BGN yang diklaim siap digunakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto.
- Data pengadaan 2025 menunjukkan Badan Gizi Nasional mengalokasikan sekitar Rp1,2 triliun untuk pembelian motor listrik melalui e-Katalog 6.0 dari Yasa Artha Trimanunggal.
- Hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai kebenaran klaim video tersebut, termasuk keterkaitannya dengan program MBG dan detail pengadaannya.
Jakarta, IDN Times - Video yang menampilkan sejumlah motor listrik dengan klaim terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat deretan kendaraan lengkap dengan logo BGN di badan motor.
Narasi dalam video menyebut motor listrik tersebut telah “ready” dan siap dikirim untuk mendukung operasional program MBG.
1. Disebut bakal jadi kendaraan operasional

Dari unggahan yang tersebar di X ada pengunggah turut mempertanyakan nasib guru honorer yang dinilai diabaikan. Unggahan itu juga memunculkan kritik terkait prioritas belanja negara, termasuk kemungkinan adanya proyek lanjutan.
2. Anggaran Rp1,2 triliun motor listrik

Data pengadaan 2025 yang dipublikasikan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menunjukkan Badan Gizi Nasional mengalokasikan sekitar Rp1,2 triliun untuk pembelian sepeda motor listrik, di luar ongkos kirim. Pengadaan dilakukan melalui e-Katalog 6.0 dari Yasa Artha Trimanunggal yang menawarkan produk Emmo Mobility.
Melansir dari Instagram emmo.mobility, kantor berada di Karang Asem Timur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan alamat uang sama dengan PT Kaisar Motorindo Industri.
3. Klarifikasi resmi BGN soal klaim motor listrik

Meski begitu, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kebenaran klaim dalam video tersebut, termasuk keterkaitannya dengan program MBG maupun instansi yang disebut-sebut terlibat. Informasi mengenai sumber pengadaan, jumlah unit, serta mekanisme distribusi juga belum dapat dipastikan.
IDN Times telah mencoba mengonfirmasi inin pada Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang namun belum ada respons.


















