Viral UMKM Rugi Jutaan di JAKFEST, Pramono: Terus Terang Saya Tak Tahu

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemprov DKI tidak terlibat dan tidak mengetahui penyelenggaraan acara JAKFEST di Lapangan Banteng yang viral di media sosial.
- Sejumlah pelaku UMKM mengaku rugi jutaan rupiah karena jumlah pengunjung JAKFEST jauh dari ekspektasi, meski mereka telah membayar biaya sewa tenant hingga Rp3 juta.
- Peserta acara mengeluhkan minimnya pengunjung dan sulitnya menemukan pihak penyelenggara, padahal terdapat lebih dari 200 tenant UMKM yang ikut berjualan di lokasi.
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, Pemprov DKI tidak selalu terlibat dalam semua kegiatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta termasuk di acara JAKFEST di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, yang viral di media sosial.
Sejumlah pelaku UMKM mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah lantaran jumlah pengunjung yang datang jauh dari ekspektasi.
"Jadi tidak semua kegiatan itu Pemprov DKI tahu dan terlibat, ketika diberikan laporan apa yang terjadi di lapangan Banteng, walaupun gambar saya dan Bang Doel Ada. Terus terang saya tidak tahu acara itu," ujar Pramono di Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).
1. Dinas UMKM tidak mengetahui acara JAKFEST

Pramono juga sudah mengecek ke Dinas Koperasi dan UKM yang seharusnya bertanggungjawab atas masalah tersebut, tetapi dari Dinas UMKM juga tidak mengetahui.
"Kemudian saya lakukan pengecekan pada Dinas UMKM yang bertanggung jawab acara itu seperti itu pun tidak tahu," kata dia.
2. Pelaku UMKM mengaku rugi

Keluhan sejumlah pelaku UMKM yang mengikuti acara JAKFEST di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, viral di media sosial.
Mereka mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah lantaran jumlah pengunjung yang datang jauh dari ekspektasi.
Salah satu pelaku UMKM di akun media sosial mengaku mengikuti acara tersebut karena tertarik dengan materi promosi yang menyebutkan adanya kehadiran pejabat hingga artis. Dia juga membayar biaya sewa tenant sebesar Rp3 juta untuk tiga hari pelaksanaan acara.
"Aku ikut event di Lapangan Banteng (JAKFEST). Di sana percaya ikut karena pamfletnya menarik. Ada Gubernur datang lah, artis, dan lain-lain. Sewa 3 juta 3 hari dan omzetnya sehari aja gak sampai 200," ujar dia di Threads, dikutip Jumat (19/6/2026).
3. Jumlah pengunjung minim

Namun, saat hari pertama berlangsung, dia mengaku terkejut karena terdapat lebih dari 200 tenant UMKM yang berjualan, sedangkan jumlah pengunjung sangat minim.
“Bayangkan 3 juta kali 200 UMKM, tapi pengunjung gak ada. Pas kita cari EO pun gak ada,” tulis dia dalam unggahan yang viral.
















