Wajah Baru Museum Zoologi Bogor Hadirkan Wahana Imersif Immerzoa

- Museum Zoologi Bogor bertransformasi dengan menghadirkan Immerzoa, wahana imersif hasil kolaborasi PT Mitra Natura Raya, BRIN, dan SIMPATI yang memadukan edukasi biodiversitas dengan teknologi digital.
- Immerzoa menampilkan pertunjukan berdurasi 20 menit dengan visualisasi ekosistem hewan berkualitas tinggi serta narasi tiga babak emosional yang mengajak pengunjung memahami dan peduli terhadap konservasi alam.
- Meski tampil modern, museum tetap menjaga warisan riset 132 tahun dengan koleksi sekitar 1,8 juta spesimen fauna, memperkuat perannya sebagai pusat edukasi ilmiah dan inovatif di Indonesia.
Bogor, IDN Times – Museum Zoologicum Bogoriense atau Museum Zoologi terus melakukan transformasi besar, untuk menarik minat pengunjung generasi masa kini. Di bawah pengelolaan PT Mitra Natura Raya yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta dukungan Simpati, museum ini resmi memperkenalkan Immerzoa.
Ruang ini memanfaatkan teknologi imersif untuk menciptakan pengalaman interaktif yang memadukan edukasi keanekaragaman hayati dengan gaya hidup digital. Museum Zoologi kini tidak lagi hanya menjadi tempat penyimpanan spesimen yang statis, melainkan bertransformasi menjadi ruang edukasi yang hidup.
Melalui Immerzoa, pengunjung diajak merasakan pengalaman emosional yang mendalam melalui perpaduan teknologi visual dan seni naratif yang memukau. Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, menegaskan perubahan ini merupakan langkah besar dalam menjawab kebutuhan zaman.
“Transformasi ini mengubah museum dari sekadar ruang penyimpanan spesimen menjadi ruang immersive dan interaktif yang edukatif bagi pengunjung museum,” ujar Marga, saat jumpa pers di Kebun Raya Bogor, Rabu, 11 Maret 2026.
1. Durasi pertunjukan 20 menit dengan teknologi visual canggih

Pada masa soft opening ini, kata Marga, Immerzoa menawarkan sesi pertunjukan selama 20 menit, yang menampilkan visualisasi ekosistem hewan dengan kualitas estetika tinggi. Kolaborasi ini memastikan setiap sudut ruangan mampu berbicara kepada generasi digital, yang terbiasa dengan ritme cepat dan konektivitas tinggi.
Manager Event Dept, Rizki Ramadhan, menjelaskan dukungan konektivitas menjadi katalisator penting dalam perubahan ini. “Bersama dengan Simpati, Immerzoa tidak hanya berhenti sebagai ruang visual, namun berevolusi menjadi sebuah ekosistem naratif yang melampaui batas statis,” kata dia.
2. Mengusung tiga babak emosional tentang alam

Marga menjelaskan, saat memasuki fase grand opening nanti, pengalaman di dalam Immerzoa akan dirancang lebih mendalam melalui tiga babak emosional. Pengunjung akan diajak menyadari luasnya bumi sebagai rumah bersama, menjelajahi kekayaan fauna Indonesia dari garis Wallace hingga Weber, dan akhirnya dihadapkan pada realitas krisis ekologi yang mengancam habitat satwa.
Narasi ini sengaja diciptakan untuk mendorong audiens menjadi bagian dari solusi konservasi alam. Marga menambahkan melalui Immerzoa, edukasi kekayaan hayati Nusantara tidak lagi sekadar artefak diam, melainkan pengalaman emosional yang hidup kembali di hadapan mata pengunjung.
3. Menjaga warisan riset selama 132 tahun

Meskipun kini tampil modern, Museum Zoologi tetap membawa misi besar sebagai penjaga warisan ilmiah Nusantara, yang telah dimulai sejak 132 tahun lalu oleh J.C. Koningsberger.
Hingga saat ini, museum di bawah naungan BRIN tersebut menyimpan sekitar 1,8 juta spesimen fauna dengan 489.031 nomor koleksi ilmiah, berdasarkan katalog resmi yang mencakup berbagai cabang ilmu seperti entomologi hingga primatologi.
Rizki Ramadhan optimis inovasi ini akan terus berkembang untuk memberikan edukasi yang lebih luas kepada masyarakat.
Menurutnya, semangat inovasi ini menjadi katalisator bagi pengelola untuk mentransformasi ruang tersebut menjadi pengalaman yang benar-benar hidup, di mana ke depan kolaborasi ini akan dikembangkan menjadi sebuah cerita baru tentang ekosistem hewan di dunia.















