Viral Nakes Hina Pasien BPJS, DPR Minta Kemenkes Lakukan Investigasi

- Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini meminta Kemenkes menginvestigasi terbuka rumah sakit yang diduga buruk melayani pasien BPJS hingga berakibat pasien meninggal.
- Yahya juga mendesak teguran keras serta edukasi etika bagi tenaga kesehatan dan medis agar berempati, menjaga komentar, dan memberi layanan terbaik kepada semua pasien.
- Kasus mencuat setelah Yurizal Tri Chaerawan mengaku menunggu kamar inap delapan jam pada 22 Juli; unggahannya dihina sejumlah akun sebelum ia dikabarkan meninggal 31 Juli 2026.
Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan investigasi secara menyeluruh, terhadap rumah sakit yang tidak memberikan pelayanan terhadap pasien BPJS.
Hal ini disampaikan Yahya Zaini menyikapi video viral di media sosial yang memperlihatkan salah seorang tenaga kesehatan menghina pasien BPJS, Yurizal Tri Chaerawan ketika curhat karena harus menunggu rawat kamar inap selama delapan jam.
"Kemenkes harus melakukan investigasi secara terbuka rumah sakit mana yang tidak memberikan pelayan dengan baik tersebut. Sehingga mengakibatkan pasien meninggal karena tidak mendapatkan pelayanan yang baik," kata Yahya kepada jurnalis, Rabu (4/8/2026).
1. Kemenkes diminta menegur para nakes yang hina pasien BPJS

Politikus Partai' Golkar itu juga meminta Kemenkes untuk memberikan teguran keras terhadap tenaga kesehatan yang tak berempati dengan unggahan pasien tersebut. Adapun, Yurizal Tri Chaerawan kini dikabarkan sudah meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
"Kemenkes harus memberikan teguran keras kepada tenaga kesehatan dan tenaga medis yang tidak berempati kepada pasien apalagi terhadap pasien BPJS Kesehatan," ujar Yahya.
Ia pun menyayangkan karena masih banyak pasien BPJS Kesehatan yang dijumpai selalu dinomorduakan oleh pihak rumah sakit.
"Banyak rumah sakit yang kurang memberikan perhatian terhadap pasien BPJS Kesehatan. Saya banyak mendapatkan pengaduan masyarakat soal tersebut," kata Legislator Golkar itu.
2. Kemenkes perlu edukasi nakes soal etika

Lebih jauh, Yahya mendorong Kemenkes untuk memberikan edukasi kepada semua tenaga kesehatan dan tenaga medis untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada setiap pasien, serta berempati terhadap penderitaan yang dialami oleh setiap pasien di rumah sakit.
Ia mengingatkan etika tenaga kesehatan dalam memberikan komentar kepada setiap pihak harus dijunjung tinggi. Sebab, nakes merupakan profesi terhormat yang mesti dijaga marwahnya.
"Edukasi terkait etika menjadi sangat penting agar tenaga kesehatan dan tenaga medis tidak menyampaikan perkataan yang menyakiti pasien dan masyarakat pada umumnya. Profesi tenaga kesehatan dan tenaga medis merupakan profesi yang terhormat. Jadi mereka juga harus punya rasa hormat terhadap setiap pasien di rumah sakit," kata dia.
3. Duduk perkara kasus Yurizal yang dihina nakes

Diketahui, kasus ini mencuat setelah curhatan pasien BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan viral di media sosial. Pada 22 Juli 2026, melalui akun Threads @yurizaltrich, Yurizal mengaku telah menunggu kamar rawat inap selama delapan jam. Namun, ia tidak menyebutkan nama rumah sakit tempat dirinya dirawat.
"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," tulis Yurizal dalam unggaha tersebut.
Alih-alih mendapat simpati, unggahan itu justru dibanjiri komentar yang menyudutkan Yurizal. Sebagian pengguna akun bahkan menyarankan Yurizal pindah ke ruang jenazah agar lebih cepat mendapat kamar. Selain itu, ada pula komentar yang menyakiti diri dengan nada bercanda.
Publik juga menyoroti sejumlah akun yang berkomentar justru diduga berprofesi sebagai dokter, perawat, maupun tenaga kesehatan lain berdasarkan informasi yang tercantum di profil media sosial mereka. Perbincangan di medsos semakin meluas setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Kabar duka itu disampaikan sepupunya melalui media sosial dan membuat unggahan lama Yurizal kembali viral.



















